31/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Investasi Perkebunan Sejahterakan Petani Tebu

JpegLamongan, KabarGress.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal terus mendorong realisasi investasi yang diharapkan dapat berkontribusi positif secara langsung pada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah realisasi investasi pabrik gula yang dilakukan oleh PT Kebun Tebu Mas (KTM) di Lamongan, Jawa Timur.
 
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani, menyampaikan bahwa investasigulatersebut diharapkan memberikan kesejahteraan bagi petani tebu. Investasi diharapkan memberikan kemanfaatan secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat. Di sini kami memberikan apresiasi kepada PT KebunTebu Mas, sebagai investor gula yang berupaya untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan petan itebu,” ujarnya dalam keterangan resminya pada pers, Senin (9/11/2015).
 
Franky menilai bahwa KTM menjalinkemitraan yang saling menguntungkan dengan 3.000 petani. Bentuk kemitraan itu antara lain penyediaan bibit unggul dan technical assistant untuk mengenalkan teknologi terbaru dalam proses penanaman tebu. Hal ini akan berlanjut pada peningkatan produktivitas petani,” sebutnya.
 
Selain itu, KTM melakukan inovasi dalam proses jual beli tebu yang lebih transparan, mulai dari perhitungan nilai rendeman tebu menggunakan metode core sampler hingga mekanisme pembayaran tebu yang dilakukan bekerjasama dengan Bank BRI. Investasi yang dilakukan oleh KTM juga berkontribusi positif pada upaya pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja sebesar 2 juta per tahunnya.
 
Untuk dapat memenuhi target tersebut, salah satu strategi yang ditempuh pemerintah adalah menjadikan investasi padat karya sebagai fokus dan prioritas investasi. Terlebih dengan fakta bahwa elastisitas tenaga kerja Indonesia semakin menurun. Pada tahun 2004, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap 450 ribu tenaga kerja.Tahun 2014, 1 persen pertumbuhan ekonomi hanya mampu menciptakan 160 ribu tenaga kerja.
 
KTM sendiri tercatat memiliki rencana investasi sebesar US$ 522 juta dan telah merealisasikan investasinya sebesar Rp2,5 triliun dengan kebutuhan tenaga kerja baru sebesar 1.200 orang. Perusahaan memproduksi molases sebesar 100 ribu ton, gula tebu sebesar 1,08 juta ton yang 50% untuk pasar ekspor dan tebu sebesar 10,8 juta ton. 
 
Berdasarkan data BKPM, hingga Triwulan III Tahun 2015, realisasi investasi mencapai Rp259,7 triliun, naik 16,6% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp343,7 triliun. Jumlah ini memberikan penyerapan tenaga kerja hingga 1.059.734 orang, naik 9,3 % dari tahun lalu sebanyak 960.336 orang.
 
Kapsul Waktu Membawa Angan Singgah di Lamongan
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala BKPM Franky Sibarani juga merespons rombongan Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 yang mampir di Lamongan, Jawa Timur dalam perjalanan mengelilingi Indonesia. Franky menyatakan BKPM sebagai instansi yang terus melakukan koordinasi dalam bidang investasi akan terus mendukung upaya pemerintah yang mencoba untuk menanamkan visi inovasi maupun gagasan besar tentang bagaimana menaruh asa dan harapan pembangunan di masa depan.
 
“Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 yang merupakan ‘GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL DAN PEMBARUAN KEBANGSAAN INDONESIA’ merupakan sebuah gagasan yang dituangkan untuk menunjukkan bahwa harapan pembangunan jauh menembus lintas waktu dan diharapkan dapat dinikmati dan dilihat oleh generasi selanjutnya 70 tahun yang akan datang,”jelasnya.
 
Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba Hutapea yang hadir dalam acara di PT Kebun Tebu Mas menyampaikan bahwa ekspedisi kapsul waktu tersebut kapsul besar tersebut ada 19 kapsul kecil. “Di dalam kapsul tersebut terdapat harapan, mimpi dan angan-angan generasi penerus bangsa. Nantinya kapsul tersebut akan disimpan di Museum  di Merauke dan baru akan dibuka di tahun 2085,” paparnya.
 
Tamba menilai sebagai suatu gagasan konsep kapsul ini sangat penting karena mengajarkan kepada masyarakat terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa mengenai perlunya memiliki harapan dan optimisme di masa depan. “Dengan memiliki harapan dan optimisme di masa depan, anak-anak akan berupaya dan berusaha untuk mewujudkan harapan-harapan positif tersebut,” pungkasnya. (ro)
Teks foto: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani.