Jatimnomics Pakde Karwo Peroleh Apresiasi Nasional

Gubernur Jatim Pakde Karwo menerima penghargaan dari Menpan RB Yuddy Crisnandi pada acara  Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional Th 2016 di JX Expo Surabaya (1)Surabaya, KabarGress.com – Jatimnomics ala Pakde Karwo memerpoleh apresiasi nasional karena dirasa menjadi solusi menghadapi ekonomi global. Jatimnomics masuk  Top 99 Inovasi Pelayanan Public Nasional Tahun 2016  untuk kategori provinsi yang digelar oleh Kementrian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI di JX International Convention  Exbition, Surabaya, Kamis(31/3). Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Public Nasional Tahun 2016  diserahkan langsung oleh Menteri PAN-RB, Yudi Chrisnandi kepada Gubernur JawaTimur, Dr. H. Soekarwo.

Di dalam sambutannya, Pakde Karwo sapaan akrabnya menuturkan kunci utama kesuksesan sekarang adalah meningkatkan daya saing. Daya saing bisa ditingkatkan dan semakin kuat apabila semua pihak bisa satu frekuensi dalam meningkatkan pelayanan public. “Meningkatkan daya saing adalah pilihan penting. Dan kuncinya adalah memberikan pelayanan terbaik. Hal tersebut merupakan jantung dari daya saing,”ujarnya.

Menurutnya, dalam menghadapi era perdagangan bebas sebagai upaya menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif maka jatimnomics menjadi sebuah solusiagar bisa terus bersaing. Oleh sebab itu diperlukan tiga aspek jatimnomics yang menunjang aktivitas ekonomi utama yakni aspek produksi dari segmen UMKM dan segmen besar, aspek pembiayaan yang kompetitif, dan aspek pemasaran.

Jatimnomics adalah konsep pertumbuhan ekonomi yang merupakan pengembangan dari Indonesia Incorporated, sebagai sistem ekonomi khas Jatim. Konsep ini dipandang mampu menjadi solusi permasalahan ekonomi di era globalisasi terlebih menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), menuju pertumbuhan ekonomi inklusif

Aspek produksi dari segmen UMKM dan segmen besar dimulai dengan penyiapan data UMKM karena terbukti dapat menjadi penunjang pertumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja.  Dari data BPS jumlah UMKM semakin bertambah tiap tahunnya, pada tahun 2008 terdapat 4,2 juta UMKM,dan sampai tahun 2012 sebanyak 6,8 juta UMKM. “ Dari angka tersebut, hanya 3.476 UKM yang siap ekspor hasil produksinya. Perlu peningkatan integrasi antara UmKM dan usaha besar agar bisa bersaing dalam MEA. Salah satu upaya Pemprov Jawa Timur meningkatkan kualitas UMKM adalah dengan meningkatkan kualitas SDM bagi wirausaha baru dengan membangun incubator bisnis dan standarisasi keterampilan SDM yang melibatkan kerjasama dengan ITS dan Unibraw,” ucapnya.

Pemprov Jawa Timur juga berupaya agar meningkatkan dan menyiapkan SDM dengan kuaitas bagus yakni dengan adanya standarisasi ketrampilan SDM diantaranya dengan pembangunan SMK mini dimana diajarkan ketrampilan yang berstandar internasional dan mencetak wirausaha. Sampai tahun 2014 terdapat 70 SMK mini dimana setiap kelas berisi 30 anak. Diharapkan dengan SMK Mini tercipta 24.300 tenaga kerja berstandar internasional. “ Pada tanggal 22 Maret 2016 sudah ada MOU antara Jawa Timur dengan Amerika Serikat mengenai community college atau keterampilan standar internasional. Dan juga sebelumnya sudah ada kerjasama dengan Jerman pengiriman SDM ke Jerman, ke Osaka dan rencana dengan Australia Barat dengan pendidikan vokasional. Berbagai upaya tersebut bertujuan agar SDM Jawa Timur bisa diterima di dunia kerja internasional,” jelasnya

Kemudian, untuk aspek pembiayaan kompetitif, yaitu dengan mensinergikan potensi sumber pendanaan baik yang dimilik oleh pemerintah melalui APBD, perusahaan seperti Bank jatim dan bank UMKM. Melihat adanya keterbatasan kekuatan fiskal maka strategi yang dilakukan adalah  memberikan fasiltiasi yakni dengan memberikan kemudahan dalam pengembangan usaha melakukan business forum  dan diplomasi ekonomi, memberikan government guarantee  yakni tersedianya listrik, lahan, kemanan, kemudahan perijinan, sdm dan diberikan kemudahan ijin. Sedangkan untuk segmen UMKM khususnya diberikan bantuan pembiayaan diantaranya

Stimulasi juga digunakan khusus segmentasi UMKM yaitu memberikan bantuan sector produktif seperti bantuan infrastruktur sarana produksi primer untuk meningkatkan efisiensi dan nilai tambah sector produktif.  Dan yang tidak kalah adalah intervensi yang ditujukan untuk kelompok ekonomilemah diantaranya rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang bersifat pemberdayaan dan sebagian kecil bersifat bantuan atau charity.

