22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Exxon Mobil Terus Kembangkan Proyek di Jatim

Gubernur Jatim Menerima Audiensi Exxon Mobil di Ruang Kerja Kantor Gubernur Jawa TimurSurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jatim minta PT. Exxon Mobil Indonesia untuk memperhatikan tiga aspek dalam melaksanakan proyek-proyeknya di wilayah Jawa Timur. Seperti masalah gas buang (flaring), penjualan produksi untuk pasar domestik, serta masalah pengairan.

Hal ini disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat menerima kunjungan dari PT. Exxon Mobil Indonesia di Ruang Kerja Gubernur lantai.2, Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Jum’at (6/11).

Saat ini ada 3 proyek yang sudah dan sedang dikerjakan oleh Exxon Mobil di Jatim, diantaranya proyek Banyu Urip, Kedung Keris dan yang akan datang adalah proyek Jambaran Tiung Biru.

Pakde Karwo meminta masalah gas buang (flaring) tidak menccemari lingkungan dan mengganggu ekosistem alam. Terkait izin flaring ini, Exxon Mobil baru mendapatkan izin sementara dari Ditjen Migas selama enam bulan. Selanjutnya, izin dari Kementerian Lingkungan Hidup masih dalam proses.

Selain itu, terkait pengairan, Exxon Mobil yang saat ini mengambil air dari Waduk Bengawan Solo, diminta untuk tidak mengganggu proses pengairan sawah di sekitarnya, terlebih saat musim kemarau seperti saat ini. “Jangan sampai proses panen padi terganggu karena air waduk habis”, ungkap Pakde Karwo.

Selain ketiga aspek tersebut, Pakde Karwo juga meminta Exxon Mobil untuk memperhatikan masalah keselamatan kerja dan lingkungan hidup.

Menurut Jon M. Gibbs, President Exxon Mobil Indonesia, kunjungan kali ini bertujuan untuk memberikan data perkembangan terbaru dari Proyek Banyu Urip serta proyek-proyek kedepan dari Exxon Mobil Indonesia, terutama di wilayah Jatim.

Perkembangan proyek Banyu Urip yang dilakukan PT. Exxon Mobil Indonesia di Kab. Bojonegoro dan Tuban telah mencapai 97% dengan target Train-A selesai akhir Oktober dan Train-B selesai akhir November.

PT. Exxon Mobil Indonesia terus menjalin kemitraan dengan Pemerintah pusat, Pemprov Jatim, Pemkab Bojonegoro dan Tuban, serta SKK Migas dalam melaksanakan proyek-proyeknya.

Menurut Gibbs, proyek Banyu Urip sangat memperhatikan standar keselamatan tingkat dunia. Saat ini, tingkat produksi Banyu Urip sekitar 20% dari target produksi nasional. Dimana, puncak produksi pada kwartal 1 Tahun 2016 ditargetkan lebih dari 200 kBD.

Exxon Mpbil Indonesia juga terus melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Jatim, dengan nilai investasi lebih dari 24 juta USD. Tahun ini, Exxon Mobil juga mengeluarkan dana sebesar 1,9 juta USD untuk meningkatkan pendidikan di Kab. Tuban dan Bojonegoro. (hery)