03/12/2020

Jadikan yang Terdepan

KKM Siap Dukung Rasiyo

Surabaya, KabarGress.Com – Pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Surabaya Rasiyo-Lucy Kurniasari terus mencari dukungan. Terbaru, Kelompok Kerja Madrasah (KKM) se- Surabaya menyatakan kesiapannya mendukung paslon yang diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua KKM Ahmad Jauhari akan all out mendukung paslon nomur urut 1 itu. Rasiyo dianggap memiliki kapabilitas dalam dunia pendidikan. Sebagai mantan Kapala Dindik Jatim dua periode, Rasiyo dipandang memiliki segudang pengalaman untuk membawa dunia pendidikan di Surabaya lebih maju.

“Kami dari pengurus kelompok kerja kepala MI se-Surabaya mendukung penuh pak Rasiyo,” ujarnya di Nur Pacific saat bertemu dengan Rasiyo, Kamis (8/10/2015).

Jauhari mengaku, sedikitnya ada 157 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Surabaya. Dari masing-masing kepala sekolah MI sudah memiliki tekad untuk memenangkan Rasiyo-Lucy. Hal itu karena visi-misi Rasiyo sesuai dengan keinginan para pengelola MI.

Dia mengaku, walikota Surabaya sebelum-sebelumnya seolah-olah mengesampingkan keberadaan madrasah. Madrasah seringkali dianak tirikan. Diskriminasi ini bisa dilihat dari peran Pendidikan Madrasah (Penma) dan Dinas Pendidikan yang tidak pernah berkesinambungan.

“Harusnya penma dan diknas harus jalan beriringan. Namun nyatanya selama ini berjalan sendiri-sendiri,” terangnya.

Sebagai langkah awal dukungannya kepada Rasiyo-Lucy, Jauhari dan pengurus KKN Surabaya akan turun ke kecamatan-kecamatan di Surabaya untuk mengumpulkan guru madrasah ibtidaiyah.

“Minggu depan kita adakan pertemuan dengan KKM di kecamatan. Sehingga mereka tahu pak Rasiyo yang penduli pendidikan,” tegasnya.

Rasiyo merespon positif dukungan dari KKM Surabaya. Sejak dirinya menjadi Sekdaprov Jatim, Rasiyo mengaku memiliki perhatian serius terhadap keberadan lembaga madrasah, mulai dari MI, MTs, dan MA serta madrasah diniyah (madin).

“Kelembagaan di madin menjadi perhatian seirus. Apalagi, menurut pemahaman kami kebijakan pemkot belum memihak kepada madin,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dindik Jatim ini memiliki prinsip pemerataan pendidikan bisa dilakukan hanya dengan peningkatan akses pelayanan pendidikan. Artinya jangan ada anak usia sekolah tidak bisa sekolah.

Pembangunan kota tidak hanya dilakukan dengan peningkatan infrastruktur. Lebih dari itu adalah anak didik generasi bangsa harus ditanami pendidikan karakter dengan menitikkan pada aspek spiritual.

Rasiyo juga menyinggung soal kesejahteraan guru madrasah. Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan kesejahteraan guru. Hal ini penting untuk meningkatkan mutu pendidikan. “Jabatan guru itu prestise lho, tapi pendapatannya kecil,” tandasnya. (tur)