22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Tingkatkan Daya Saing melalui Industri Kreatif dalam Menghadapi MEA 2015

Surabaya, KabarGress.com – Blogger. Sebuah istilah untuk menyatakan bahwa seseorang tersebut suka menulis tentang sesuatu di blog yang dimilikinya. Dengan rajin menulis blog, tak jarang hal ini bisa menghasilkan income. Syaratnya hanya satu, suka menulis. Bukan asal menulis, akan tetapi diperlukan pengolahan kata yang kreatif sekaligus atraktif agar kemudian menghasilkan uang. Blogger yang termasuk salah satu jenis industri kreatif ini sudah merambah pesat perkembangannya. Akan tetapi sampai sejauh mana perkembangan industri kreatif yang didalamnya termasuk dunia blogger hingga naskah film selama ini?

Gelaran Talkshow bertajuk Prospek Ilmu Humaniora dalam Industri Kreatif yang digelar pada hari Rabu, 16 Desember 2015 mulai pukul 17.00-20.00 WIB di Communal Café, Jalan Kertajaya Indah Tengah no 24-Surabaya tersebut akan memberikan gambaran masa depan mengenai industri kreatif ini dalam dunia ilmu Humaniora.

Industri kreatif ini sendiri merupakan salah satu sektor industri yang mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama. Hal ini berbeda dengan sektor-sektor industri lainnya, yang umumnya memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA). Keuntungan dari industri kreatif ini adalah bahwa sumber daya atau bahan kelola yang berasal dari kreativitas individu itu tidak akan pernah habis dan selalu terbaharui karena bersifat inovatif.

Sedangkan ilmu Humaniora itu sendiri merupakan ilmu yang erat kaitannya dengan budaya yang mana merupakan salah satu ilmu dasar dalam industri kreatif.  Talkshow gelaran Magister Ilmu Susastra Universitas Kristen Petra ini akan menghadirkan Sirikit Syah, seorang pendidik yang terkenal dengan karya-karya sastranya berupa esai, puisi dan cerita pendek. Sirikit akan memberikan gambaran bahwa kreasi seni dan sastra manusia Indonesia termasuk didalamnya dunia literasi mempunyai peluang yang sangat bagus di pasar terbuka.

“Talkshow yang terbuka untuk umum dan gratis ini mencoba memaparkan gambaran bagaimana para professional Humaniora dapat berkarya lebih maksimal melalui industri kreatif baik itu periklanan, film, video, fotografi, penerbitan hingga percetakan di tengah tuntutan MEA 2015”, tutup Setefanus Suprajitno., M. A., Ph. D selaku Kepala Program Studi Magister Ilmu Susastra UK Petra. (ro)