31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Satu dari 25 Anak di Indonesia Menderita Alergi Protein Susu Sapi

DR. Dr. Anang Endaryanto, SpA(K)Surabaya, KabarGress.com – Saat ini satu dari 25 anak di Indonesia menderita alergi protein susu sapi hanya separuh dari mereka yang memperoleh intervensi nutrisi yang tepat. Anak-anak dengan faktor resiko tidak toleran terhadap protein susu sapi memerlukan upaya penanganan sejak dini.

Rendahnya pemahaman publik secara umum dan orangtua secara khusus mengenai mengenai resiko alergi, gejala-gejala alergi, dan cara penanganan alergi yang terpadu menjadi penyebab utama meningkatnya kasus alergi pada anak dan tidak dilakukannya intervensi nutrisi tepat.

Ahli Alergi Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlanggan Surabaya, DR. Dr. Anang Endaryanto, SpA(K), mengatakan anak-anak dengan kedua orangtua memiliki riwayat alergi memiliki resiko alergi sebesar 40% – 60%.

”Resiko ini lebih besar lagi pada anak-anak dengan kedua orangtua yang memiliki riwayat alergi dan manifestasi sama, yaitu sebesar 60%-80%,” jelasnya saat seminar Nutritalk yang mengambil tema “Early Life Nutrion”, di Hotel JW Marriot Surabaya, Kamis (31/3/2016).

Satu dari 25 Anak di Indonesia Menderita Alergi Protein Susu SapiDijelaskan DR. Dr. Anang Endaryanto, SpA(K), anak dengan salah satu orangtua memiliki riwayat alergi beresiko mengalami alergi sebesar25%-30%. Bahkan anak dengan orangtua yang tidak memiliki riwayat alergi pun beresiko mengalami alergi sebesar 5%-15%.

“Sebesar apapun resiko alergi yang dimiliki anak, penanganan sedini mungkin perlu ditempuh, sehingga anak terhindar dari dampak jangka panjang alergi dan tumbuh kembang tidak terhambat. Penanganan tersebut adalah mengenal gejala alergi, alergen pemicu, dan memantau asupan nutrisi, dan memberikan nutrisi yang efektif bagi anak-anak yang mengalami alergi protein susu sapi adalah formula dengan isolat protein kedelai,” terangnya.

Sementara itu, DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo, menambahkan apabila seorang anak sampai terkena alergi maka hal ini bisa mempengaruhi status kesehatannya sehingga ke depannya bisa juga mempengaruhi kualitas hidupnya seperti pada perilaku sosial, performa sekolah dan prestasi akademiknya.

“Nutrisi yang tepat adalah nutrisi yang mendukung tumbuh kembang optimal, namun harus dapat ditoleransi oleh anak sesuai kondisi dan kebutuhan pada setiap tahapan usia. Pada awal kehidupan ada asupan nutrisi tertentu, yang sebenarnya mengandung gizi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal namun tidak bisa ditoleransi oleh anak-anak dengan resiko alergi,” imbuhnya. (ro)

Teks foto :

– Ahli Alergi Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, DR.Dr. Anang Endaryanto, SpA(K).
– (ki-ka); dr. Lula Kamal, Ahli Alergi Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, DR.Dr. Anang Endaryanto, SpA(K), DR Dr Ahmad Suryawan, SpA(K) Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo, saat Nutritalk “Early Life Nutrion”, di Hotel JW Marriot Surabaya, Kamis (31/3/2016).