01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo: Peran PPNI Mewujudkan Jatim Sehat di Era MEA

gub jatim memberi ucapan selmat kpd pengurus PPNI periode 2015-2020Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menghadiri acara pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PW-PPNI) Prov. Jatim periode 2015-2020 di Hotel JW Marriot Surabaya, Rabu (30/12) mengatakan, bagaimana peran Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Prov. Jatim dalam mewujudkan Jawa Timur Sehat di Era MEA.

Menurut Pakde Karwo, hal yang harus dilakukan PPNI sebagai wujud untuk menjadikan Jatim sehat di Era MEA, antara lain mau meningkatkan etos kerja dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat; yang kedua sebagai perawat harus mengerti apa yang seharusnya dikerjakan dan diberikan pada masyarakat yang membutuhkan. Karena masayarakat yang datang pada Puskesmas atau Ponkesdes itu pasti orang sakit, meskipun hanya sebesar 20 % saja orang yang benar-benar sakit sedang yang 80 % adalah jiwanya yang sakit atau kesepian. “Untuk itu, yang ketiga adalah perawat harus bekerja dengan ikhlas dan siap serta sanggup kapanpun masyarakat membutuhkan, berilah sentuhan kasih sayang dalam melayani masyarakat serta berilah senyuman, karena dengan senyuman maka 50 % penyakit akan sirna dan sembuhnyapun mudah,” tandas Pakde.

Jawa Timur, tahun 2015 ini telah memperoleh penghargaan Tingkat Nasional untuk bidang kesehatan, yakni dalam sistem pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Untuk itu, kalau perawat adalah pekerjaan profesi maka satu hal yang sangat penting dan harus bisa diberikan dan dilakukan oleh seorang perawat adalah bekerja dengan sepenuh hati dan ikhlas. “Sebab, menjadi perawat adalah pilihan dan pilihan itu adalah pengabdian. Oleh karena itu, lebarkan relasi dan sayapmu untuk membantu dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat guna meningkatkan derajat kesehatan dengan ilmu yang telah kita miliki,” ujarnya.

Di Jatim, tambah Pakde Karwo, jumlah keseluruhan perawat sekitar 51 ribu, dari jumlah tersebut sekitar 10 ribu perawat ada di Surabaya. Sedang yang 41 ribu perawat lainnya tersebar di seluruh Kab/Kota se Jatim, untuk itu penempatan perawat tidak bisa merata bahkan ada beberapa Kabupaten yang masih kekurangan perawat.

Sebagai gambaran mayor dan minor tentang posisi kesehatan di Jatim, luas jatim 47.157 Km, terbagi menjadi 38 Kab/Kota yaitu 29 kab dan 9 kota dengan 664 kecamatan serta 851 desa dan 2.551 kelurahan. Dengan jumlah desa serta kelurahan dan kecamatan tersebut, masyarakat yang sakit untuk menjangkau ke Puskesmas tentu jauh bahkan ada yang sangat jauh. Oleh karena itu, Pemprov. Jatim membuat kebijakan membangun Ponkesdes serta Polindes sebagai basis dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok sekalipun.

Hingga saat ini, lanjutnya, jumlah Ponkesdes di jatim sebanyak 3.313 dan jumlah Polindesnya sebanyak 5.700, di setiap Ponkesdes diberi petugas kesehatan yakni 2 orang perawat kadang ada yang 3 orang perawat. Perawat-perawat itu diberi insentif atau honor dari APBD Prov Jatim sebesar Rp800 ribu/bulan/ orang. Dan Insya Allah tahun 2016 nanti, gaji perawat di setiap Ponkesdes akan dinaikkan 3 X lipat, yakni rencananya setiap perawat-perawat itu akan menerima gaji sekitar Rp2,4 juta/bln/orang.

“Semoga dengan dinaikkannya honor atau gaji ini, tenaga kesehatan khsusnya perawat yang ada di Ponkesdes akan bertambah giat, semangat serta ikhlas dalam mengabdikan dirinya serta mendermakan ilmunya demi derajat kesehatan masyarakat Jawa Timur,” tegasnya.

Kesehatan dan pendidikan adalah sarana yang fundamental untuk menaikkan Indek Pembangunan Manusia (IPM), sebelum menggunakan metode baru IPM jatim 73,98 % tapi setelah menggunakan metode baru, saat ini IPM Jatim 68,14 % dan angka merupakan derajat yang paling baik di Indonesia. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Jatim lebih rendah dibanding tingkat nasional yakni 0,61 % (LPP Jatim), sedang LPP nasional 1,5 %.

Sedang untuk pasangan subur di Jatim hanya 1,96 % sementara nasional 3 %. Sedangkan untuk Indeks Pembangunan Gender, Jatimpun tidak mau ketinggalan dengan tingkat nasional. Yakni IPG Jatim 68,53 % dan sembilan tahun berturut-turut (9 X) IPG selalu mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. Ini menunjukkan peran perawat sudah baik dan bagus, namun ke depan harus lebih ditingkatkan lagi demi mewujudkan Jawa Timur sehat di era MEA nanti. Sebab, di era MEA kita bersaing lebih dari 10 negara untuk tenaga kesehatan saja belum yang lain.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Pakde Karwo menjelaskan program unggulan kesehatan Prov. Jatim tahun 2016, meliputi empat (4) bidang; yakni kusta, HIV AIDS, TBC dan Pasung. “Mengapa program unggulan kesehatan mengambil empat topik tersebut? Alasannya, karena jumlah penderita kusta di Jatim tambah banyak, begitu juga dengan HIV AIDS dan TBC serta sakit jiwa jumlahnya terus bertambah. Jumlah orang sakit gangguan jiwa di Jatim sebanyak 1.656.825 orang,” katanya.

Pengurus Wilayah Daerah PPNI Jatim yang dilantik sebanyak 90 orang perawat terdiri dari Ketua DWP PPNI Jatim, wakil, sekretaris, bendahara, dan tujuh kepala bidang serta anggota. Ikut hadir dalam acara itu Ketua PPP Jatim, Kepala Sekolah Kesehatan (PPNI) Kab/ Kota, kepala rumah sakit negeri dan swasta se Jatim. (hery)