26/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Hotel Majapahit Surabaya Ajak Sambut Pergantian Tahun Bernuansa Tahun 20-an

Hotel Majapahit Surabaya Ajak Sambut Pergantian Tahun Bernuansa Tahun 20-anSurabaya, KabarGress.Com – Hotel Majapahit Surabaya yang terkenal sebagai hotel bersejarah, punya ide unik dengan menyambut pergantian tahun ini bernuansa tahun 20-an. “Tahun ini kami akan menghadirkan pesta tahun 20-an ‘The-Roaring-Twenties’. Tema ini sengaja kami pilih untuk menghadirkan kesan elegan, berkelas ala-ala film Great Hasby yang sempat booming beberapa tahun lalu,” ungkap Promotion and communication executive Hotel Majapahit Surabaya, Igga Mone, kepada awak media, Selasa (2/12/2015).

“Kalau melihat sejarahnya tahun 20-an itu identik dengan era kemakmuran ekonomi di beberapa negara di Eropa dan Amerika. Awalnya tumbuh musik jazz, pergerakan seni yang dinamis dan luar biasa juga terjadi di era ini. Dan bukan hanya sajian music jazz yang akan ditampilkan, kami juga akan menampilkan berbagai sajian menu dan kue-kue jaman dulu,” lanjut Igga.

Igga juga menambahkan bahwa Majapahit bersama Sanaya Batik, juga akan menampilkan fashion parade tiga rancangan batik modern yang akan menjadi tren di 2016.

Sementara itu, Mirna Paramita selaku CEO Sanaya yang turut meramaikan malam pergantian tahun baru ini, akan menampilkan 24 koleksi batik modernnnya yang dipamerkan dan dikemas dengan fashion show.

“Kami akan menmapilkan paduan motif kontemporer berkesan muda dan dinamis dengan tiga fokus pembuatan yakni sanaya indigo, sanaya hertage dan sanaya glamour,” terangnya.

Jika direpresentasikan dalam makna busana, sanaya juga memiliki peruntukan berbeda dari masing-masing kategori. Misalnya Indigo lebihkepada penggunaan busana sehari-hari, sedangkan sanaya hertage sebagi pelengkap kebaya dengan batik dan corak produk turunan seperti syal,dasi, dompet.

“Sementara sanaya glamomur adalah bagian dari paduan aksen renda, payet, beludru, mutiara yang berkesan elegan,” terang Mirna.

Menurut Mirna, tren busana tahun 2016, kesan heritage masih jadi andalan dengan tampilan kombinasi bunga bermotif parang. Untuk pilihan warna coklat emas mewah lebih modern membawa filosofi parang menggambarkan ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak.

“Begitu juga garis lurus dagonal melambangkan rasa keteladanan, rasa hormat dan kesetiaan pada nilai kebenaran yang dipakai pakaian para bangsawan pada zamannya,” imbuhnya. (ro)