27/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Rasiyo Kritisi Risma di Berbagai Aspek

Rasiyo Kritisi Risma di Berbagai AspekSurabaya, KabarGress.Com – Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, Rasiyo-Lucy Kurniasari kembali menghimpun dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini dukungan datang dari warga Surabaya yang mengatasnamakan Forum Komunitas Ababil (FKA). Acara yang di lakukan di salah satu resto di Surabaya ini dihadiri oleh sekitar 200 orang dari FKA.

Dalam sambutanya, Rasiyo mengkritisi soal minimnya serapan Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Daerah (APBD) yang dilakukan oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kota Surabaya. Pasalnya, diketahui anggaran APBD yang terserap untuk tahun ini hanya sekitar 35 persen.

“Mungkin disana (proses pelaksanaan) entah ada ketakutan, keterpaksaan atau lain sebagainya. Dan tidak ada ketenangan dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh SKPD, serta hati yang tulus dalam pengerjaanya,” ujar Rasiyo, Jumat (9/10/2015).

Mantan Sekdaprov Propinsi Jawa Timur ini, sempat menceritakan pengalamanya saat menyelesaikan kasus warga yang ada di wilayah Jagir soal relokasi warga di bantaran sungai. Dirinya menjelaskan, saat melakukan relokasi warga tidak ada satu pun warga yang menjadi korban pada saat itu.

“Ketika itu Walikotanya pak. Bambang DH. Yang kami lakukan pada saat itu dengan cara pendekatan dengan warga, kami ajak berbicara dari hati ke hati. Akhirnya alhamdulillah kami menemukan solusi yang disepakati bersama. Itu adalah bukti bagaimana soal mengatasi warga,” ucapnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur ini juga mengkritisi soal adanya mutasi yang dilakukan kepada guru pendidikan pada saat Walikota Tri Rismaharini. Ia menganggap progam mutasi yang dilakukan itu adalah sebuah kekeliruan. Buktinya, setelah adanya mutasi, tidak sedikit guru yang meninggal akibat hal tersebut.

“Ada 12 guru yang meninggal dunia ketika dia mendengar akan dimutasi. Apa ini kebijakan yang tepat. Ini adalah hal-hal yang harus diperbaiki jika saya nantinya di percaya warga Surabaya untuk memimpin kota Surabaya dalam pemilihan nanti,” tuturnya.

Sementara itu, calon Wakil Walikota Surabaya Lucy Kurniasari lebih mengistilahkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini ibarat seperti semut melawan gajah. Artinya, ia mengakui bahwa dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan calon petahana Tri Rismaharini-Whisnu Shakti Buana.

“Tapi insya allah dengan dukungan seluruh warga Surabaya, kami mampu mengatasi perlawanan calon Walikota dan Wakil Walikota petahana. Maka kami memohon kepada seluruh warga Surabaya untuk mendukung kami dengan hati yang tulus,” pungkasnya. (tur)