01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Bude Karwo: Ibu adalah Pahlawan Bagi Anak-anak

Gubernur Jawa Timur Soekarwo Menyerakan Penghargaan Kepada Pemenang Keluarga Berencana ( KB ) Award Kepada Kab. Bojonegoro pada Acara Peringatan Hari Ibu ke 87 Provinsi Jawa Timur di  GedunSurabaya, KabarGress.com – Makin jauh negara ini berjalan, ternyata peran seorang ibu yang luar biasa sangat dirasakan. Bahkan  survey membuktikan bahwa pahlawan bagi anak-anak kita adalah ibu.Hal itu diutarakan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim Dra Hj Nina Soekarwo, MSi pada acara peringatan Hari Ibu ke 87, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Hari Disabilitas Internasional (HDI) Provinsi Jatim tahun 2015, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (22/12).

Menurutnya, cara kita sebagai ibu mentransfer budi pekerti pada anak-anak, hal itu ternyata menjadi basic buat anak-anak bergerak. “Karena sepandai-pandainya seseorang, jika tanpa dilandasi dengan etika dan moral saya kira kurang tepat,” katanya. Begitu pula dii Hari Kesetiakawanan ini, lanjutnya, “Kita harus merasakan empati terhadap saudara-saudara kita, sekaligus di Hari Disabilitas bagaimana kita empati terhadap anak-anak yang berkebutuhan khusus. Kita tanamkan rasa empati kepada anak-anak, dan itu berawal dari rumah, khususnya dari peran seorang Ibu,” tegasnya.

Gubernur Jatim Pakde Karwo dalam kesempatan itu mengakui,“Hari Ibu tidak hanya diperingati anak-anak terhadap ibunya, tapi saya sebagai suami juga merasa dibantu isteri saya yang sangat luar biasa. Jam 24.00 tadi malam saya bawakan bunga buat isteri saya dik Nina (panggilan mesra buat sang isteri), lalu jagongan (ngobrol) sampai akhirnya baru tidur jam 02.00 dini hari,” ujarnya.

Bagi yang masih  punya orang tua, Pakde Karwo, berpesan supaya sering dijenguk, karena ibu pasti akan merasa senang sekali, sekaligus membuktikan bahwa anaknya masih seperti dulu, meski setinggi apapun jabatannya masih patuh pada ibu.

Gubernur juga memuji dan memberikan ucapan selamat kepada Ketua umum panitya Hj Fatma Saifullah Yusuf karena acara lancar.”Bukan meriahnya, tapi hari ini tersentuh dengan nyanyian anak kita, luar biasa hari ini semua yang hadir pasti tersentuh tidak bisa menahan keluarnya air mata karena terharu. Moment ini sekaligus perenungan kembali apa yang kita lakukan kepada orang tua terutama ibu,” tambahnya.

Tema Hari Ibu “kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk perlindungan perempuan dan anak ”. Perempuan dan anak menjadi isue dan prioritas pembangunan di Indonesia karena awalnya gerakan meningkatkan peran wanita. Suatu gerakan yang bertekad menjadi mitra sejajar bukan meminta agar perempuan disejajarkan seperti mother’s day tapi  di Indonesia merupakan gerakan bersama, ini lebih mulia.

Oleh karena itu, semua stake holder harus memberikan keamanan dan kenyamanan kepada perempuan untuk menjamin agar perempuan  maju tetapi masih memberikan nilai-nilai budaya bangsa. “Prioritas perempuan dan anak, karena ibu adalah guru pertama dan utama bagi anaknya, luar biasa,” imbuhnya

Ibu-bu  di Indonesia khususnya di Jatim sangat cerdas bukan karena pendidikannya, tapi bisa mentransfer etika dan moralitas kepada anak-anaknya dengan baik. Ini luar biasa, apalagi ditambah spiritual/ keagamaan. Jadi basisnya adalah agama, etika dan moralitas.

“Kalau ingin negara maju, apa yang disampaikan oleh seorang ibu dijadikan pedoman hidup. Ibu yang cerdas, mentransfer etika dan moral kepada anak-anaknya.Ini penting sekali,” tandasnya.

Peringatan Hari Ibu digabung dengan HKSN karena erat kaitannya antara ibu dan kepedulian kepada lingkungan. Yang membisiki anak terhadap kepedulian sosial adalah seorang ibu. Mumpung belum terlambat tolong lakukan komunikasi. Karena yang mendidik tentang kesetiakawanan sosial/ awareness terhadap lingkungan yang paling manjur adalah ibu.

Jadi, budi pekerti adalah basis kesetiakawanan sosial. Hal seperti ini yang mulai dirasakan mulai menipis, mungkin menjadi gerakan baru terhadap budi pekerti luhur. Ibu adalah tempat curhat bagi anak-anak remaja, bukan ayah atau teman-temanya, jadi diperlukan sentuhan untuk  bertemu, bukan hanya kualitas, tapi kuantitas pertemuan juga sangat penting.  Jika ibu menepuk bahu  anaknya kemudian diberikan bisikan yang penuh etika, itu merupakan kebutuhan dasar.

Menurut hasil survey, ibu adalah tempat komunikasi, kalau ada apa-apa yang ditelepon pertama kali adalah ibunya. Yang luar biasa, jika anak-anak remaja ditanya siapa pahlawannya, yang pertama dijawab adalah Ibu, dan hal itu mendominasi hampir semua penelitian yang dilakukan pada  22 kota besar. Ibu yang luar biasa.

