28/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Pernikahan, Perkokoh Ahli Sunnah Wal Jamaah

Gubernur Soekarwo bersama Wagub Saifullah Yusuf foto bersama   KH. Ahmad Nawawi Abdul Jalil beserta putrinya Siti Roichanah yang dipersunting Ahmad Abdul Qodir putra KH. AbdPasuruan, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo dan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf merasa mendapat kehormatan saat diberi mandat oleh KH. Achmad Nawawi Abdul Jalil Pemilik PP. Sidogiri Kraton Kabupaten Pasuruan, ayah dari mempelai perempuan Siti Roichanah mewakili keluarga untuk menerima pengantin laki-laki Ahmad Abdul Qodir, putra dari KH. Abdul Hafidz Aminuddin pemilik PP. Syech Abdul Qodir Jaelani Kraksaan Proboliggo, ketika menghadiri resepsi pernikahan (walimatul ursy) Siti Roichanah dan Ahmad Abdul Qodir, di PP Sidogiri Kraton Pasuruan, Minggu (3/4).

Pada kesempatan itu Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo pertama-tama memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT karena diberi kesempatan menghadiri peristiwa salah satu takdir Allah SWT, yaitu takdir pernikahan atau perjodohan. “ Pak Hasan, saya terima putra tunggal KH. KH Abdul Hafidz Aminuddin. Mudah-mudahan menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah,” ucap Pakde Karwo kepada KH. Hasan Aminuddin, suami Bupati Probolinggo yang juga paman mempelai laki-laki sebagai wakil keluarga yang menyerahkan kepada pihak mempelai perempuan.

Perjodohan, lanjut Pakde Karwo diantara anggota keluarga di pondok pesantren adalah konsep yang sudah biasa dilakukan untuk menjaga kokohnya Ahli Sunnah Wal Jamaah. “Senang, tapi merasa berat, karena KH. Achmad Nawawi Abdul Jalil harus berpisah dengan putrinya yang langsung diboyong suaminya ke PP. Syech Abdul Qodir Jaelani di Probolinggo. Mari kita doakan agar mempelai berdua menjadi keluarga sakinah, mawadah, waromah,” pinta Pakde Karwo.

Sambutan penerimaan mempelai laki-laki dilanjutkan oleh Wakil Gubernur yang lebih suka disapa Gus Ipul. Pada kesempatan itu disampaikan bahwa saat ini ada Hand Phone (HP) sebagai penghubung tali silaturahim. Hal tersebut sudah dilakukan sejak jaman dahulu oleh para kiai, pengasuh pondok pesantren, yaitu dengan cara perjodohan, perkawinan, dan saling tukar ilmu atau sambung ilmu.

“Hari ini, 60 persen para kiai dari seluruh Jawa Timur menghadiri walimatul ursy. Bagaikan majelis istighosah. Iring-iringan pengantar mempelai begitu panjang,” ungkap Gus Ipul.

“Perjodohan, perkawinan dan sambung ilmu merupakan kekuatan untuk mengibarkan bendera Ahli Sunnah Wal Jamaah,” pungkasnya.

Sebagai pamungkas, KH. Muhammad Subadar dari PP. Besuk Pasuruan mendoakan agar kedua mempelai menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, waromah. “Mudah-mudahan menjadi jodoh di dunia dan akhirat, dilimpahkan rejekinya, diberi keturunan yang soleh dan solehah karena keduanya merupakan bibit-bibit unggul, dan menjadi benteng Ahli Sunnah Wal Jamaah,” pungkasnya. (hery)