31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

IUWASH Resmi Akhiri Program Kerjanya di Indonesia

IUWASH di SurabayaSurabaya, KabarGress.com – Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH) mengakhiri perjanjian kerjasamanya, antara USAID dengan Pemerintah Republik Indonesia tentang bantuan teknis untuk peningkatan kapasitas program Air Minum dan Sanitasi Maret 2016. “IUWASH sudah memberikan dampingan di 12 Kabupaten-Kota khususnya di Jawa Timur, diantaranya di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu. Seluruh kegiatan lapangan program IUWASH di dua belas kabupaten-kota yang merupakan wilayah dampingan di Provinsi Jawa Timur itu sudah berjalan lima tahun terakhir,” ungkap Koordinator USAID – IUWASH East Java Regional Office, Laksmi Cahyaniwati, pada Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia, jelang berakhirnya progran kerja mereka di Indonesia, Senin (29/02/2016)

Menurut Laksmi, selama kurun waktu lima tahun itu perjalanan proyek IUWASH bersama mitra di duabelas kabupaten-kota diantaranya; Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo sudah menghasilkan berbagai best practice untuk pembangunan sektor Air minum dan Sanitasi.

Dikatakan, dalam sektor SANITASI khususnya air limbah domestik yang sudah dilaksanakan IUWASH bersama para mitra, dimulai dengan ToT program STBM, pemicuan, pelatihan wirausaha sanitasi, praktek pembuatan jamban sehat, penguatan kapasitas wirausaha sanitasi, pelatihan dan praktek promosi dan marketing sanitasi, link dengan lembaga keuangan, fasilitasi program pembiayaan skala kecil untuk sarana sanitasi terutama untuk system individu, peningkatan kapasitas pengelola IPAL komunal yang dibangun melalui program Sanimas USRI dan DAK SLBM, program hibah sanitasi untuk sistim individu dan komunal, dan ToT Promotor Sanitasi Kota Andalan.

Untuk skala kota, lanjutnya, IUWASH berintegrasi dengan berbagai program, diantaranya sAIIG dalam mewujudkan IPAL skala kawasan, Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) sebagai integrasi pengelolaan air limbah domestik yang berkelanjutan, kelembagaan/unit pengelola teknis daerah (UPTD)sebagai operator pengelolaan air limbah domestik skala kota.

Pada sektor government, kata Laksmi, IUWASH melakukan pendampingan pembuatan regulasi lokal berupa PerBup/PerWali dan PERDA sebagai faktor pendukung keberhasilan program air minum dan sanitasi serta gender mainstreaming untuk keseimbangan, kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam melaksanakan pembangunan sector air minum dan sanitasi sehingga prinsip-prinsip keadilan selalu menjadi variable dan indikotor dalam pelaksanaannya dan Citizen Engagement Mechanism (mekanisme keterlibatan warga masyarakat) dalam pembangunan air dan sanitasi kita bangun agar program tersebut selalu memprioritaskan peran aktif masyarakat untuk menjaga keberlangsungan program.

Ditambahkan Laksmi, berbagai pengalaman empirik dan best practice program sanitasi khususnya pengelolaan air limbah domestik yang sudah dicapai IUWASH perlu direspon secara positif dan proaktif oleh pemerintah kabupaten-kota, provinsi dan pusat untuk mendukung tercapainya misi universal acces 100 – 0 – 100 sehingga perlu diupayakan program-program tersebut untuk bisa dimasukkan kedalam sistem perencanaan tahunan pemerintah yakni MUSRENBANG yang dilakukan setiap SKPD yang dikoordinir BAPPEDA yang dimulai dari MUSRENBANGDES.

Laksmi mengatakan diharapkan dengan langkah itu akan ada integrasi, sinergitas dan sinkronisasi program air minum dan sanitasi antar dinas teknis terkait bisa terjadi, maka kedepan komitmen pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengalokasikan anggaran sehingga keberhasilan dan keberlanjutan program air minum dan sanitasi bisa diwujudkan.

Sementara itu, Nugroho Tri Utomo, Direktur Perumahan dan Pemukiman Bappenas, mengungkapkan pelayanan akses dan sanitasi terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi salah satu dari 12 prioritas dalam pemerintahan Jokowi-JK. “Saya optimis, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten mampu berkontribusi dalam mencapai target untuk akses Universal tahun 2019 seperti yang dicanangkan Presiden Jokowi,” papar Nugroho Tri Utomo, di sela-sela acara penutupan program IUWASH di Surabaya yang dihadiri 12 wilayah dampingan IUWASH yang didanai oleh USAID Indonesia setelah berjalan selama 5 tahun terakhir, Kamis (3/3/2016).

Akses universal yang diusung pemerintah, lanjut Nugroho, mencapai 100-0-100. 100 persen masyarakat Indonesia terlayani air minum – 0 persen daerah kumuh – 100 persen masyarakat Indonesia terlayani akses sanitasi yang baik-hingga tahun 2019.

Sementara itu, Deputy Director of USAID Indonesia/Enviroment Office, Heather D’Agnes, menegaskan air minum yang aman dan sanitasi yang layak sangat penting bagi terwujudnya kesehatan dan kegiatan rutin di tingkat rumah tangga. “USAID memberikan penghargaan yang tinggi atas upaya Pemerintah Provinsi dan Daerah dalam mendukung progam ini,” tandasnya. (ro)

Sekilas IUWASH

IUWASH adalah program Air, Sanitasi dan Kebersihan Perkotaan Indonesia yang berdurasi selama lima tahun yang didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau U.S. Agency for International Development (USAID). IUWASH berupaya membantu Pemerintah Indonesia meraih kemajuan untuk mencapai target Millenium Development Goals melalui perluasan akses terhadap air bersih dan layanan sanitasi yang aman pada tahun 2015 dan berkembang menjadi target Universal Access 100-0-100 yang akan dicapai Pemerintah pada tahun 2019.