26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Pepsodent, AFDOKGI dan PDGI Kembali Menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional yang Ke-enam Kalinya

93,5% masyarakat Jawa Timur menyikat gigi sehari dua kali, namun hanya 1,5% yang mempunyai perilaku menyikat gigi dengan benar

Jember, KabarGress.com – Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) kolaborasi antara Unilever melalui brand Pepsodent dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) kembali hadir untuk ke-enam kalinya di tahun 2015 ini. Bertujuan untuk mengedukasi serta membiasakan masyarakat Indonesia merawat kesehatan gigi serta memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali, BKGN kali ini menargetkan untuk menjangkau setidaknya 50.000 orang di 25 PDGI Cabang dan 20 Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang tersebar di 14 kota di seluruh Indonesia.

BKGN diselenggarakan di Jawa Timur, di FKG Universitas Jember selama tiga hari, mulai tanggal 8-10 Oktober 2015. Secara konsisten sejak tahun 2010, BKGN giat mengedukasi serta memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat luas. Lima tahun penyelenggaraan BKGN telah berhasil menjangkau dan mengedukasi 155.451 orang yang tersebar di wilayah Indonesia. Baik Pepsodent, PDGI dan AFDOKGI berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang mendapatkan perawatan kesehatan gigi gratis dan teredukasi akan cara merawat kesehatan gigi dan mulut yang benar.

Guna mengetahui manfaat penyelenggaraan BKGN bagi masyarakat luas, Pepsodent telah menyelenggarakan survei pada BKGN tahun 2014 di 6 kota. “Dari survei yang kami lakukan, perilaku hidup sehat terutama di generasi muda sudah menjadi bagian dari keseharian hidup, terlihat dari kebiasaan menyikat gigi yang sudah baik. Sebanyak 63% mengaku telah menggosok gigi sebanyak dua kali sehari, bahkan 23% di antaranya menyikat gigi sebanyak tiga kali sehari,” ujar drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc, Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia Tbk.

Selain itu, hasil survei juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pengunjung BKGN (55%) pernah mengalami sakit gigi, tetapi banyak pula yang belum pernah ke dokter gigi. Alasan utama yang mendorong hal ini adalah anggapan biaya pemeriksaan gigi yang mahal atau tidak merasa perlu ke dokter gigi secara rutin.

“Walaupun demikian, kami sangat senang karena BKGN mampu menarik minat masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan giginya. Buktinya, 24% dari responden adalah partisipan dari BKGN tahun sebelumnya dan 33% responden yang sudah lebih dari 1 tahun tidak memeriksakan kondisi kesehatan giginya mendapatkan pemeriksaan gigi di BKGN lalu. Kami harap, makin banyak masyarakat Indonesia yang menyikat gigi di waktu yang benar dan memeriksakan dirinya ke dokter gigi secara rutin,” ujar drg. Mirah menambahkan keterangannya.

Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut, BKGN yang telah memasuki tahun ke-enam penyelenggaraan terus memperluas jangkauan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat Indonesia. Terdapat 25 PDGI cabang yang didukung oleh sekitar 1.250 dokter gigi di seluruh Indonesia yang akan berpartisipasi untuk menyukseskan BKGN 2015. Sudah menjadi tugas PDGI untuk terus membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, utamanya pada masalah kesehatan gigi melalui edukasi, pengabdian dan penelitian.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, index gigi berlubang Jawa Timur mencapai 5,5 lebih tinggi dari angka nasional 4,6. Masyarakat yang menyikat gigi sehari dua kaliuntuk di Jawa Timur mencapai 93,5%, namun hanya 1,5% yang mempunyai perilaku menyikat gigi dengan benar, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur di Jawa Timur.

“Edukasi yang konsisten dan berkesinambungan sangat diperlukan untuk mengganti tradisi ‘menginang’ pada masyarakat Jember dengan perilaku menyikat gigi dengan benar di waktu yang tepat; di pagi hari setelah sarapan dan di malam hari sebelum tidur.” drg. R Rahardyan Parnaadji, M.Kes, Sp.Pros, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember melanjutkan, “Sejak awal kami bergabung pada penyelenggaraan BKGN, kami melihat peningkatan perilaku dalam menyikat gigi sebagai kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Oleh karena itu, Universitas Jember akan terus merapatkan barisan dengan Pepsodent untuk mensukseskan BKGN, agar seluruh lapisan masyarakat teredukasi dan secara konsisten menjaga kesehatan gigi dan mulutnya dengan menyikat gigi secara benar di waktu yang tepat, serta melakukan kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.“

Sekitar 446 tenaga kesehatan gigi siap untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi yang diperuntukkan bagi sekitar 1.500 orang selama BKGN berlangsung di Universitas Jember, Jawa Timur.

Mengangkat tema yang sama dengan kick-off BKGN 2015 tahun ini, “Senyum mengubah segalanya”, Universitas Jember akan menampilkan 40 anak untuk melakukan tarian dan senam pada acara pembukaan, juga sekitar 140 anak untuk melakukan sikat gigi massal dari TK Dharma Indria dan TK Islam Syafi’i.

Selama lebih dari 81 tahun berada di tengah masyarakat Indonesia, Unilever melalui Pepsodent, secara konsisten telah melakukan upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Hal ini juga merupakan implementasi dari strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP), yaitu menumbuhkan bisnis dua kali lipat seraya mengurangi dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan meningkatkan manfaat positif untuk masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan adalah melalui edukasi terus menerus untuk menyikat gigi sehari dua kali pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dan kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

“Pepsodent percaya bahwa manfaat yang telah disebarluaskan BKGN memiliki dampak jangka panjang yang berujung pada kebiasaan baik yang sederhana untuk merawat, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut. Terbukti sebesar 98% merasa puas dengan pelayanan di BKGN dan sebesar 81%, berjanji akan secara rutin melakukan pemeriksaan gigi. Hal ini menunjukan bahwa kebiasaan perilaku sehat dan edukasi yang diajarkan di BKGN meningkatkan keinginan peserta untuk mengunjungi dokter gigi di masa yang akan datang,” tutup drg. Mirah. (ro)