19/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Kadin Dorong Pemda Tingkatkan Komunikasi Bisnis

Ketua Kadin Surabaya, JamhadiSurabaya, KabarGress.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, mendorong jajaran pemerintah daerah khususnya di bidang industri perdagangan untuk lebih meningkatkan komunikasi bisnis. Tujuannya agar dapat memenuhi konsumsi daerah sendiri tanpa harus melakukan impor.

“Kita contohkan Tuban membutuhkan ketela pohon tetapi kenapa harus impor padahal di daerah lain itu ada seperti di Trenggalek. Artinya ketimpangan-ketimpangan ini terjadi akibat kurang adanya komunikasi antar pemerintah daerah. Nah yang kita usulkan agar masing-masing pemerintah daerah membikin direktori produk. Kemudian disetor ke propinsi, baik itu hard copy maupun soft copy, lantas dititipkan ke Kadin. Selanjutnya diupload di KJRI-KJRI kita sehingga antara kita itu bisa memenuhi konsumsinya sendiri,” terang Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi, saat diminta mewakili Kadin Jatim, menyampaikan pandangannya di acara Rapat Koordinasi, Sinkronisasi dan Optimalisasi Penanaman Modal di Jawa Timur, di Hotel Elmi, Kamis (24/3/2016).

Kenyataannya sekarang, barang-barang yang diimpor ternyata tersedia di kota atau daerah lain di Indonesia. Jadi ini ada persoalan di komunikasi dan koordinasi. “Pemda harus dekat dengan Kadin masing-masing dan pengusahanya masing-masing. Ada Tripartite yaitu, Kadin beserta para pengusahanya, kemudian kalangan akademisi dengan risetnya, serta Pemda setempat. Ini yang harus diajak komunikasi dan koordinasi,” jelasnya.

Terus pariwisata, investasi dan dagang, lanjutnya, ketiganya tidak bisa dipisahkan. Orang akan berdagang terlebih dulu kemudian berbicara pariwisata dan berujung pada investasi. “Seperti sopir-sopir taksi itu hendaknya diajari pintar berbahasa Inggris. Jika ada tamu pengusaha maka bisa mendorong agar mau berdagang, berwisata bahkan berinvestasi di daerah,” tandasnya.

Dicontohkan, Papua Nugini baru-baru ini bertamu ke Jawa Timur. Mereka itu apa saja perlu sayangnya sekarang yang menjadi raja di sana malah pengusaha Malaysia. Padahal kita di Jawa Timur jauh lebih dekat. Kalau dari Papua menuju Papua Nugini hanya menempuh kendaraan darat sudah dekat. Ini yang perlu dijadikan peluang besar.

“Jadi koordinasi dan komunikasi harus segera kita tingkatkan lagi agar konsumsi daerah tidak perlu impor tetapi mendatangkan dari kota atau daerah lain,” pungkasnya. (ro)

Teks foto: Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi.