31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

UK Petra Ajarkan Ilmu Bidang Pemasaran kepada 20 PKL Siwalankerto

Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya, DraSurabaya, KabarGress.com – Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau disingkat dengan UMKM ini merupakan salah satu bagian penting dalam perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, saat ini pemerintah Indonesia semakin gencar untuk mengembangkan UMKM yang ada agar menghasilkan produk yang berdaya jual tinggi. UMKM sering dibangun tanpa ada persiapan yang lengkap, contohnya, para pelaku UMKM tidak memperhatikan cara memasarkan produk secara efektif dan efisien. Akibat pemasaran produk yang tidak tepat ini, konsumen kurang mengenal produk yang dijual oleh UMKM tersebut.

Sebagai institusi pendidikan, Universitas Kristen (UK) Petra hendak membantu para pelaku UMKM dengan membagi ilmu dalam bidang pemasaran. Sejak Oktober 2015 yang lalu, Program Manajemen Pemasaran UK Petra bersama HIMAPASTRA (Himpunan Mahasiswa Pemasaran UK Petra) dan tim riset United Board bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di wisata kuliner Siwalankerto. Kegiatan ini mengangkat tema Bisnis Keluarga Makanan Tradisional, dan diselenggarakan dalam bentuk lomba akademik mengenai inovasi dari strategi pemasaran serta desain bangunan. Lomba yang ditujukan bagi mahasiswa Program Manajemen Pemasaran UK Petra ini, mengambil 10 tim terbaik sebagai pemenang.

Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat antara lain nama brand PKL (Pedagang Kaki Lima) yang lebih menarik (pendek dan mudah diingat), logo nama PKL, kartu nama PKL, Flyer yang kreatif untuk lokasi PKL Siwalankerto (ukuran 15×9 cm), Flyer tiap PKL yang ada (15x9cm), Line sekaligus akun Instagram dan desain retail PKL itu sendiri.

‚ÄúPengabdian masyarakat yang juga bekerja sama dengan HIMAPASTRA, menggunakan dana hibah dari United Board. Kami menitikberatkan pada makanan tradisional karena hal tersebut merupakan salah satu cara untuk melestarikan kekayaan kuliner Indonesia melalui pengembangan UMKM makanan tradisional agar dapat bersaing dengan makanan luar negeri,” urai Ritzky Karina Megah Roza Brahmana SE., MA. selaku anggota pengabdian masyarakat ini, di sela-sela acara pemberian hasil pengabdian masyarakat tersebut kepada Dinas Koperasi Surabaya, tepatnya di Jalan Siwalankerto VIII, Wonocolo, Surabaya Kamis (10/3/2016).

Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya, Dra. Sunarsih, sangat mengapresiasi semua yang telah dilakukan civitas akademika Universitas Petra Surabaya. “Sebanyak 20 PKL ini sebelumnya memang berjualan di depan kampus yang mana menempati lokasi berjualan yang tidak sesuai peruntukannya. Kami sangat berterimakasih atas pengabdian masyarakat tersebut sehingga para PKL mendapatkan lokasi berjualan yang nyaman dan dibantu dalam hal pemasarannya,” jelasnya di sela-sela acara.

Sunarsih bahkan memberikan saran agar para PKL tersebut membentuk badan hukum berupa koperasi. “Akan banyak manfaat manakala para PKL membentuk badan hukum koperasi. Diantaranya dalam mendapatkan bahan-bahan baku jualan seperti gula, beras dan lainnya tentunya akan mendapatkan harga yang lebih murah daripada berjalan sendiri-sendiri. Kemudian untuk membayar rekening listrik maupun yang lain bisa dikoordinir secara baik. Kami dari Dinas Koperasi siap memfasilitasi,” tandasnya.

Sejauh ini sudah ada 43 sentra PKL yang merupakan hasil relokasi dari Dinas Koperasi Kota Surabaya dan sebagian sudah membentuk badan hukum koperasi. “Mencari nafkah dengan berjualan ala PKL memang hal yang paling mudah. Apalagi penduduk Surabaya ketika malam sekitar 3 juta jiwa, namun pada siang hari mencapai 2 kali lipatnya. Jadi bukan hanya menggusur saja, melainkan juga merelokasi teman-teman PKL yang masih berjualan di lokasi tidak semestinya ke sentra-sentra PKL yang lebih nyaman dan sesuai aturan Perda,” timpalnya. (ro)

Teks foto: Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya, Dra. Sunarsih, saat memberikan kata sambutannya.