31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Berharap Juri Harus Adil karena Menentukan Industrialisasi Perkutut

Gubernur Jatim Soekarwo didampingi Ketua P3SI Jatim Ali Badri dan Walikota Mojokerto Mas ud Yunus melepas burung perkutut tanda dimulainya lomba burung perkutut Majapahit Cup 2016Mojokerto, KabarGress.com – Juri Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut “Mojopahit Cup” 2016 hendaknya berlaku adil karena proses industrialisasi dan tourism yang dibangun oleh Kung Mania sangat bergantung dari hasil penjurian.

Sebagaimana diketahui Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut “Mojopahit Cup” 2016, merupakan salah satu pelestarian peninggalan Budaya Jawa, yang pada akhirnya akan tercipta industrialisasi dan tourism baru. Diharapkan dengan penjurian yang adil akan tumbuh kelompok kelas menengah menjadi kelas atas baru yang berasal dari Penggemar dan Pelestari Perkutut (P3SI).

Karena dengan hasil penjurian yang adil, sesuai dengan standart yang ditentukan harga seekor burung perkutut akan meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf kehidupan para penggemar burung perkutut tersebut.

“Seorang pria Jawa hidupnya dikatakan sempurna apabila telah memiliki lima hal yaitu garwo/istri, wismo/tempat tinggal, curigo/mampu melindungi keluarga sehingga merasa aman, turonggo/alat transportasi, dan kukilo/ kesenangan atau hobi berupa memelihara burung perkutut,” cerita Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo tentang muasal seorang pria gemar memelihara Perkutut saat membuka Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut “Mojopahit Cup” 2016 di GOR A. Yani Kota Mojokerto, Minggu (13/3).

Gubernur Jatim Soekarwo menerima cinderamata dari Ketua P3SI Jatim Ali Badri didampingi Walikota Mojokerto Mas ud Yunus usai membuka lomba burung perkutut Majapahit Cup 2016Hobi memelihara dan merawat burung perkutut merupakan home base recreation yang telah digemari masyarakat sejak nenek moyang bangsa. Beberapa alasannya yaitu sekedar mendengar suara merdu, usaha breeding burung (ternak burung) juga sebagai industri (jual beli), bahkan dapat menaikkan prestice pemiliki.

Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut “Mojopahit Cup” 2016 merupakan media bagi penggemar burung perkutut dalam meningkatkan wawasan serta merupakan apresiasi positip pemerintah terhadap hobi yang pada akhirnya mengarah pada industri, menghasilkan nilai ekonomis, mempererat kekeluargaan dan diharapkan nantinya dapat terwadahi menjadi sebuah event besar sehingga dapat menjadikan daya tarik wisata.

Ketua P3SI Pusat Mayjen TNI (Purn) H Zaenuri Hasyim mengatakan bahwa Mojopahit Cup 2016 merupakan lomba perdana Seni Suara Alam Burung Perkutut, karena masih akan ada sembilan lomba yang akan diadakan di seluruh Indonesia. Antara lain Siliwangi Cup Jawa Barat, Piala Kapolri ke III di Jakarta, Piala Raja di Sumbar, Pariwisata Cup di Bali, Untung Suropati Cup, Trunojoyo Cup di Madura.

Pada kesempatan itu dikatakan pula bahwa di Madura sedang dibangun Centra Perkutut, yang diharapkan dapat menciptakan multi efek bagi kehidupan masyarakat, tidak hanya masyarakat pencinta perkutut tetapi juga pengusaha kecil lainnya. Seperti pembuat sangkar burung, penjual makanan burung dan pengusaha kecil pernak-pernik kebutuhan burung perkutut lainnya.

“Ini merupakan salah satu usaha agar masyarakat pecinta perkutut tidak membeli burung perkutut dari luar negara Indonesia, dan merupakan salah satu usaha agar dapat menyamai apa yang telah dilakukan di Negara Thailand’” ungkapnya.

Perlu diketahui bila seorang juri lomba Seni Suara Alam Burung Perkutut harus mengetahui standart penjurian yang terdiri dari lima kategori, yaitu suara depan (angkatan), suara tengah (ketukan), suara ujung ( tengkung), irama (lagu) dan air suara (kualitas suara). Yang paling penting adalah harus bisa atau mengerti hitungan (jumlah) ketukannya (step). (hery)