01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Suriname Jajaki Hubungan Kerjasama dengan Pemprov. Jatim

????????????????????????????????????

Surabaya, KabarGress.com – Dengan menggunakan Bahasa Jawa Madya, Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menyambut kedatangan Duta Besar Suriname Dominicus Supratikno, yang disertai 20 pengusaha dari Negara Suriname, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (26/10).

Pada kesempatan itu, Gubernur yang lebih akrab dipanggil Pakde Karwo menggambarkan keadaan wilayah Jawa Timur. Antara lain jumlah penduduk sebanyak 38 juta jiwa, yang tersebar di 29 kabupaten dan 9 kota.

Pendapatan ekonomi Jawa Timur didukung dari beberapa sektor, antara lain 30 persen dari sektor industri, 17 persen dari sektor perdagangan, 15 persen dari sektor pertanian.

Pakde Karwo menyambut baik maksud kedatangan Duta Besar Suriname dan para pengusahanya, yang menginginkan untuk melakukan kerjasama. Tetapi harus jelas terlebih dahulu apa yang dapat dikerjasamakan. “Kita ingin melihat bidang apa saja yang dapat dilakukan oleh para pengusaha Jawa Timur di Suriname. Kalau sudah mendapatkan gambaran tentunya akan lebih mudah untuyk melakukan kerjasama,” ungkapnya

Pada kesempatan itu Dubes Suriname menjelaskan keadaan Negara Surinamedengan luas wilayah 170 Km2, dihuni sekitar 500 ribu jiwa. 20 persen wilayah merupakan tanah pemukiman dan 70 persen wilayah merupakan hutan.

Oleh karena itu Suriname menginginkan akan adanya pembukaan lahan yang ditanami kelapa sawit. Disamping itu sektor tambang juga masih perlu untuk digali, misalnya bauksit.

Lebih lanjut diceriterakan, bahwa saat ini generasi Suku Jawa tinggal sedikit, dan Bahasa Jawa sudah sangat jarang dipergunakan. Karena generasi muda saat ini lebih suka menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. “Bahasa Jawa Sudah sangat jarang dipergunakan generasi muda. Karena saat ini merupakan era kompetitif. Oleh karena itu kita juga memerlukan Guru Bahasa Jawa,” ungkapnya.

Diceriterakan pula bahwa Suriname sangat terbuka dengan bangsa asing. Dicontohkan, banyak sekali bangsa asing yang membuka bisnis kecil-kecilan. Misalnya membuka toko kelontong dengan pegawai sebanyak lima orang, kegiatan tersebut sudah dianggap bahwa orang tersebut sebagai pengusaha dan sudah bisa mendapatkan kartu tanda penduduk.

Dengan gambaran sebagaimana di atas, Dubes Suriname Dominicus Supratikno sangat mengharapkan dukungan dari Pakde Karwo, agar kerjasama antara Jawa Timur dan Negara Suriname dapat segera dilakukan. (hery)