BNNP Jatim Berhasil Bongkar Mafia Narkoba

* Amankan Barang Bukti Bernilai Sekitar Rp6 Miliar

JpegSurabaya, KabarGress.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur berhasil membongkar jaringan mafia narkoba yang beroperasi di tiga lembaga pemasyarakatan (lapas), yakni Lapas Porong Sidoarjo, Lapas Madiun dan Lapas Pamekasan. Pengungkapan kasus tersebut merupakan yang terbesar sepanjang 2015.

Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Polisi Sukirman, menjelaskan pengungkapan kasus tersebut bermula dari penyelidikan dan penangkapan dua orang kurir sabu berinisial R dan Z. Keduanya ditangkap di daerah Surabaya pada 16 Oktober 2015 dengan barang bukti 180 gram sabu-sabu.

Dengan upaya berjenjang dan berkelanjutan, lanjut Sukirman, penangkapan dua orang tersebut berbuah pada pengungkapan kasus yang lebih besar. Dalam operasi yang dilakukan berhasil ditangkap total tujuh tersangka yang berperan sebagai kurir. “Total, kami mengamankan 2,7 kilogram sabu-sabu, 22,5 kilogram ganja dan 3.400 butir ekstasi, dengan nilai sekitar Rp6 miliar,” kata Sukirman kepada awak media pada jumpa pers di kantornya, Senin (2/11/2015).

Penangkapan para tersangka berlangsung di tiga tempat, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Malang. Para tersangka, masing-masing berinisial R, Z, MS, Rz, NS, NA dan IR. Khusus yang bersangkutan merupakan PNS di Pemkab Magetan. “Ia (NA) berperan mengambil barang dari Jakarta untuk masuk ke Jawa Timur. Yang bersangkutan masih aktif bekerja sebagai PNS ketika ditangkap,” terang Sukirman.

Para pelaku, kata Sukirman, melakukan sejumlah upaya membentengi diri dengan memasang kamera pengawas (cctv) di rumah yang mereka jadikan markas. Selain itu mereka juga mempersenjatai diri dengan bondet, yakni bom rakitan lempar.

Dari tujuh tersangka diketahui bahwa jaringan dikendalikan oleh para mafia narkoba di dalam lapas, yakni Lapas Porong Sidoarjo, Lapas Madiun dan Lapas Malang. Mereka menyetir peredaran narkoba dari balik jeruji penjara. Sedangkan pelaku yang ditangkap, termasuk satu orang PNS dikatakan Sukirman hanyalah pelaksana. “Kami akan koordinasikan dengan pihak lapas, kenapa orang di dalam lapas mampu mengendalikan yang ada di luar. Kita akan pelajari dan koordinasikan dengan pihak lapas guna mengungkap jaringan yang lebih besar,” pungkasnya. (ro)

Teks foto: Para tersangka dan barang bukti.

Leave a Reply


*