25/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul: Majelis Pengajian Wujudkan Jatim Aman

Gus Ipul Bersama Bup Bojonegoro dan KH Anwar Zahid Berdialog Dengan Ketum PBNU KH Said Aqil SiradjBojonegoro, KabarGress.com – Pengajian memperingatan Maulud Nabi Muhammad SAW merupakan majelis yang ikut andil dalam proses menciptakan ketenangan dan keamanan dalam masyarakat di Jatim. Hal itu diutarakan Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul ketika menghadiri Gebyar Maulud Nabi Muhammad SAW dan khoul KH Abdurrochim dan KH Syafi’i, di Ponpes As-Syafi’iyah, Simorejo Kanor Bojonegoro, Minggu (27/12) malam.

Menurutnya, melalui peringatan Maulud Nabi diharapkan dapat menghadirkan Syafaat dari Rosul Muhammad SAW. Sebenarnya Jatim banyak kekurangan dan banyak masalahnya, baik kemiskinan pengangguran dan lain sebagainya kita. Tapi jika suasanya tetap tenang seperti ini dan masyarakatnya guyup rukun, maka Insya Allah peluang untuk menyelesaikan masalah itu terbuka lebar. Salah satu yang membuat Jatim tenang adalah majelis-majelis pengajian seperti ini. Majelis yang mempertemukan Kyai dan santri, mengokohkan gotong roying dan kebersamaan.

“Ini kekuatan yang luar biasa, sehingga hubungan silaturahmi antara Kyai dengan para santri serta masyarakat tidak pernah putus dan nyambung terus. Hal itu karena ada majelis-majelis seperti ini. Masalah akan selesai jika kita punya semangat kebersamaan,” tegasnya.

Gus Ipul Menyapa Ratusan Warga Yang HadirSalah satu bukti, lanjutnya, hari ini kita semua berkumpul disini, mulai Menteri, Ketua DPRD Provinsi, Bupati, Sekda, Camat sampai Kepala Desa, para Kyai sepuh bersama semua jamaah, musisi, disamping untuk memperingati Maulud Rosulullah SAW juga memperingati wafatnya Ulama. Majelis seperti ini memperkuat persatuan, mengokohkan hubungan/ silaturahmi, dan kegotong royongan.

Bisa dibayangkan kondisi di Syria dan Irak yang setiap hari perang saudara, baku tembak, padahal disana penduduknya mayoritas muslim bahkan disebut sebagai negara Islam. Tapi sesama saudara tidak rukun, perang, hubungan silaturahmi ulama dan santri putus. “Yang membuat Indonesia, khususnya Jatim tenang salah satunya adalah majelis-majelis seperti ini,” katanya.

Menristek dan Dikti Prof Dr H Muhammad Nazir dalam kesempatan itu mengatakan, kalau ada anak-anak yang berasal dari Bojonegoro lulus SMA dan sederajat tapi tidak bisa melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya, masuk Peguruan Tinggi Negeri saya berikan bea siswa SPP Gratis. “Saya menyediakan 50 ribu bea siswa, dan untuk yang berprestasi 300 ribu. Alokasi anggaran bea siswa untuk D3 dan S1 sebesar Rp 1,8 Triliun. Sedangkan untuk S2 dan S3 disediakan sebesar Rp2,8 triliun. Hal itu supaya semua warga negara Indonesia harus pintar,” jelasnya.

Selain itu, Menteri juga mengharapkan, kedepan, warga/ masyarakat Bojonegoro jangan sampai mendapatkan alokasi pupuk dengan harga yang mahal, harus sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. kalau pertanian makin baik bisa meningkatkan swa sembada pangan. “Ini penting sekali supaya masyarakat menikmati betul dan makin sejahtera. Bisa meningkatkan kualitas SDM dengan baik, sehingga dapat meningkatkan ekonominya lebih baik,” tambahnya.

Gebyar Maulud Nabi di Pondok pesantren KH Anwar Zahid ini dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj M.A. Bupati Bojonegoro Drs Suyoto, MSi, Ketua DPRD Prov Jatim Drs Abdul Halim Iskandar, MPd, dan ratusan jamaah muslimin/muslimat. (hery)