22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Gerakan Kembali ke Sungai 2015, Kampanye Pelestarian Ekosistem Sungai

Gerakan Kembali ke Sungai 2015Gresik, KabarGress.Com – Sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian ekosistem sungai, Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ecological Observation and Wetland Conservation (ECOTON) bekerjasama dengan BLH Propinsi Jatim dan BLH Gresik mengadakan pemantauan sungai secara massal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Sabtu (12/12/2015).

Kegiatan dengan tajuk Gerakan Kembali ke Sungai 2015 ini sekaligus untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori Pemantauan Kualitas Air secara Biotilik dengan jumlah paling banyak (1.000 siswa SD-SMA) di Sungai Brantas. Penyerahan penghargaan MURI di kantor ECOTON, Desa Wringinanom, Gang 3, RT 1, RW 5, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jawa Timur.

Jpeg“Kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun kesadaran dan kepedulian bagi semua pihak terhadap keberlanjutan kehidupan di bumi dengan mewujudkan ketahanan lingkungan melalui peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH),” ungkap Kepala P3EJ, Dr. Drs. Sugeng Priyanto, M.Si, di sela-sela acara.

IKLH, lanjut Sugeng, terkait erat dengan kebutuhan sasaran pengutamaan pembangunan berkelanjutan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019, yaitu terpeliharanya kualitas lingkungan hidup. “Tahun 2013, angka IKLH Indonesia menunjukkan pada kisaran arti kurang (63,13) dan diharapkan tahun 2019 naik menjadi 68,5,” ujar Sugeng.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ECOTON, Prigi Arisandi, M.Si, menyatakan pencanangan Gerakan Kembali ke Sungai 2015, dipandang penting untuk menjamin generasi mendatang dapat menikmati kondisi lingkungan yang lebih baik.

“Bila kita berbicara tentang pembangunan yang berkelanjutan, gerakan kembali ke sungai penting sekali agar anak cucu kita bisa menikmati lingkungan yang baik, seperti kita saat ini. Untuk itu sedini mungkin perlu ditumbuhkan kesadaran pada anak-anak kita untuk mencintai dan merawat sungainya,” tegas Parigi.

Salah satu aksi nyata yang dilakukan P3EJ bersama ECOTON, dalam meningkatkan IKLH di Jawa khususnya yang terkait dengan IKLH Sungai Brantas melakukan Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL) dengan tema Gerakan Kembali ke Sungai 2015.

“Gerakan Kembali ke Sungai 2015 ini menjadi momentum awal dalam membangun kepedulian akan kondisi sungai-sungai kita yang saat ini memprihatinkan karena tercemar limbah. Satu langkah kecil namun punya makna mendalam dalam merawat Sungai Brantas menuju IKLH Sungai Brantas yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Perlu diketahui, Jawa dilewati 9 DAS besar, salah satunya DAS Brantas. Sungai Brantas panjang lebih kurang 320 km dan memiliki luas wilayah sungai lebih kurang 14.103 km2 yang mencakup lebih kurang 25 persen luas Propinsi Jawa Timur atau lebih kurang 9 persen luas Pulau Jawa. (ro)

Teks foto:

  • Pembacaan ikrar dari perwakilan anak-anak siswa dari daerah hulu hingga hilir Sungai Brantas.
  • Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Abdul Hamid (nomor 2 dari kanan), memberikan keterangan pers terkait pelestarian sungai.