22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Pemerintah Targetkan Tahun 2020 Seluruh Papua Diterangi Listrik

* SKK Migas Gandeng ITS Wujudkan Program Listrik

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menerima naskah MoU dari Rektor ITS Prof Joni HermanaSurabaya, KabarGress.com – Pemerintah Indonesia menargetkan Pulau Papua pada 2020 telah diterangi listrik secara keseluruhan. Untuk mewujudkan hal ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pun digaet untuk mewujudkan program tersebut oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan ITS, Kamis (4/2/2016).

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (kiri) menerima naskah MoU dari Rektor ITS Prof Joni Hermana. MoU ini melibatkan ITS dalam perencanaan distribusi Liquefied Natural Gas (LNG) untuk tenaga listrik di Provinsi Papua Barat hingga tahun 2020. Karena LNG merupakan sumber pembangkit listrik yang akan menerangi pulau cenderawasih ini.

Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas mengungkapkan, proses pemerataan listrik ke Papua masih terjegal oleh masalah distribusi LNG. “Kita sudah punya LNG-nya, tapi masih kesulitan mendistribusikannya ke Papua,” ungkap pria yang akrab disapa Amien ini.

Saat ini, SKK Migas sedang mengejar waktu untuk segera menuntaskan masalah distribusi LNG.Untuk itu, SKK Migas menggaet ITS untuk mengkaji metode yang paling efektif untuk pengiriman LNG. Dan konsep distribusi yang harus dipikirkan ITS meliputi sarana infrastruktur dan transportasi.

“Bukan hanya kesiapan kapal yang mengangkut LNG. Kita juga harus mempersiapkan infrastruktur terminal LNG,” ujar Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD saat menemui wartawan usai penandatanganan MoU.

Bidang studi yang dilibatkan dalan penyusunan konsep ini juga melibatkan berbagai jurusan di ITS. Seperti Teknik Industri untuk masalah pengiriman logistik, Teknik Kimia, Teknik Fisika, dan keilmuan di bawah Fakultas Teknologi Kelautan.

“Namun karena sekarang kasusnya adalah konsep distribusi, yang paling berperan mungkin baru Teknik Industri,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV ITS Prof Dr Ketut Buda Artana ST MT, mengatakan bahwa ITS akan membuka kesempatan kepada perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua, yang ingin menggali ilmu lebih dalam untuk merancang metode membantu mendistribusikan LNG ke wilayah mereka nantinya.

“Kami persilakan para dosen atau tenaga ahli dari universitas di sana (Papua, red) untuk belajar ke ITS, dan bila perlu kami akan memberikan pendampingan juga nantinya,” ujar guru besar dari Jurusan Teknik Sistem Perkapalan ITS ini.

Di sisi lain, Bupati Fakfak, Oktovianus Mayor, mengungkapkan sangat bersyukur dengan kerjasama antara SKK Migas dengan ITS ini. Ia juga mengungkapkan segala pembangunan di Fakfak dan daerah lain di Papua selalu terhambat masalah listrik. Padahal Papua memiliki potensi alam dan pariwisata yang begitu melimpah. “Untuk itulah pengaliran listrik di Papua harus segera dilakukan,” ujarnya.

Mayor menilai sudah saatnya ‘orang pintar’ di ITS dan perguruan tinggi ternama lainnya untuk turun tangan membantu pembangunan di Papua. Untuk itulah Mayor mengungkapkan sangat berterimakasih dengan turut terlibatnya ITS dalam program pengaliran listrik di tanah mutiara hitam ini.

Pria asli Papua ini juga mengungkapkan kalau Pemerintah Daerah Fakfak akan mengerahkan segala usaha untuk membantu proses kelancaran program ini. Pemerintah Fakfak akan menyediakan segala infrastruktur maupun sumber daya manusia yang dibutuhkan. “Yang penting Papua segera terang,” pungkasnya. (ro)

Teks foto: Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (kiri) menerima naskah MoU dari Rektor ITS Prof Joni Hermana.