29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

“Solutions World” Persembahan Schneider Electric: Menuju Realisasi Efisiensi Energi Melalui IoT

Schneider Electric 2Surabaya, KabarGress.com – Schneider Electric, perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan automasi, menggelar acara bertajuk “Solutions World” bertempat di Hotel Shangri-La, Surabaya. Di acara ini, selain memamerkan teknologi penunjang efisiensi energi yang terkini dari Schneider Electric, sederetan diskusi interaktif yang mengangkat isu terkini di bidang pengelolaan energi dan automasi juga dihadirkan oleh para pakar energi dari Schneider Electric.

Efisiensi energi merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan, antara lain karena isu kelangkaan energi masih menjadi sebuah kendala besar. Menurut data yang dirilis oleh International Energy Agency, saat ini 1,3 miliar orang di seluruh dunia masih belum memiliki akses terhadap energi, khususnya energi listrik. Fakta lain menunjukkan bahwa arus urbanisasi, digitalisasi, dan industrialisasi semakin mendorong pengkonsumsian energi yang bertambah tinggi.

Urbanisasi misalnya, di tahun 2050 diperkirakan perkotaan akan menjadi pusat kehidupan sebagian besar warga dunia, yaitu sejumlah 2,5 miliar jiwa.1 Era digitalisasi juga membutuhkan energi yang begitu besar, dimana di tahun 2020 diprediksi akan ada 50 miliar perangkat yang saling terkoneksi melalui internet.2 Begitu pula dengan arus industrialisasi, yang dipercaya akan menyerap energi 50% lebih besar di tahun 2050.3

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), rasio elektrifikasi nasional baru mencapai sekitar 86%, artinya 14% masyarakat Indonesia belum dapat menikmati berbagai kemudahan yang diperoleh dari adanya aliran listrik.

Schneider Electric 1Di sisi lain, saat penggunaan energi akan terus bertambah dua kali lipat selama 40 tahun ke depan, masyarakat global juga dibebani dengan tanggungjawab untuk mengurangi emisi karbon hingga setengahnya. Untuk mencapai keseimbangan tersebut, dibutuhkan upaya efisiensi energi sebesar empat kali lipat dari sekarang.

Riyanto Mashan selaku Country President Schneider Electric Indonesia menjelaskan, “Tak dapat dipungkiri bahwa teknologi untuk menjawab kebutuhan efisiensi energi terus mengalami evolusi. Sejalan dengan fenomena Internet of Things (IoT) yang saat ini sedang menjadi tren dalam industri IT dan kelistrikan, Schneider Electric akan membantu merealisasikan berbagai bentuk pengelolaan energi yang efisien melalui ragam solusi yang saling terkoneksi satu sama lainnya.”

Selama 10 tahun terakhir, evolusi teknologi dan penggunaan energi yang begitu cepat mendorong warga dunia untuk memikirkan langkah-langkah digitalisasi, dekarbonisasi, dan desentralisasi energi. Dari pengelolaan energi yang tadinya dilakukan secara lokal, kini IoT memungkinkan pengelolaan ini menjadi terdistribusi melalui produk-produk yang saling terkoneksi.

Akhirnya terkumpul data yang dapat digunakan oleh para pengguna energi, termasuk organisasi atau perusahaan untuk menganalisa penggunaan energi mereka. Untuk mendukung hal ini, Schneider Electric menyediakan teknologi manajemen energi, automasi, dan software pendukungnya untuk menciptakan sebuah ekosistem yang memungkinkan terwujudnya open innovation yang berkelanjutan.

Schneider Electric 3Dalam berinovasi, Schneider Electric berpegang pada 5 prinsip utama: menjawab kebutuhan konsumen, berprioritas pada kualitas, menyediakan solusi yang sederhana dan mudah digunakan, merangkum solusi dalam sebuah sistem yang terintegrasi (software) untuk mempermudah pengawasan dan pengontrolannya, serta memastikan digitalisasi solusi sehingga dapat saling terkoneksi antara satu dengan lainnya.

Di acara ini kami menghadirkan beragam inovasi teknologi di bidang energi dan automasi, termasuk software dan analitik pendukung untuk mengubah information technology menjadi operation technology sehingga mampu menunjang begitu banyak ragam kebutuhan industri yang kian kompleks dan membutuhkan efisiensi yang kian tinggi, dari mulai sektor residensial, bangunan, industrial, infrastruktur hingga data center.

Khusus menyoroti efisiensi energi pada sektor bangunan, acara ini menghadirkan Ir. Rana Yusuf Nasir, pakar energi yang juga menjabat sebagai Core Founder Green Building Council Indonesia dan Board of Governance Ashrae Indonesia Chapter. Dalam presentasinya, beliau mengungkapkan fakta bahwa: bangunan gedung menghabiskan lebih dari 1/3 sumber daya dunia untuk konstruksinya, menggunakan 40% dari total energi global, dan menghasilkan 40% dari total emisi greenhouse gas (GHG). Fakta-fakta ini semakin mempertegas urgensi yang sangat tinggi bagi sektor bangunan untuk  merealisasikan langkah-langkah efisiensi energi.

