01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Fikom Campaign 2015; Bangkitkan Budaya Membaca

Surabaya, KabarGress.com – Membaca merupakan kebutuhan bagi manusia untuk dapat memperoleh informasi dan menambah pengetahuan. Sayangnya tidak banyak orang yang menyadari hal tersebut dan membuat penurunan terhadap budaya pada orang dewasa dan juga anak kecil. Penurunan tersebut didukung dengan perkembangan jaman yang membuat banyak orang jarang membaca buku. Secara tidak langsung hal tersebut berimbas kepada anak kecil yang tidak dikenalkan dengan budaya membaca. Budaya membaca sendiri dapat menghilang seiring berjalannya waktu jika tidak dikampanyekan kembali.

Membaca merupakan hal yang terpenting dari upaya mencerdaskan bangsa. Karena dengan membaca buku, kita dapat memiliki pengetahuan yang lebih luas. Untuk membangkitkan kembali minat ataupun budaya membaca, setiap anak kecil hendaknya diberi dorongan dan disertai dengan sarana yang lengkap yakni dengan tersedianya bahan bacaan yang menarik, pasti akan menambah rasa ingin tahu pada anak kecil. Terlebih jika konten yang menarik tersebut ditambah dengan mutu yang baik pula. Hal tersebut diharapkan dapat menanamkan serta mengembalikan kebiasaan membaca pada anak-anak. Pada kesempatan kali ini, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Fikom UKWMS), mengadakan Fikom Campaign 2015 dengan tema “Cerdas Membaca”, bertempat di Taman Prestasi, Jl. Ketabang Kali No. 12 Surabaya, Minggu (1/11/2015).

Dengan harapan agar masyarakat, khususnya yang tinggal di Kota Surabaya lebih sadar akan pentingnya membaca dari usia dini hingga dewasa, mengembalikan budaya membaca dengan memanfaatkan salah satu fasilitas negara yaitu perpustakaan keliling dan masyarakat dapat memahami pentingnya membaca. Acara akan dikemas dalam bentuk pembukaan stan baca buku, mendongeng, bermain dan bernyanyi bersama, serta kampanye “Cerdas Membaca” untuk menghibur dan memberi pengetahuan masyarakat tentang pentingnya budaya membaca.

“Kampanye ini tidak dipungut biaya dan dipersembahkan untuk masyarakat umum dengan sasaran peserta adalah anak usia dibawah 15 tahun. Kami juga bekerja sama dengan Perpustakaan Umum kota Surabaya dan DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Surabaya),” ujar Fristi dari panitia. (ro)

foto: dok/sudewi2000.files.wordpress.com