01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Kesadaran Jadi Kunci Atasi Bahaya Narkoba

wagub jatim saifullah yusuf dan kepala BNN Budi Waseso  sebagai pembicara pada sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan  dan peredaran gelap narkoba di kantor Muhamaddiah Surabaya (1)Surabaya, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf menghimbau kepada masyarakat untuk terus mewaspadai bahaya narkoba. Narkoba memiliki efek negatif bagi diri pengguna, keluarga dan masyarakat. “Kesadaran menjadi kunci mengatasi bahaya narkoba di Indonesia,” tegasnya saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kantor PW Muhammadiyah Surabaya, Kamis (26/11).

Ia menjelaskan, masyarakat harus bersatu dan bersinergi dengan aparat keamanan dan BNN untuk menanggulangi bahaya narkoba. Di butuhkan kesadaran bersama bahwa penyalahgunaan narkoba dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Narkoba merupakan zat aditif yang jika dikonsumsi tanpa aturan dan dosis yang sesuai dapat membahayakan bagi kesehatan. Narkoba dibagi menjadi tiga jenis yakni Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif lainnya. Jenis narkoba saat ini sekitar 500 jenis lebih.

Gus Ipul menjelaskan, bahwa masyarakat harus menyadari bahwa anak-anak dan generasi muda menjadi target sasaran utama dari penyalahgunaan dan pemberantasan terhadap penyalahgunaan peredaran gelap narkoba. “Ini dibutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh komponen bangsa untuk melakukan upaya pencegahan narkoba,” terangnya.

Masalah penyalahgunaan narkoba tidak serta merta menjadi kewajiban pemetintah. Akan tetapi, menjadi tanggung jawab bersama yang harus ditanggulangi dengan terpadu, terkoordinir, terarah dan berkelanjutan serta dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh. Bedasarkan data dari BNN menyebutkan, jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 4,9 juta lebih. Bahkan BNN pusat memprediksi pengguna narkoba terus meningkat hingga 5,5 juta orang.

Secara nasional, pada tahun 2011 kerugian biaya ekonomi akibat narkoba mencapai Rp48,2 T, sedangkan di tahun 2013 kerugian tersebut terus mengalami peningkatan mencapai Rp57 T. Narkoba, tambah Gus Ipul telah menjangkiti segala lini profesi masyarakat. Profesi pelaku kejahatan narkoba sudah menjangkiti pegawai swasta, pengangguran, wiraswasta, TNI/Polri, Pelajar, Mahasiswa, PNS, Petani hingga buruh. Bahkan, saat ini sudah masuk di lingkungan pondok pesantren dengan ditemukannya santri yang mengkonsumsi narkoba.

Narkoba telah menghancurkan sendi ketahanan bangsa. Narkoba pula yang menurunkan jiwa patriotisme, nasionalisme dan semangat bela negara. Pengguna narkoba juga biasanya memiliki sikap pemalas, menurun produktifitasnya, apatis dan bergaya hidup bebas tanpa batas. “Ini yang menjadi perhatian bersama bahwa kesadaran masyarakat harus di bangun. Narkoba adalah musuh bersama yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BNN Pusat Komjen Pol Drs. Budi Waseso SH mengatakan, bahwa narkoba merupakan musuh bangsa. Penanganan narkotika tidaklah mudah, karena peredaran narkoba dilakukan secara tersistem dan terorganisir. Ia menambahkan, bahwa penyalahgunaan narkotika menyebabkan kerusakan otak secara permanen. Pengguna narkoba tidak akan bisa disembuhkan secara total, sehingga berdampak pada organ tubuh lainnya dan dalam waktu dekat dapat menyebabkan kematian.

“Bedasarkan dari data BNN Pusat, setiap hari terdapat 30-40 orang meninggal akibat bahaya narkoba di Indonesia. Kita ini pangsa pasar terbesar Asia. Ini tidak boleh kita biarkan dan harus dituntaskan. Kita tidak boleh tinggal diam, karena peredaran narkoba merupakan kejahatan besar yang terencana,” pungkasnya. (hery)