20/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Puluhan Siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya Unjuk Terampil Memasak Bersama Dua Mahasiswi Russia

Puluhan Siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya Unjuk Terampil Memasak Bersama Dua Mahasiswi RussiaSurabaya, KabarGress.Com – Puluhan siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya tampak sibuk dengan kelompoknya belajar memasak bertemakan “Unjuk Terampil Memasak Bersama Miss Elina dan Miss Inna dari Russia”, di halaman sekolah, Jumat (19/2/2016).

Memang, tampak di tengah hiruk pikuk chef-chef kecil tersebut ada 2 mahasiswi asal Russia, yakni Miss Elina Khismatullina dan Miss Zorina Inna. Di negeri Pimpinan Vladimir Putin itu mereka kuliah di Russian State Trade and Economics University dan Financial University under the government of the Russian Federation.

Perlu diketahui, kedatangan dua mahasiswa pada 23 Januari 2016 itu mendapat sambutan hangat dari Pimpinan Sekolah dan para siswa. Selama di SD Muhammadiyah 4 Surabaya dua mahasiswa itu melakukan aktivitas mengajar mulai 25 Januari sampai 29 Pebruari 2016. Materi yang diajarkan adalah Bahasa Inggris dan budaya khususnya budaya Rusia.

Puluhan Siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya Unjuk Terampil Memasak Bersama Dua Mahasiswi Russia 1Dengan kehadiran mahasiswa magang dari luar negeri untuk kali ke lima ini diharapkan SD Muhammadiyah 4 Surabaya semakin di kenal di luar negeri. “Miss Elina dan Miss Inna ini merupakan mahasiswa dari luar negeri ke lima yang magang ke SD Muhammadiyah 4 Surabaya, saya berharap sekolah kita bisa semakin dikenal di luar negeri,” ungkap Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Edy Susanto.

Selain mengajar Bahasa Miss Elina dan Miss Inna juga akan memaparkan tentang negara Rusia, meliputi budaya, bahasa, agama, musim, sosial masyarakat, makanan dan lain-lain yang berhubungan dengan Rusia. Selain bahasa Inggris dua mahasiswa Rusia itu mempunyai keahlian lain. Miss Inna ahli banking bisnis dan Miss Elina ahli fotografi.

“Atas masukan dari para walimurid khususnya yang putra-putrinya belajar bahasa Arab, kami ke depan juga berencana mendatangkan mahasiswa dari Timur Tengah. Jadi bukan bahasa Inggris saja tetapi juga bahasa Arab diajarkan kepada anak-anak,” imbuhnya. (ro)