21/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Pemkot Antisipasi Penolakan Pemulangan Eks Gafatar Asal Surabaya

Surabaya, KabarGress.Com – Memasuki hari keempat masa pengungsian eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), proses pendataan terhadap warga Surabaya terus dilakukan. Pemerintah Kota Surabaya kian mengintensifkan jajaran Kecamatan untuk segera memproses pemulangan kembali ratusan warga Surabaya dari penampungan di Wisma Transito, Disnakertransduk Propinsi Jawa Timur.

Berdasarkan data terbaru, dari 725 pengungsi yang ditampung, kini hanya tinggal 318 pengungsi. Sebagian besar mulai dipulangkan secara bergelombang sejak kemarin. Sebagian besar diantaranya merupakan warga Surabaya, yang dititipkan sementara.

Beberapa kendala mulai dihadapi. Salah satunya, penolakan untuk dikembalikan ke rumah asal masing-masing. Hal tersebut diakui oleh Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Eddy Christijanto. ’’Kami mulai melakukan pendekatan ke para pengungsi. Itu dilakukan sebagai langkah antisipasi,’’ katanya, Selasa (26/1/2016).

Mantan Camat Wonokromo dan Genteng ini menyatakan, upaya penolakan tersebut lebih disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, sudah tidak memiliki tempat tinggal dan adanya penolakan dari kerabat para pengungsi. Informasi tersebut mulai dilaporkan dari masing-masing perangkat Kecamatan yang melakukan kroscek dilapangan.

’’Sementara memang kami titipkan disini. Namun, kami juga masih memikirkan alternatif tempat tinggal bagi mereka,’’ urai Eddy.

Dilain sisi, penempatan bagi para pengungsi di beberapa hunian milik Pemkot Surabaya juga masih belum terpikirkan. Pasalnya, hal tersebut masih memerlukan koordinasi dari seluruh SKPD Pemkot Surabaya yang mebidani urusan itu. (tur)