02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Jawa Timur Siap Jadi Pilot Project Ekonomi Syariah

Gubernur Jatim dan Deputi Bank Indonesia foto bersama dengan para penerima Buku Perjalanan Perbankan Syariah di IndonesiaSurabaya, KabarGress.com – Jawa Timur siap untuk dijadikan pilot project penerapan ekonomi syariah. Berbagai hal yang mendukung Jawa Timur cocok untuk menjadi provinsi yang menerapkan ekonomi syariah. Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat Launching dan Bedah Buku Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia di Hotel J.W. Marriot Surabaya, Selasa (27/10).

Menurutnya, culture masyarakat Jawa Timur sangat cocok untuk penerapan ekonomi syariah. Sekitar 90 persen dari penduduk Jawa Timur adalah muslim. “Culture Jawa Timur berbeda dengan daerah lain. Apabila dijadikan pilot project akan sangat tepat. Ada lebih sekitar enam ribu pondok pesantren (Ponpes) ada di Jawa Timur yang siap untuk mendukung sistem perbankan ekonomi syariah,” ungkapnya.

Pakde Karwo sapaan akrabnya menuturkan sistem ekonomi syariah faktor utamanya adalah masalah kepercayaan. dengan sistem kepercayaan yang bagus dibangun melalui Ponpes serta diberikan pelayanan yang bagus, perbankan syariah akan berjalan dan berkembang sebagaimana mestinya.

Sementara itu, Kepala Departemen Riset Kebanksentralan BI menuturkan Buku Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia sudah dirancang dan dipersiapkan selama dua tahun. Hal yang membuat tersusunnya buku agak lama dikarenakan penulis harus mengumpulkan semua narasumber yang menjadi pelaku dan pendiri perbankan syariah di Indonesia. ”Dengan keyakinan dan berbagai faktor serta kendala tidak mengurangi semangat untuk memperjuangkan sistem ekonomi yang berbasis syariah,” ungkapnya.

Launching Buku Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia merupakan rangkaian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2015. Kegiatan ini merupakan acara rutin tahunan yang dilaksanakan Bank Indonesia. ISEF merupakan satu kegiatan ekonomi dan keuangan syariah terbesar dan terdepan di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil.

ISEF 2015 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan ISEF 2014 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersamaan dengan pertemuan Gubernur Bank Sentral Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Surabaya.

Tema ISEF 2015 adalah Empowering Islamic Economic adn Finance for the Prosperity of the Nations. Hal ini dilatarbelakangi peran aktif Indonesia sebagai poros pengembangan ekonomi syariah internasional yang mampu menjawab tantangan global terkait perkembangan keuangan syariah dunia serta relevansinya terhadap kesinambungan program pembangunan ekonomi inklusif. (hery/ro)