29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Kuswana Mandiri Septian Nahkodai HIPMI BPC Surabaya Periode 2016-2019

Kuswana - Yudhi - RadityoSurabaya, KabarGress.com – Kuswana Mandiri Septian akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Surabaya periode 2016-2019. Pengusaha muda yang sebelum ini menjabat Wakil Bendahara Umum tersebut terpilih secara aklamasi setelah dua calon ketum lain, Yudhi Prasetiawan dan Radityo Suryo Hartanto, menyatakan mundur dari pencalonan.

Pemilihan ketua yang merupakan puncak kegiatan Muscab HIPMI Surabaya itu berlangsung di Graha Kadin Jatim, Minggu (17/1/2016). Acara tersebut hanya dihadiri 35 anggota, meski organisasi ini beranggotakan sekitar 300 pengusaha muda. Dan, mereka yang hadir akhirnya mufakat memilih Kuswana sebagai ketum selama 3 tahun ke depan.

Kuswana pun menerima keputusan tersebut. Pengusaha otomotif ini menyatakan siap mengemban tugas bersama pengurus yang segera dipilih. “Ini amanat dan tanggung jawab yang harus kami emban untuk membuat HIPMI Surabaya lebih baik,” ungkap Kuswana seusai Muscab.

“Saya akan segera kumpulkan mantan calon Ketum lain untuk duduk bersama untuk merumuskan program kerja HIPMI Surabaya tiga tahun kedepan. Program-program mereka sangat bagus, sayang sekali jika tidak diakomodir,” ujar pria kelahiran Jember tahun 1986 ini.

Pengusaha muda yang memiliki sejumlah otlet dealer motor Suzuki di Surabaya dan sekitarnya ini juga akan mendiskusikan program-programnya, di antaranya meningkatkan sinergitas antar anggota melalui berbagai kegiatan yang bersifat sosial. “Melalui kegiatan yang akan kami jalankan itu kami harap hubungan seluruh anggota HIPMI Surabaya akan semakin erat dan akhirnya tidak menutup kemungkinan akan menelurkan sinergi bisnis antara mereka,” tukasnya.

Selain itu dia juga ingin ada penularan virus enterpreneur atau wirausaha dengan membuat satu video inspiratif yang akan diunggah di Youtube hingga bisa disaksikan seluruh pengusaha dan masyarakat lainnya.

Harapannya, mereka yang belum berwirausaha akan tertarik dan akhirnya memutuskan untuk membangun usaha sendiri yang bisa menyerap tenaga kerja dan memajukan perekonomian rakyat Indonesia. “Jadi, selain meningkatkan jumlah pengusaha, HIPMI Surabaya harus menjadi percontohan bagi HIPMI cabang lain di seluruh Indonesia. Surabaya harus lebih dulu berpacu menyebarkan virus enterpreneur ke seluruh penjuru tanah air,” tandasnya.

Dan yang tidak kalah penting, lanjutnya, adalah melakukan transfer keilmuan antar anggota. Pengusaha kecil atau pemula harus diberikan kesempatan untuk berkarya. Caranya bisa dengan meminta pemerintah untuk lebih simpati dan mau memberikan kesempatan kepada mereka mengerjakan berbagai proyek yang ada.

“Pemerintah harus peduli dan memberikan kesempatan kepada mereka. Karena 10 tahun hingga 15 tahun kedepan, pengusaha muda inilah yang akan menjadi penentu pergerakan ekonomi bangsa,” tegas dia yang juga punya usaha Doktor Ban ini.

Mengenai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah mulai berjalan, Kuswana mengatakan, jika sinergitas pengusaha sudah jalan dan landasan ekonomi rakyat sudah kuat, bangsa ini akan tetap menjadi tuan di rumah sendiri dalam persaingan MEA. “Kita tetap menjadi penentu dan pemilik usaha, sementara mereka hanya menjadi pekerja,” tandasnya.

Terakhir dikemukakan, dalam kepengurusannya nanti ditargetkan jumlah anggota HIPMI Surabaya akan sebanyak 2.000 pengusaha muda. Selain akan mengakomodir pengusaha muda yang belum jadi anggota, termasuk pengusaha warung kopi sekalipun, HIPMI Surabaya akan terus mendorong pertumbuhan pengusaha muda. (ro)

Teks foto: Kuswana Mandiri Septian, Yudhi Prasetyawan dan Radityo Suryo Hartanto.