31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Minta Bupati Pacitan Gandeng UMKM

gub jatim Soekarwo lantik bupati pacitan periode 2016-2021 di grahadi senin pagi (4)Surabaya, KabarGress.com – Kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap PDRB Jatim sangat tinggi, yakni sebesar 54,98%. Potensi ini juga berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Hal ini disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan serta Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan Masa Jabatan 2016-2021 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (04/04).

“Saya berpesan, bila ingin meningkatkan perekonomian Pacitan, tolong gandeng pelaku-pelaku usaha dari sektor kecil, menengah maupun besar”, ujar Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini. Menurutnya, Pemerintah harus membantu pengusaha kecil melalui APBD. Sedangkan, untuk pengusaha menengah dan besar, pemerintah harus memfasilitasi dengan cara menjamin kelangsungan investasi melalui kemudahan perijinan dan kepastian keamanan usaha.

Menurut Pakde Karwo, salah satu cara yang bisa dilakukan Pemkab Pacitan dalam mendorong sektor UMKM adaah melalui skema linkage program. “Skema kredit linkage program ini tentunya dengan bunga murah, cara mudah, dan layanan yang cepat. Bila skema ini dilakukan dengan baik maka bisa menekan angka disparitas”, ujarnya.

Hal ini terlihat dari Indeks GINI Ratio Jatim pada tahun 2014 sebesar 0,37%, lebih rendah dari tingkat GINI Ratio nasional yang sebesar 0,41%.

gub jatim Soekarwo lantik bupati pacitan periode 2016-2021 di grahadi senin pagi (7)Ia menambahkan, Pacitan saat ini telah berubah dan bertransformasi dari daerah kering menjadi daerah penghasil kayu sengon. Tak hanya itu, Pacitan merupakan kab/kota ke-11 penghasil perhiasan. “Hal ini yang harus kita dorong dari Kab. Pacitan, terutama soal ekspor perhiasan, kayu sengon dan percepatan pembangunan Waduk Pitu”, ujarnya.

Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia Kab. Pacitan saat ini terus meningkat, dari peringkat ke-37 saat ini Pacitan berada di peringkat ke-18. Pada kesempatan ini, Gubernur Jatim melantik Bupati Pacitan, Drs. H. Indartato, MM dan Wakil Bupati Pacitan, Drs. H. Yudi Sumbogo. Keduanya dilantik untuk masa jabatan 2016-2021. Keduanya dilantik berdasarkan Kepmendagri Nomor 131.35-3014 Tahun 2016 dan Nomor 132.35-3015 Tahun 2016 tanggal 18 Maret 2016 tentang Pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan.

Dalam acara ini, juga dilakukan serah terima jabatan dari Pj. Bupati Pacitan periode Februari-April 2016, Dr. Ir. Priyo Dharmawan, M.Sc kepada Bupati Pacitan. Priyo sendiri merupakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Prov. Jatim.

Dalam sambutannya, Pakde Karwo berharap agar Bupati dan Wakil Bupati Pacitan dapat mengemban amanah dan tugasnya dengan baik. Ia berpesan agar Bupati dan Wakil Bupati Pacitan dapat mempertahankan budaya guyub rukun dan musyawarah mufakat dengan Muspida terkait melalui kegiatan Forkopimda.

Lebih lanjut ia menambahkan, suatu daerah dapat tumbuh dan berkembang dengan baik salah satunya bila faktor eksternalnya baik, dan politik merupakan salah satu faktor eksternal tersebut. “Mari ciptakan situasi politik yang kondusif agar cita-cita membangun Pacitan dapat terlaksana dengan baik”, ujarnya.

Bude Karwo Tekankan Penanggulangan Gizi Buruk

Selain Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, pada kesempatan ini juga dilakukan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua TP PKK Kab. Pacitan Masa Bhakti 2016-2021 dan Ketua Dekranasda Periode 2016-2021 Kab. Pacitan, yakni Hj. Luki Tri Baskorowati Indartato, oleh Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Prov. Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si. Serah terima dilakukan dari Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Pacitan dan Plt. Ketua Dekranasda Kab. Pacitan, Dra. Hj. Sitti Ramlah Priyo Darmawan.

Dalam sambutannya, Bude Karwo, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya penanggulangan gizi buruk. Ia berpesan agar Ketua TP PKK Pacitan mau turun ke lapangan dan meninjau langsung kondisi balita yang ada disana. “Ironis sekali dimana pertumbuhan ekonomi Jatim tumbuh pesat tapi masih ada balita yang mengalami gizi buruk, bila di-average, ini akan mempengaruhi kinerja Pemprov”, ujarnya.

Selain gizi buruk, ia juga minta agar kasus kematian ibu melahirkan dapat ditekan. Hal ini sesuai dengan tujuan Millenium Development Goal’s (MDGs) yang saat ini telah berubah menjadi SDGs (Sustainable Development Goals). “Program kerja PKK berorientasi ke sosial, bukan profit dan tidak berafiliasi dengan politik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan UMKM, terutama pengrajin Batik Pacitan. Menurutnya, Batik Pacitan yang punya corak khas dan menggunakan pewarna alami sangat disukai oleh orang asing, terutama saat pameran di luar negeri. Akan tetapi, banyak pengrajin batik Pacitan yang tidak bisa memenuhi target permintaan karena minimnya jumlah pengrajin Batik. “Saya harap agar PKK Pacitan dapat mendorong regenerasi pengrajin Batik sehingga jumlah produksi batik dapat meningkat”, ujarnya.

Lebih lanjut menurutnya, beberapa kendala terkait pengrajin batik ini diantaranya kesenjangan transformasi masyarakat pengrajin disebabkan cepatnya kemajuan teknologi, regenerasi pembatik tidak ada, kurang stabilnya pengrajin dalam menjaga mutu dan hasil produk, sertaa kesenjangan kreatifitas antara pengrajin dan selera konsumen. Oleh karena itu, Dekranasda Jatim memfokuskan programnya pada peningkatan kualitas SDM perajin serta peningkatan daya saing, program perluasan jaringan pemasaran melalui pameran dan gelar potensi di beberapa event baik nasional maupun internasional, program kemitraan antar pengrajin, dan pemberian fasilitas pendampingan dan pemberian merk/HAKI, sertifikasi serta informasi akses permodalan.

Di akhir, ia berharap agar Dekranasda Pacitan dapat meningkatkan potensi daerah sehingga dapat ikut memajukan Jatim. “Mari wujudkan Jatim yang lebih mandiri”, tutupnya. (hery)