Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IV Resmi Beroperasi

Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul bersama Presiden RI Joko Widodo menekan tombol diresmikannya jalan tolMojokerto, KabarGress.com – Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo di dampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basuki Hadimuljono meresmikan jalan tol Surabaya-Mojokerto seksi IV Krian Mojokerto.

Tol Surabaya-Mojokerto atau biasa disebut dengan Tol Sumo merupakan bagian dari Tol Trans Jawa. Tol Sumo membentang sepanjang 36,27 km dan menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Mojokerto. Tol Krian – Mojokerto Seksi IV ini  membentang sejauh 18,47 km. Keberadaan tol tersebut terletak di Desa Penompo, Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto, Sabtu (19/3).

Gus Ipul sapaan akrab dari Wagub Jatim tersebut menyambut baik beroperasinya tol Krian-Mojokerto Seksi IV ini. Keberadaan tol Krian – Mojokerto ini dapat memberikan solusi dalam mengatasi kemacetan di Jatim sekaligus mempercepat serta memperlancar arus distribusi barang dan jasa.

Selain itu, pembangunan jalan tol ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di jalan arteri Surabaya hingga Mojokerto dan akan memberi dampak positif terhadap peningkatan perekonomian di wilayah tersebut.

Di hadapan Presiden Jokowi, Gus Ipul menjelaskan bahwa Jatim merupakan provinsi yang berpenduduk padat di Indonesia yakni sekitar 38 juta jiwa. Kepadatan penduduk ini perlu diatasi dengan baik oleh ketersediaan sarana dan prasarana.

Keberadaan infrastruktur dapat mendukung dan mempercepat mobilitas arus barang, jasa dan manusia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. “Kami berterima kasih atas dukungan dari Bapak Presiden, akhirnya Tol Seksi IV Krian-Mojokerto ini bisa diresmikan hari ini. Semoga tol ini memberikan dampak bagi pembangunan dan kemajuan Jatim hingga daya saing produknya meningkat. Keberadaan tol ini juga akan lebih memudahkan konektivitas pembangunan di daerah yang dilalui tol tersebut,” ungkapnya.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa saat ini Indonesia fokus terhadap dua hal besar yang harus segera dilakukan. Pertama yakni deregulasi atau penyederhanaan aturan-aturan yang ada. Kedua yakni mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.

Menurutnya, deregulasi harus segera dilakukan karena saat ini banyak aturan pemerintahan yang tumpak tindih sehingga memperlambat proses pembangunan.

Penyederhanaan aturan-aturan yang ada ini untuk mempercepat kinerja pemerintah sehingga bisa lebih cepat dalam pengambilan kebijakan. “Saat ini, ada 42.000 peraturan. Baik itu yang namanya perpres, peraturan pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen) dan peraturan-peraturan lainnya. Itulah yang menjerat kita sehingga kita tidak punya kecepatan dalam memutuskan kebijakan,” tegasnya.

Kedua, pembangunan infrastruktur menjadi hal yang penting, mengingat Indonesia sudah sangat terlambat di dalam melaksanakannya. Negara China sudah memiliki 60.000 km jalan tol. Artinya setiap tahun, di China membangun 4.000-5.000 km jalan tol baru. Di Indonesia kita baru memiliki tol sepanjang 840 km. “Saya beri target kepada Menteri PU untuk dapat membangun jalan tol minimal 1.000 km hingga lima tahun mendatang. Meskipun tertinggal namun harus terus dikejar sehingga konektivitas daerah bisa terjadi,” ungkapnya.

Dalam laporannya, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melaporkan, bahwa Jalan tol yang diresmikan hari ini, merupakan salah satu ruas dari tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Jalan tol Sumo sendiri memiliki panjang 36.27 km yang menghubungkan Kota Surabaya dan Kota Mojokerto dibangun mulai dari Bundaran Waru (Sidoarjo) untuk akses masuk ke kota Mojokerto melalui jalan akses by pass Mojokerto.

Jalan tol Sumo tersebut nantinya akan melewati, empat wilayah kabupaten/kota yang meliputi Kab. Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan Kota Surabaya melewati 37 desa/kelurahan dengan kebutuhan lahan seluas 311 ha.

Rencananya, pembangunan jalan tol terbagi atas 5 seksi dengan masing-masing ruas. Untuk ruas seksi IA Waru-Sepanjang dengan panjang 2,3 km, Seksi IB Sepanjang-Wringin Anom (WRR) dengan panjang 4,3 km, Seksi II WRR-Driyorejo dengan panjang 5,1 km. Sementara untuk seksi III dari Driyorejo-Krian memiliki panjang 6,1 km sedangkan seksi IV dari Krian-Mojokerto memiliki panjang 18,47 km. Jadi panjang total Sumo mencapai, 36,27 km. (hery)

Leave a Reply


*