Di Era Teknologi Maju, Diperlukan Akurasi Pemberitaan

wagub jatim sambutan sekaligus membuka seminar ekonomi dgn tema outlook economi 2016 di hotel Best Western OJ kota malang1Malang, KabarGress.com – Di era teknologi yang semakin maju, akurasi pemberitaan yang ditulis seorang wartawan sangatlah penting. Karena salah kutip sedikit saja dalam penulisan berita akan menimbulkan permasalahan yang sangat panjang. Tidak hanya itu, berita yang salah tersebut akan dibaca oleh siapapun dan terbaca sepanjang masa.

“Oleh karena itu, seorang wartawan pada saat ini harus profesional. Tulisannya harus mengandung visi dan misi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H Saifullah Yusuf saat membuka Seminar Outlook Economy 2016 yang diadakan oleh PWI Malang Raya dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional ke 70, di Best Western Hotel Malang, Rabu (24/2/2016).

Pada kesempatan itu, Wagub yang lebih akrab dengan panggilan Gus Ipul memaparkan permasalahan yang melanda perekonomian Indonesia. Antara lain suku bunga Indonesia yang sudah terlalu tinggi, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika, pertumbuhan ekonomi pasar lemah yang disebabkan era global dan harga minyak yangterus melemah. Kesemuanya berefek pada semua penjualan yang terus menurun.

Indeks Gini atau Kesenjangan pendapatan antara kaum miskin dan kaya, kesenjangan antara desa dan kota semakin lebar. Bahkan pada kesempatan itu Gus Ipul menirukan syair lagu Oma Irama “Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin”.

Walaupun arus perdagangan melemah dan kesenjangan pendapatan semakin lebar, tetapi Gus Ipul tetap optimis karena mesin pertumbuhan ekonomi dewasa ini terletak di Asia Timur. Dan Jawa Timur merupakan penggerak perekonomian di tingkat nasional. “ Yang diperlukan saat ini adalah inklusifitas pertumbuhan ekonomi, artinya pertumbuhan ekonomi yang merata,” pungkasnya.

Ketua PWI Jawa Timur Achmad Munir pada kesempatan itu mendorong agar PWI di daerahterus melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi stake holder, yaitu pemerintah, pengusaha atau pelaku usaha dan masyarakat. Wartawan, menurutnya juga manusia biasa sehingga banyak melakukan kesalahan. Oleh karena itu mereka juga memerlukan teguran dari stake holder. Sinergitas antara wartawan dan stake holder sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil karya yang berkualitas.

“PWI dituntut untuk meningkatkan profesionalisme wartawan agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan karya,” pesannya. Salah satu cara dengan mengikuti uji sertifikasi kompetensi wartawan. Di tahun 2017 seluruh wartawan wajib mendapatkan sertifikasi wartawan.

Hadir pada kesempatan itu selain wartawan se Malang Raya, juga Walikota Malang M Anton, Wakil Walikota Malang Setiaji, Wakil dari Forpimda, Ketua PWI Malang Raya Sugeng Irawan, dan beberapa mahasiswa.

Sedangkan sebagai narasumber adalah Kepala OJK Malang Indra Krisna, Kepala Kantor Bank Indonesia Malang Budi Herawati dan Ekonom Universitas Brawijaya Malang Dias Satria. (hery)

Leave a Reply


*