03/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Forum PAC PKB Dukung Rasiyo

Surabaya, KabarGress.Com – Teka-teki dukungan DPC PKB Surabaya dalam Pilwali Surabaya 2015 mulai terlihat. Forum PAC PKB Surabaya mulai merapat ke pasangan calon (paslon) Rasiyo-Lucy Kurniasari. Sebanyak 24 PAC mengadakan pertemuan khusus dengan paslon yang diusung oleh Partai Demokrat dan PAN diĀ  Nur Pasific, Kamis (15/10/2015).

Koordinator Forum PAC Surabaya Hanafi mengaku pertemuan dengan Rasiyo-Lucy merupakan keinginan dari PAC Surabaya. Dari 31 PAC se Surabaya, hanya ada tujuh yang tidak datang, salah satunya dari PAC
Genteng, Pabean Cantikan, dan Sambi Kerep.

Sebagai Ketua PAC PKB Bulak, Hanafi menegaskan ingin memfasilitasi keinginan teman-temannya untuk melakukan saliturrahim dengan Rasiyo-Lucy. “Kami ingin fasilitasi PAC Surabaya agar PKB arahnya kemana, pertemuan ini silaturrahim dulu,” ujarnya sebelum mengikuti acara.

Hanafi menerangkan, pertemuan tersebut sudah sepengetahun Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin. Hanya saja, belum ada respon positif. Syamsul hanya meminta pengurus PAC menunggu hasil musyawarah pengurus. Namun, karena beberapa desakan dari PAC, akhirnya instruksi tersebut diabaikan.

24 PAC ini rupanya tidak takut sanksi dari DPC. Pasalnya, Hanafi mengaku langkahnya tersebut tidak melanggar AD/ART partai. Bahkan, dia yakin keputusan DPC akan mengikuti aspirasi dari pengurus PAC dalam menentukan dukungan paslon Pilwali Surabaya.

“Soal dukungan, kita masih mau lihat visi-misi pak Rasiyo, tapi saya sepakat dengan Pak Rasiyo,” tuturnya yang datang ditemani Ketua Tim Penjaringan Calon walikota dan wakil walikota PKB, Mansur.

Sementara itu Ketua DPC PKB Surabaya, Samsul Arifin dengan tegas menyatakan bahwa forum PAC Surabaya tidak mewakili PKB Surabaya. “Kalau paslon nomor 1, Rasiyo menghadiri acara tersebut atau memfasilitasi pertemuan itu berarti sama artinya Rasiyo dengan memecah belah PKB,” katanya.

Syamsul menegaskan bahwa hingga saat ini PKB Surabaya secara resmi belum menyatakan arah dukungan suara kepada salah satu paslon yang akan berlaga di Pilwali Surabaya 9 Desember mendatang. Untuk itu pihaknya menyatakan bahwa apa yang terjadi di acara yang digelar di rumah makan Nur Pasific Jalan Adityawarman tersebut hanyalah personal-personal saja, meskipun mengaku sebagai PAC PKB Surabaya.

“Sebelumnya saya sudah berkomunikasi dengan Rasiyo terkait kabar pertemuan ini yang sudah saya terima. Ketika saya telpon Rasiyo, beliau bilang tidak akan datang. Lha kalau seperti itu, saya pastikan Rasiyo tidak akan menang di Pilwali Surabaya, karena menggunakan cara-cara yang dapat dikatakan tidak benar,” tegasnya.

Ditanya apakah dirinya akan memberikan sanksi kepada para kader PKB yang mendatangi acara tersebut? Samsul menegaskan akan mencari tahu siapa yang mengkordinir kegiatan tersebut. “Akan kami cari tahu dulu siapa yang mengkordinir acara tersebut. Selanjutnya akan kami panggil dan kita tanyai,” tutur Syamsul.

Syamsul mengaku, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan kedua paslon. Baik paslon nomor 1 dan paslon nomor 2. Namun belum ada arah dukungan yang akan diberikan. “Jadi hingga saat ini kita masih belum tentukan sikap,” tandasnya.

Dukungan Forum PAC PKB Surabaya menambah optimis paslon Rasiyo-Lucy. Rasiyo mengaku sangat yakin bisa memenangi Pilwlai Surabaya. Setelah kader PDI Perjuangan, kali ini giliran kader PKB yang merapat dengan paslon nomor urut 1 itu. “Sangat yakin dukungan PKB 100 persen, jadi ini semangat baru buwa kami,” akunya.

Mantan Sekdaprov Jatim ini mengungkapkan, dukungan dari PKB ini mengharapkan Kota Surabaya lebih baik. Sebab, sejak Tri Rismaharini memimpin Surabaya, komunikasi dengan partai politik tidak baik. “Soal komunikasi politik yang jelek itu tidak bisa diperbaiki, karena sudah menyankut watak,” tandasnya. (tur)