31/05/2020

Jadikan yang Terdepan

Hindari Plagiat, Perpustakaan dan P3AI Adakan Pelatihan Meminimalkan Plagiasi pada Karya Imiah

Surabaya, KabarGress.com – Plagiarisme atau tindakan penjiplakan terhadap karya ilmiah saat ini semakin marak terjadi dan menjadi perbincangan di dunia pendidikan. Terjadinya kesamaan tulisan ataupun ide pada suatu karya ilmiah bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, meski mungkin tidak ada maksud menjiplak, akan tetapi apapun itu, sengaja atau tidak, tetap saja terjadinya kesamaan ide ataupun tulisan tanpa menuliskan sumber yang jelas akan dianggap sebagai tindakan plagiat, dan ini bisa dikategorikan sebagai kecurangan atau bahkan ketidakjujuran intelektual.

Tindakan plagiat bisa juga terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang bagaimana cara mengutip yang benar dari tulisan orang lain, meski ada saja oknum-oknum tertentu yang memang dengan sengaja mengambil tulisan orang lain dan mengaku sebagai tulisannya sendiri. Disinilah fungsi dosen pembimbing sangat dibutuhkan yaitu untuk melakukan pembimbingan dan pemantauan terhadap karya ilmiah mahasiswa sebagai upaya mencegah adanya unsur plagiat.

Menurut Dr. M.J. Dewiyani Sunarto, Dosen Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya yang juga adalah Kepala Bagian Pusat Pengembangan Pendidikan dan Aktivitas Instruksional (P3AI), fungsi dosen pembimbing selain melakukan bimbingan terhadap penelitian yang sedang dilakukan oleh mahasiswanya juga hendaknya berfungsi sebagai pengawas (supervisor), namun terkadang fungsi ini acapkali dikesampingkan, sehingga hal ini menjadi sebuah “kesempatan” untuk melakukan plagiarisme. Pembimbing yang semestinya menjadi first filter malah terkesan membantu memuluskan praktek plagiarisme di dunia akademis karena tidak memeriksa secara benar proses pembuatan TA. Bagaimanapun plagiarisme adalah tindakan yang sangat dikutuk dalam dunia ilmiah, oleh karenanya si pelaku akan mendapatkan hukuman yang berat dalam forum-forum ilmiah.

Menanggapi masalah ini, langkah awal yang dapat dilakukan adalah melakukan penyaringan (filtering) terhadap karya ilmiah mahasiswa melalui pengecekan tingkat kesamaan tulisan dengan karya lain. Melalui pengecekan ini akan diketahui seberapa miripkah tulisan kita dengan karya orang lain, dengan membiasakan mahasiswa mendapatkan hasil tentang prosentase tingkat plagiat karya tulis mereka, harapannya mereka dapat lebih berhati-hati dalam menuliskan kutipan. Tentunya mutu lembaga pendidikan akan semakin berkualitas jika karya-karya ilmiah yang dihasilkan terbebas dari unsur plagiat.

Untuk mendukung pencegahan terhadap tindakan plagiat, Pusat Pengembangan Pendidikan & Aktivitas Instruksional (P3AI) dan Perpustakaan Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya mengadakan Pelatihan dan Workshop tentang bagaimana melakukan deteksi plagiat pada karya ilmiah dengan mengundang pihak Turnitin sebagai nara sumber, bertempat di Stikom Surabaya, Jl. Raya Kedung Baruk 98 Surabaya, 2-3 Pebruari 2016.

“Harapannya melalui pelatihan ini dosen bisa lebih memaksimalkan fungsinya selain sebagai pembimbing juga sebagai pengawas untuk melakukan filtering pada karya ilmiah mahasiswanya. Tidak hanya itu, adanya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bukan hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi dosen dan peneliti untuk menghargai hasil karya orang lain dengan menyebutkan sumber yang jelas pada setiap kutipan yang ditulis pada karya ilmiah. Dengan demikian nilai-nilai kejujuran intelektual dapat ditanamkan untuk membentuk generasi-generasi yang berkualitas dalam dunia pendidikan,” jelasnya.

Pada pelatihan ini, peserta yang semuanya adalah Dosen Institut Bisnis dan Informatika Surabaya secara langsung akan mencoba menggunakan berbagai fasilitas yang disediakan oleh software Turnitin, seperti bagaimana melakukan deteksi plagiat terhadap karya ilmiah, bagaimana membuat kelas sehingga mahasiwa bisa mengirimkan dokumen tugas kepada dosen untuk dilakukan cek plagiat dan sekaligus untuk bimbingan dengan dosen. (ro)