22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Jembatan Berkonsep Sarang Lebah “An-Nahl”; Solusi Problematika Transportasi Kota Surabaya 

Ir. Gunawan, MT, IAISurabaya, KabarGress.Com – Prihatin dengan problematika transportasi di Surabaya, peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) berhasil menciptakan konsep transportasi massal trio heksagonal (segi enam). “Inspirasinya dari sarang lebah, dimana konstruksi jembatan An-Nahl ini secara teknis dapat menciptakan efisiensi tinggi, karena dapat membentuk lorong (hollow) Trio Heksagonal (segi enam) yang estetik, layak dibangun di sepanjang jalur rel, yang berarti akan menggeliatkan sistem transportasi perkeretaapian,” ungkap peneliti UMS, Ir. Gunawan, MT, IAI, kepada awak media di Surabaya, Kamis (5/11/2015).

Konstruksi sarang lebah ini jika dibangun di sepanjang jalur sungai, akan memiliki sisi positif berupa nihilnya biaya pembebasan lahan, di samping dapat memperdalam dasar sungai, sehingga fungsi sungai menjadi tergandakan sebagai jalur transportasi air. Demikian pula terbentuknya dua segitiga akibat rangkaian trio heksagonal yang sebenarnya fungsi utamanya sebagai balok induk, namun dapat difungsikan sebagai lintasan utilitas kota (perpipaan dan pengkabelan).

“Konsep transportasi heksagonal ini bisa digunakan transportasi masal, seperti jalur kereta api, kendaraan roda empat, maupun kendaraan roda dua yang berada di atas tanah. Konsep ini akan membentuk pola tiga segi enam, yang memiliki dua sayap atau jalur untuk transportasi kereta api,” terang Dekan UMS tersebut.

JpegMenurut dia, konfigurasi trio heksagonal atas segi enam memiliki kelebihan pada sistem konstruksi yang dinilai lebih kuat, masif, stabil serta sebagai konsep yang terbarukan dengan metode nantinya segi enam tersebut akan dicetak terlebih dahulu, kemudian dirangkai pada jalur yang diinginkan.

“Jadi segi enam tersebut dicetak terlebih dahulu, kemudian akan dirangkai pada jalur yang sudah ditargetkan, sehingga diharapkan konfigurasi ini bisa merangkai ruang yang lebih banyak lagi, meskipun jika diimplementasikan biaya yang dianggarkan akan lebih mahal,” lanjutnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, ia juga mematenkan konfigurasi cerobong ventilasi dan bentuk konfigurasi tiang jembatan pada sebulan yang lalu, sebagai bentuk keseriusannya untuk membantu pemerintah mengatasi permasalahan kemacetan yang ada di Surabaya.

“Ide ini muncul pada tahun 2004, namun seiring dengan perkembangannya, desain trio heksagonal mengalami penyempurnaan dan menjadi konsep jembatan sistem transportasi satu-satunya yang ada di dunia dengan menggunakan desain segi enam yang estetik,” tuturnya.

Langkah berikutnya, ia akan terus mengembangkan rancangannya sebagai bentuk penyempurnaan desain Trio Heksagonal dan berharap ada pihak yang merespon desain yang dikerjakannya, meskipun masih belum berkoordinasi dengan pihak manapun termasuk pemerintah.

“Konsep trio heksagonal ini masih taraf desain, belum implementasi. Jika ada pihak yang menginginkan desain trio heksagonal untuk disempurnakan, maka saya akan menerimanya dengan tangan terbuka. Sedangkan jika konsep ini bisa diimplementasikan, maka membutuhkan biaya sekitar Rp500 miliar per kilometer,” imbuhnya. (Ro)

Teks foto: Peneliti UMS, Ir. Gunawan, MT, IAI.