“Pekerjaan kita, kecerdasan/ intelektual quation harus diikuti emotional quotion, hal ini bagian penting mendidik bangsa. Modern tidak harus ‘kebarat-baratan’, tapi modern adalah memelihara kultur yang ada,” pesannya.

Sementara itu ketua panitia penyelenggara Hj. Fatma Saifullah Yusuf mengatakan, peringatan Hari Ibu ke 87, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2015 dilaksanakan dalam satu kegiatan. Hal itu demi efisiensi tanpa mengurangi makna kegiatan masing-masing, karena waktunya hampir bersamaan di bulan Desember.

Hari Ibu ke 87 diperingati dengan tema: “kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk perlindungan perempuan dan anak ”.

HKSN dengan tema “ayo kerja bersama membangun indonesia sejahtera”. dan HDI dengan tema “mewujudkan masyarakat inklusif melalui undang-undang penyandang disabilitas dan strategi multi sektoral”.

Peringatan Hari Ibu pada dasarnya dapat mengingatkan kita untuk tetap memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi peran dan kiprah perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Peringatan Hari Ibu ini juga membawa pengaruh positif pola pikir dan cara pandang masyarakat pada umumnya, dan khususnya bagi perempuan dan masyarakat yang terdorong untuk selalu menghargai hak-haknya sebagai perempuan.

“Melalui peringatan Hari Ibu diharapkan dapat mendorong meningkatkan kesetaraan peran perempuan dan laki-laki dalam mengisi kemerdekaan serta pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan demi mewujudkan tujuan kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian perempuan dan laki-laki mempunyai kesempatan dan tanggung jawab yang sama dalam berpartisipasi untuk mewujudkan demokrasi dan pembangunan Indonesia seutuhnya,” harapnya.

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Ibu ke 87 di provinsi Jatim, dilakukan penilaian terhadap program-program pemberdayaan perempuan Jatim yang dilaksanakan mulai bulan Oktober–Desember 2015. Tujuannya, untuk memberi apresiasi terhadap pelaksana terbaik program terpadu peningkatan peranan wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera (P2WKSS), Pelaksana terbaik kecamatan sayang ibu (KSi), pelaksana terbaik perusahaan pembina tenaga kerja wanita, pelaksana terbaik kelompok bina keluarga balita (BKB), pengelola terbaik bina keluarga balita (BKB) dan pelaksana terbaik keluarga berencana (KB) award.

Selain itu dilakukan ziarah ke taman makam pahlawan sepuluh nopember surabaya pada tanggal 21 desember 2015, serta upacara bendera dilingkungan Badan/ Dinas/ Kantor/ SKPD diseluruh Jatim pada 22 desember 2015.

Dalam acara puncak peringatan Hari Ibu ke 87 ini juga diperingati HKSN dan HDI. Peringatan HKSN dengan tema “Ayo kerja bersama membangun indonesia sejahtera”. Tema ini memiliki makna mendalam dan dipergunakan untuk mendorong agar makna kebersamaan hadir dilintas tingkatan kebudayaan (cara hidup) yang tumbuh dalam ruang lingkup yang sama di indonesia, menjaga harmoni dalam tiap singgungan kehidupan diantaranya, mendistribusikan pembangunan dan hasil-hasilnya secara merata.

Adapun peringatan HDI dimaksudkan untuk merealisasikan akses pemberdayaan melalui undang-undang disabilitas dan strategi multi sektoral untuk mewujudkan pembangunan inklusif sebagai pelopor akses dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.

Pelaksanaan peringatan HDI juga merupakan bagian integral dalam implementasi pancasila, UUD 1945, undang-undang nomor 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat, serta undang-undang nomor 19 tahun 2011 tentang  pengesahan  konvensi mengenai hak-hak penyandang disabilitas, rencana aksi nasional (RAN) 2014-2019 terutama yang berkaitan dengan hak, kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan.

Serangkaian kegiatan memperingati HKSN dan HDI tingkat provinsi Jatim telah dilaksanakan dalam kegiatan pernikahan massal dan akte kelahiran (tgl 14 desember di halaman monument kapal selam surabaya. nikah massal untuk 70 pasangan yang berasal dari berbagai lintas  agama); HDI dilaksanakan tanggal 17 Desember di halaman kantor dinas sosial provinsi Jatim, dihadiri 150 orang disabilitas dengan memberikan cenderamata/ bingkisan.

HKSN dilaksanakan tanggal 17 desember di halaman kantor dinas sosial provinsi Jatim dengan kegiatan pembagian sembako untuk 100 orang penyandang masalah kesejahteraan  sosial  (PMKS) yang  terdiri dari pasukan kuning, tukang tambal ban, penjaga rel kereta api dan penarik becak, selain itu juga dilaksanakan kegiatan gerak jalan dan donor darah.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jatim didampingi Bude Karwo dan Hj Fatma Saifullah Yusuf menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba, dan memberikan bantuan secara simbolis kepada para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan disabilitas. Disaksikan Forpimda Provinsi Jatim beserta ibu, Kepala SKPD,  pimpinan dan pengurus organisasi wanita dan organisasi sosial, serta undangan lainnya. (hery)