31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Sebarkan Virus Optimisme Hadapi MEA

Wagub Jatim Saifullah Yusuf menerima cinderamata dari  Rektor Universitas Widyagama Malang, Iwan Nugroho di acara Dies Natalis  Universitas Widyagama Malang ke 44Malang, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan, bahwa menghadapi pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) masyarakat dan dunia akademisi diminta tidak panik dan harus selalu optimis dalam menghadapinya. “Bahkan, saya optimis Jatim bisa menjadi pemenang di MEA ini. Di tingkat pemerintah kita berupaya dan terus menghadirkan kebijakan yang melindungi masyarakat. Kita akan seleksi dan perketat barang yang masuk ke Indonesia agar barang dari luar yang masuk betul betul berkualitas begitu juga dengan pekerja asing juga akan diawasi secara ketat,” ungkapnya saat memberikan paparan bertema Pemantapan SDM Berkarakter MEA 2016 pada acara Dies Natalis ke- 44 Universitas Widyagama Malang, Sabtu, (27/2).

Ia menjelaskan, pasar bebas Asean menyebabkan bebasnya arus barang dan jasa yang masuk di antar negara Asean sehingga batas-batas negara semakin tipis sekali. “Ini yang perlu kita sadari. Hampir produk yang kita konsumsi adalah produk asing. Maka, pemerintah terus mendorong UMKM agar produk yang dihasilkan bisa murah dan berkualitas dengan bagus. Tak hanya itu, produk yang akan menjadi pemenang dalam pasar Asean adalah produk yang murah, bagus dan mudah dicari. Percuma jika produk bagus namun ketersediaan produk di pasar tidak terpenuhi,” tegasnya.

Gus Ipul melanjutkan, masyarakat harus optimis dalam menghadapi MEA. Rasa optimis tersebut terlihat dari banyaknya peluang dari bergulirnya MEA. Salah satu peluangnya adalah Indonesia sebagai pusat jaringan produksi dan kawasan tujuan investasi.

Dengan adanya Asean ini, Gus Ipul optimis dapat terbentuknya pasar tunggal sehingga memudahkan masyarakat dalam menyeleksi barang dan jasa. Selain itu, Indonesia dan Jatim di pasar Asean menjadi primadona dengan memiliki pasar potensi sekitar 601 juta jiwa penduduk.

MEA juga memiliki banyak hal positif jika regulasi yang dilakukan oleh pemerintah bisa tepat. Melalui regulasi dan kebijakan yang tepat dari pemerintah terhadap MEA akan berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan perekonomian, tumbuhnya ekspor dan impor produk hingga derasnya investasi yang masuk.

Di hadapan, ratusan dosen dan mahasiswa Universitas Widyagama, Gus Ipul menekankan pentingnya dunia akademisi untuk bersinergi bersama pemerintah dalam menyusun dan membuat bahan kajian secara mendalam tentang keberadaan MEA.

“Mari kita lakukan hal secara bersama. Jika di tingkat pemerintah, kami akan membuat kebijakan yang melindungi masyarakat. Sementara di tingkat akademisi, perguruan tinggi harus ikut mendalami pasar bebas Asean ini melalui penelitian dan kajian secara mendalam. Hasil akhir yang ingin di capai adalah pemikiran dari akademisi tersebut akan dijadikan pijakan oleh pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Widyagama Malang Prof. Dr. Ir Iwan Nugroho menjelaskan, bahwa DIES NATALIS ini merupakan salah satu komitmen kampus dalam mengoptimalkan peranan kampus di dunia pendidikan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat terutama menghadapi Pasar Bebas Asean atau MEA. “Banyak prestasi akademik yang kami raih. Harapan kami agar kampus ini keberadaanya bisa terus eksis dan memberikan kontribusi terhadap lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Universitas Widyagama ini memiliki sumber daya yang sangat kompeten. Hal tersebut merupakan potensi besar dan ke depan akan lebih di optimalkan. “Kami siap bersaing dengan kampus kampus lain di Malang dan Jatim. Kami juga akan terus berupaya menjalin sinergitas akademik dengan kampus kampus yang ada di Jatim,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia Universitas Widyagama Malang Prof. HA. Mukthie Fajar, SH, MH mengatakan, bahwa kampus ini memiliki semangat ke Indonesiaan, keislaman dan kewirausahan. Ke Indonesiaan bisa diartikan bahwa Universitas Widyagama melihat Negara Indonesia merupakan wadah yang final untuk berkompetisi secara positif dengan negara lain.

Selain itu, kampus ini juga memiliki semangat keislaman yang tertanam dalam jiwa. Terakhir, kampus ini memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi. “Pembangunan tidak bisa diisi hanya sekelompok orang atau birokrat, namun pertumbuhan ekonomi akan lahir dikarenakan adanya industri ekonomi. Kemajuan kampus kami selalu sejalan dengan komitmen dengan pembangunan daerah baik Jatim maupun di Malang raya,” pungkasnya. (hery)