24/10/2020

Jadikan yang Terdepan

KPPU Soroti Simpang Siur Soal Industri Beras

Surabaya, KabarGress.Com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Pusat kali ini menyoroti soal adanya informasi yang masih simpang siur soal perkembangan industri beras yang kabarnya mengalami defisit di tingkat Nasional, namun keadaan di lapangan menyebutkan bahwa perkembangan beras mengalami surplus.

Sebelumnya, KPPU pusat telah menyoroti soal adanya dugaan kartel ayam yang dilakukan beberapa pelaku usaha. Namun, hal ini masih dalam proses penyelidikan KPPU pusat untuk membuktikan kebenaranya.

Komisioner KPPU Pusat, M. Nawir Messi, menjelaskan, KPPU sedang menyoroti tiga hal yakni, soal adanya cartel ayam, industri beras, dan soal kebutuhan lain seperti, jagung, kedelai, bawang putih, dll. Namun, untuk saat ini fokus terkait pemberitaan simpang siur di industri beras.

“Saat ini kita di tingkat Nasional memang mengalami defisit. Tapi, kalau kita hitung-hitung ternyata mengalami surplus, ini yang masih kita dalami persoalanya,” ungkapnya, Rabu (11/11/2015).

Nawir menuturkan, KPPU saat ini juga mengawasi soal adanya anti persaingan yang dilakukan sejumlah oknum pelaku usaha di Indonesia dan Jawa Timur. Artinya, adanya pelaku usaha yang menaikan harga beras tidak sesuai harga standart.

“Ini sangat rawan ya kalau ada pelaku usaha atau cartel beras yang berusaha melakukan anti persaingan. Karena ini bisa mematikan perekonomian di bidang perindustrian beras. Maka kebijakan impor beras juga perlu diawasi, jangan sampai menjadi buruan pelaku usaha,” pungkasnya. (tur)