Ir. Rana menuturkan, Energy Efficiency Index negara kita untuk bangunan-bangunan komersil seperti rumah sakit, mall, perkantoran, maupun perhotelan masih jauh di bawah negara-negara Asia lainnya, seperti Jepang. Kesepakatan dari Rencana Induk Konservasi Energi Nasional tahun 2011 menargetkan bahwa efisiensi nasional untuk sektor bangunan komersial di tahun harus mencapai 15% di tahun 2025, Untuk mencapai target tersebut masih banyak hal yang harus dibenahi oleh para pihak pengelola bangunan, baik bangunan lama maupun bangunan baru.

Berdasarkan berbagai rumusan dan matriks yang dilakukan tim ahli, Ir. Rana menggarisbawahi bahwa efisiensi energi pada bangunan lama akan memberikan kontribusi yang lebih tinggi terhadap keseluruhan upaya efisiensi energi di sektor bangunan komersial. Mengingat hal ini bukanlah sesuatu yang mudah, maka Ir. Rana menyarankan adanya sebuah fokus yang serius dalam skala nasional untuk melakukan Deep and Large Efficiency  dimana hal ini harus didukung dengan regulasi dan penegakan hukum yang jelas, keikutsertaan yang bersifat mandatorial, kebijakan insentif yang menarik, hingga sistem rating yang jelas. Tentunya dukungan dan intervensi dari Pemerintah menjadi sesuatu yang mutlak.

Menurut Ir. Rana, IoT memegang peranan penting untuk mewujudkan efisiensi tersebut. Pengelolaan energi dengan sistem yang cerdas dan saling terhubung sangatlah bermanfaat, misalnya untuk memonitor dan mengontrol database Energy Efficiency Index sehingga memberikan peluang besar untuk mengevaluasi dan mengambil langkah paling tepat dan sesuai untuk mencapai efisiensi energi.

Pada acara ini, para undangan dapat melihat langsung solusi manajemen energi yang dimiliki Schneider Electric untuk menunjang efisiensi energi pada bangunan, salah satunya adalah Smart Panel. sebuah inovasi terintegrasi yang secara cerdas tergabung dengan kemampuan untuk mengukur, mengontrol dan mengomunikasikan pemakaian energi dalam sebuah bangunan. Selain menyederhanakan kegiatan operasional sehari-hari, solusi ini juga mengeliminasi kesalahan yang sering terjadi pada pengumpulan data yang dilakukan secara tradisional atau manual.

Selain itu, banyak pula demo berbagai solusi unggulan lainnya seperti:
· Home automation system yang terintegrasi, antara lain:

ü Xightor Pro Video Door Phone System untuk apartemen: Solusi berupa lobby phone dan touch screen indoor station yang sangat menunjang keamanan tinggal di apartemen. Xightor Pro bisa bekerja secara terintegrasi dengan sistem kontrol pintu masuk, CCTV, pemanggil lift, smart home, dan intrusion alarm, sehingga mampu melakukan pemantauan dan komunikasi yang mudah dan aman serta memastikan keamanan 24 jam untuk seluruh penghuni rumah atau apartemen

ü SmartHome System (EZInstall3) untuk perumahan: solusi home automation dan lighting control system yang mampu menunjang kenyamanan, kemudahan, sekaligus efisiensi penggunaan listrik. Solusi ini sangat mudah untuk dipasang untuk menerapkan kontrol suasana/scenario, penjadwalan, dan mengontrol masing-masing lampu atau alat-alat yang ada di rumah kita, dengan hanya menggantikan saklar mekanis yang sudah ada. Selain itu, solusi ini mempergunakan teknologi wireless terintegrasi yang mudah diatur dan dikendalikan dengan mudah oleh sentuhan tombol, baik jika sedang ada di rumah maupun di luar rumah

· Altivar Process untuk industri: drive yang memiliki fungsi speed control yang prima untuk motor 3 fasa serta banyak kelebihan seperti power metering, QR Code, hingga pengawasan yang lebih mudah melalui Web Server. Solusi ini salah satunya berfungsi untuk mengatur berjalannya aliran air pada bangunan industri. Tugasnya menaikkan dan menurunkan kecepatan motor listrik untuk mengalirkan air, disertai kemampuan mengontrol besar pemakaian energi.

Saat terjadi kerusakan pada mesin, masalah ini bisa ditangani dengan cepat karena proses identifikasi dilakukan dengan memindai kode pada perangkat melalui QR code. Cara ini mampu menghemat waktu dan lebih produktif karena informasi diterima langsung melalui gadget lewat sambungan Ethernet

· Panel New SM6 untuk sistem distribusi listrik: Panel New SM6 berperan penting dalam penyaluran listrik dari PLN ke pelanggan berkat beragam fungsi yang dimilikinya, seperti pengukuran konsumsi energi, proteksi terhadap gangguan dan pemutusan arus. Panel New SM6 sudah sesuai dengan Standar IEC62271-200 melalui uji jenis (type test) baik international type test maupun LMK type test (pengujian yang dilakukan oleh PLN Litbang/ LMK).

“Sudah saatnya Indonesia memanfaatkan IoT untuk mempermudah strategi pengelolaan energi. Penerapan sistem kelistrikan melalui IoT mampu meningkatkan efisiensi serta memberikan keamanan dan sistem kerja yang lebih baik. Schneider Electric siap menjadi mitra terpercaya konsumen dalam merealisasikan idealisme ini,” tutup Riyanto. (a. subiyantoro, sh)

Teks foto: Country President Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan, bersama Ir. Rana Yusuf Nasir, pakar energi yang juga menjabat sebagai Core Founder Green Building Council Indonesia dan Board of Governance Ashrae Indonesia Chapter.