Sementara itu,Menpan-RB, Yudhi Chrisnandi menuturkan setiap pemerintah provinsi maupun kota/kabupaten agar terus memperbanyak serta mendorong inovasi dibidang pelayanan public, yang diharapkan dikemudian hari bisa diakui secara internasional. Dengan adanya pengakuan internasional berarti mebuktikan semakin meningkatkan dunia internasional terhadap Indonesia dan efeknya adalah menjadi pendorong masuknya arus modal ke Indonesia.”Dan secara bersamaan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut yuddy menuturkan agar hal tersebut bisa diwujudkan, semua pimpinan instansi diseluruh Indonesia agar menjaga momentum dengan baik dan saling menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga akan tercipta inovasi yang berkelanjutan.”Jatim bisa menjadi contoh yang baik bagi semua provinsi karena inovasi-inovasi Jatim diakui secara nasional dengan masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Public Nasional Tahun 2016,” jelasnya

Prestasi Jawa Timur sangat membanggakan dari Top 99 Inovasi Pelayanan Public Nasional Tahun 2016, 30 diantaranya  diterima oleh Pemprov Jawa Timur melalui berbagai inovasi, untuk kategori Provinsi diantaranya Jatim Promag (Jawa Timur Pro Magang Kerja), Under Water Restocking Peningkatan Potensi Sumber Daya Ikan Melalui Penebaran Benih Ikan di Dasar Laut, Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera) Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan, Klinik UMKM Jatim Model Solusi Nasional Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, Menjebol Dokumen Kapal, Apel Baja (Aplikasi Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa), Brawo Pala Indonesia Bermutu,Solusi Menghilangkan Notifikasi Pala Indonesia, Ini lo Pakde Inovasi Laboratorium Pengelolaan Keuangan Daerah, SINTA (Sistem Operabilitas Database Jembatan Timbang dengan UPKB), Layanan Samsat On The Spot (SOS) KB Samsat Karang Ploso, MLM Pasung (Cara Cepat Jawa Timur Bebas Pasung), Persalinan Lancar dan Nyaman dengan STIPUTS BRA (Stimulus Putting Susu Bra), Kuberseri (Kusta Diberantas dengan Serologi).

Untuk kategori Kabupaten / Kota diantaranya Si MaNEiS (Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency) Kab. Sidoarjo,  PUJASERA (Pergunakan Jamban Sehat, Rakyat Aman) Kab. Banyuwangi, SIRAMI GIZI( Aksi Ramah Peduli dan Pemulihan Terhadap Gizi) Kab. Banyuwangi, Kelola Sampah Hasilkan Berkah Kab Bojonegoro, Peningkatan Kualitas Pelayanan di RS dengan SELASIH (Sehat dengan Layanan Welas Asih) Kab. Bojonegoro, Kreatif  Bersama Pokdakan Japung Kab. Bojonegoro, Menggapai Asa Bersama Umi Persameda dan Bunda Kespro Kab. Bondowoso, Home Care Permata Kab. Malang, Intan Satu Saka Kab. Pamekasan, Jempol Mancep Layanan Cepet,Cepat Tuntas Tanpa Kertas Kab. Probolinggo, Percepatan Penanganan Masalah Gizi Melalui Rumah Pemulihan  Gizi,Kab. Situbondo, Pemberdayaan Sekolah Sebagai Laboratorium Budi Pekerti Melalui Program Langit Biru Kab. Tulungagung, Instagram (Instalasi Gawat Darurat Modern ) Kab. Tulungagung, Bank Sampah Matahari Kota Madiun dan Rumah Bahasa  Kota Surabaya. (hery)

Teks foto: Gubernur Jatim Pakde Karwo menerima penghargaan dari Menpan RB Yuddy Crisnandi pada acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional Th 2016, di JX Expo Surabaya, Kamis (31/3/2016).

Leave a Reply


*