Pakde Karwo: Pengusaha Muda MiIiki Peran Strategis Penggerak Perekonomian

Gubernur Jatim Soekarwo saat menyampaikan  perkembangan ekonomi Jatim di acara Sidang Dewan Pleno 1 Munassus HIPMI di H. JW Marriot Sby.Surabaya, KabarGress.com – Pengusaha muda mempunyai peran strategis dalam membangun bangsa, utamanya sebagai penggerak perekonomian. Untuk mewujudkan pembangunan bangsa tersebut dibutuhkan sinergitas dan soliditas dengan pemerintah agar tercipta akselerasi dalam pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo saat menyampaikan paparan pada acara Sidang Dewan Pleno (SDP) I dan Musyawarah Nasional Khusus (Munassus) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel JW Marriot, Surabaya, Sabtu (7/11).

“Di Jatim saya mengembangkan konsep Jatimnomics yang mencoba memposisikan Jatim sebagai provinsi industry berbasis UMKM, dengan penguatan aspek ekonomi berupa peningkatan produksi UMKM dan usaha besar, sistem pembiayaaan yang kompetitif, dan pemasaran yang inovatif,” terangnya.

Ia menjelaskan, perwujudan konsep Jatimnomics tersebut juga didukung oleh distribusi dan konektivitas berbasiskan Indonesia Incorporated. Sehingga dalam konsep itu pengusaha muda juga memiliki peran untuk memperkunat sistem rantai pasok (supply chain) Indonesia incorporated. “Dukungan para pengusaha muda juga tepat diberikan untuk Jatim, karena daya saing Jatim menduduki peringkat kedua dari 33 provinsi yang ada ada di Indonesia,” imbuhnya.

Selain itu, strategi pembiayaan yang akan diterapkan di Jatim mulai tahun 2016 yakni melalui kredit linkage program. Skema pembiayaannya akan disalurkan melalui Badan Perkreditan Rakyat (BPR) milik pemkab/pemkot. Sasarannya adalah UMKM di sector primer dengan bunga rendah, cara yang mudah, serta layanan cepat. “Suku bunga kredit Bank Jatim yang diberlakukan ke BPR hanya 5% fix per tahun, dan itu sudah termasuk 2% untuk Pemprov. Sedangkan suku bunga BPR ke UMKM (end-user) maksimalnya adalah 10%,” terangnya.

Gubernur Jatim Soekarwo saat mendampingi Menko Bidang Perekonomian, Darwin Nasution menghadiri Sidang Dewan Pleno 1 Munassus HIPMI di H. JW Marriot Sby.Ditambahkan, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada Desember 2015 ini semua pihak sudah harus siap tempur. Pemprov jatim juga telah melakukan perencanaan untuk memperluas pasar di 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) ke pasar MEA, misalnya perdagangan komoditas Jatim yang terdistribusi ke KPD Papua dan NTT diekspor ke Australia.

“Yang terpenting baru-baru ini kami juga telah melakukan soft launching system IT untuk mendukung pengembangan perdagangan. Aplikasi ini terintegrasi mulai dari Disperindag Jatim dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Balai Karantina Pertanian dan Ikan,” jelasnya.

Ia berharap, pelaksanaan SDP I dan Munassus HIPMI di Jatim bisa menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan bersama-sama membawa perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik. “Jika para pengusaha muda ini terus melakukan sinergi dan kerjasama yang kuat, maka dalam MEA nanti saya yakin kita bisa menang. Apalagi ditunjang dengan kebijakan-kebijakan yang telah digulirkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Sekali lagi semoga dalam kegiatan ini bisa menghasilkan keputusan yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan, untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia bukan hanya deregulasi saja yang dibutuhkan, akan tetapi kebijakan besar untuk mentransformasi perekonomian. Programnya juga membutuhkan waktu panjang karena menyangkut sector ekonomi, perdagangan, pertanian dan industri. “Dan jika ingin ekonomi bisa berkembang dengan baik, maka sektor industri harus dijadikan motor penggerak perekonomian. Selain itu keberadaan bisnis aggregator juga diperlukan sehingga bisa tercipta standar yang hampir sama,” ungkapnya.

Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadiala yang berasal dari Papua mengatakan, even tersebut menjadi ajang konsolidasi para pengusaha muda untuk merapatkan barisan dalam menghadapi tantangan perlambatan ekonomi dan implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di awal 2016. Karenanya tema yang diusung adalah “Mengintegrasikan Potensi Ekonomi Nasional, Wujudkan Optimisme Indonesia di Era ASEAN Economi Community”.

”Dengan anggota HIPMI yang mencapai lebih 42 ribu orang se-Indonesia, kontribusi ekonomi dalam menyerap tenaga kerja tak bisa diremehkan begitu saja. Anggota HIPMI tentu mempunyai bisnis dan mereka pasti punya karyawan. Lewat kegiatan ini, HIPMI ingin mendorong agar teman-teman pengusaha muda tidak patah arang dalam menghadapi kondisi ekonomi yang melambat. Kami ingin bersama-sama kembali merapatkan barisan untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada,” urainya. (hery)

Leave a Reply


*