03/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Kegiatan Perekonomian Surabaya Relatif Stabil di Tengah Penurunan Keyakinan Konsumen

Surabaya, KabarGress.com – Kegiatan perekonomian Surabaya menunjukkan perkembangan yang relatif stabil meskipun aktivitas konsumsi masyarakat pada Agustus 2015 cenderung mengalami penurunan. Hal ini terindikasi pada pertumbuhan penjualan riil eceran Agustus 2015 yang sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) serta bulan yang sama pada tahun sebelumnya (yoy). Penurunan konsumsi masyarakat secara dominan berasal dari kelompok barang budaya dan rekreasi, diikuti oleh kelompok barang sandang dan suku cadang pasca momen lebaran.

Penurunan tersebut masih mampu ditahan oleh peningkatan permintaan terhadap kelompok barang makanan, minuman dan tembakau. Selain itu, diprediksi pada bulan September 2015 penjualan riil eceran akan tetap meningkat yang diyakini masih didorong oleh hampir seluruh kelompok barang, kecuali kelompok suku cadang yang tercatat stabil.

“Keyakinan konsumen Surabaya pada bulan September 2015 menunjukkan penurunan optimisme yang disebabkan oleh turunnya Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK),” ungkap Deputi Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Syarifuddin Bassara, lewat siaran persnya.

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE), beberapa kelompok komoditas mengalami penurunan, yaitu kelompok suku cadang dan aksesoris, perlengkapan rumah tangga lainnya, barang budaya dan rekreasi, dan kelompok komoditas barang lainnya.

Kelompok komoditas barang budaya dan rekreasi mengalami penurunan paling dalam, tercermin dari perubahan indeks riil penjualan eceran sebesar -8,02% (mtm). Penurunan penjualan terjadi pada semua sub kelompok barang sebagai dampak menurunnya permintaan pasca tahun ajaran baru. Sementara itu kelompok bahan bakar dan pelumas relatif stabil, menunjukkan momen mudik lebaran tidak berdampak pada permintaan terhadap bahan bakar secara signifikan.

Untuk bulan September 2015, kelompok komoditas makanan, minuman dan tembakau diindikasikan akan mengalami peningkatan, tercermin dari perubahan indeks riil penjualan eceran yang naik sebesar 1,98% dibanding bulan sebelumnya, didorong oleh kenaikan permintaan sub kel kelompok makanan jadi. Demikian pula kelompok bahan bakar dan pelumas, perlengkapan rumah tangga lainnya serta barang lainnya dan komoditas makan, minuman dan tembakau. Kenaikan indeks perkiraan penjualan eceran sebesar 2,65% (mtm) untuk komoditas makan,minuman dan tembakau didorong oleh ekspektasi kenaikan permintaan sub kelompok minuman yang relatif tinggi.

Dari hasil Survei Konsumen (SK), IKK September 2015 tercatat menurun dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari 126,9 menjadi 99,6 yang mengindikasikan bahwa masyarakat cenderung berkeyakinan mengalami penurunan optimisme. Berdasarkan profil responden penurunan optimisme keyakinan konsumen didominasi oleh responden laki-laki, kelompok pengeluaran menengah atas (Rp 4,1jt-5jt), usia tua (41th -50 th), tingkat pendidikan pasca sarjana serta responden dengan pekerjaan non formal. Penurunan IKK tersebut didorong oleh pergerakan negatif IEK dan IKE.

Penurunan IEK terjadi di hampir seluruh indikatornya, dengan penurunan terdalam pada ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 6 bulan yang akan datang yang turun sebesar 46,3 poin menjadi 75,8 poin, sementara penurunan IKE didorong oleh keterbatasan ketersediaan lapangan kerja yang nilai indeksnya (72,3 poin) merupakan titik terendah dalam 2 tahun terakhir.

Untuk ekspektasi harga barang, perubahan harga secara umum dalam 3 bulan yang akan datang masih menunjukkan kenaikan tingkat ekspektasi yang didorong oleh kelompok bahan makanan, dan makanan jadi. Ekspektasi tersebut ditengarai sebagai efek akan adanya momen tahun baru. Peningkatan ekspektasi juga terjadi pada perubahan harga umum 6 bulan dan 12 bulan yang akan datang.

Dari sisi penggunaan penghasilan pada rumah tangga, SK menunjukkan porsi penggunaan penghasilan untuk konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan 2,9%, porsi pembayaran cicilan utang relatif stabil dengan kenaikan 0,2%, sedangkan tabungan turun 3,1%. Indikator rata-rata pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dan pembayaran cicilan pada September 2015 relatif stabil dengan sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Indikator tersebut masih menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat Surabaya yang sebelumnya digunakan untuk investasi, berlibur, serta pembelian kebutuhan tersier beralih sebagian untuk konsumsi rumah tangga. (ro)