Market Share Minimal 8 Persen, So Klin Semakin Dipercaya Konsumen

JpegSurabaya, KabarGress.com – Tidak terasa sudah 35 tahun So Klin hadir di tengah-tengah konsumen setianya. Untuk bertahan hingga sekarang, tentu banyak persoalan yang dihadapi, baik produksi maupun distribusi. Faktor sumber daya manusia (SDM) juga tidak kalah penting karena menjadi penentu dalam membuat strategi dan inovasi produk, agar bisa menghasilkan varian produk yang tidak hanya berkualitas, tapi juga memberi nilai manfaat bagi penggunanya.

Belum lagi kehadiran kompetitor tidak bisa dipandang remeh di tengah ketatnya persaingan di bisnis deterjen seperti sekarang ini. Di Indonesia, dalam 2 tahun terakhir rata-rata pertumbuhan produksi deterjen bubuk per tahun mencapai 7,40%, sedangkan deterjen liquid rata-rata mancapai 40,78%. Meski sekarang ini ekonomi melemah, namun market share deterjen Indonesia di Asia pertumbuhannya masih bagus, yakni minimal 8 %. Untuk So Klin, produknya telah diekspor ke negara-negara Asia Pasifik, Amerika Latin dan Afrika.

“So Klin bertahan selama dasawarsa dan dipercaya konsumen dalam dan luar negeri karena memiliki varian produk yang banyak dan mampu berinovasi dalam tiap era perkembangannya,” ungkap Group Head of Marcom PT Sayap Mas Utama, Aristo Kristandyo, di sela-sela acara Press Conference “Journey of So Klin, di Atrium Ciputra World Surabaya Jl. Mayjend Sungkono no. 89, Surabaya, Sabtu (3/10/2015).

JpegMenurut Aristo, seiring dengan komitmen Wings untuk selalu memenuhi perkembangan kebutuhan konsumen yang menginginkan semua serba cepat dan praktis, So Klin menghadirkan So Klin Liquid, yang mudah larut dalam air dan mampu menyerap hingga serat terdalam. Selain itu lebih lembut di tangan, dan mudah dibilas.

“Produk unggulan So Klin lainnya yaitu So Klin Bio-Matic yang ramah lingkungan. Tidak hanya ramah lingkungan, So Klin Bio-Matic dibuat khusus untuk penyempurnaan teknologi mesin cuci, sehingga ramah untuk lingkungan dan ramah untuk mesin cucinya. Kami juga memiliki So Klin Softergent yang menggabungkan deterjen dan pelembut wangi yang segar. Saat ini ketiganya sudah sangat banyak digunakan. Inlah bentuk inovasi yang diharapkan sehingga So Klin ada di hati ibu-ibu rumah tangga,” terangnya.

Menurut Aristo, di dalam industri deterjen tidak lepas dari tren. Saat ini tren masyarakat Indonesia sekitar 70% masih menggunakan pola tradisional dalam mencuci baju. Diakuinya, memang pola mencuci dengan tangan tidak bisa dihindari walau sudah ada mesin cuci. Namun, hal itu sudah bisa dibaca oleh Wings. “Makanya kami berpikir menyediakan produk sesuai dengan karakter dan kebutuhan keluarga. Bukan hanya menyediakan deterjen bubuk, tapi juga deterjen cair. Ada pula So Klin Pewangi, So Klin Softener, So Klin Pemutih, So Klin Rapika, dan So Klin Fresly. Semua produk itu menjadikan bagaimana baju yang dicuci tidak hanya dicuci tapi dirawat dengan bentuk lain,” ujarnya.

Sebetulnya ada tiga fungsi penting dalam dunia So Klin di tiap perkembangannya, yaitu membersihkan pakaian dari kotoran, menjaga serat pakaian hingga serat terdalam, dan menjaga warna pakaian tetap cerah. Tidak cukup sampai disitu, menurut Aristo, dalam mencuci pakaian bersih saja tidak cukup, pakaian harus bebas dari kuman dan bakteri. Karena faktanya, di setiap lembar kain 1,5×1,5 meter terdapat lebih 400.000 kuman jenis aspergillus yang mengancam kesehatan

“Atas dasar itu, kemudian kami memproduksi So Klin Higinis yang mengandung formula anti bacterial yang dapat membunuh kuman dan bakteri pada pakaian. Dengan kekuatan anti bacterial dan tampilan hi-tech yang menggunakan formula baru, kuman dalam pakaian bisa langsung mati,” tandasnya.

Hasto juga mengatakan, untuk memaparkan perkembangannya sejak lebih dari 3 dasawarsa dipercaya keluarga Indonesia, So Klin menggelar acara yang dikemas dalam ’House of So Klin’ di Atrium Ciputra World (Ciworld) Surabaya dari tanggal 29 September-4 Oktober 2015. House of So Klin menghadirkan beberapa publik figur yang pernah turut ambil bagian dalam tiap era perkembangan So Klin, yaitu Titiek Puspa dan Indy Barends.

Selama seminggu acara di Ciputra menargetkan ibu-ibu rumah tangga dan keluarga muda. Dihadirkannya brand ambassador So Klin juga menambah semarak dimana memori perjalanan awal So Klin selama 35 tahun kembali dikenang. “Kami sangat mengapreasi So Klin yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi bagian dari keluarga besar So Klin. Indy Barends juga hadir mewakili generasi muda pemakai produk nasional yang berkualitas tinggi ini,” ujar Titiek Puspa, Brand Ambassador So Klin tahun 1996-2007.

Titik Puspa juga memberikan tips mencuci pakaian yang benar. Dari penjelasannya, sebelum mencuci harus dipisahkan terlebih dahulu pakaian sesuai dengan materialnya. “Bahan yang halus, jangan dicampur dengan bahan keras atau kotor. Juga merendam pakaian putih dengan pemutih jangan terlalu lama. Beberapa menit harus diambil sesuai petunjuk di kemasan pemutih. Dan jangan dicampur pakaian yang terlalu kotor dengan pakaian kotor,” tuturnya.

Sementara itu, Indy Barends, mengatakan dirinya tidak akan ’selingkuh’ memakai produk lain. “Wanita itu setia. Jika dia percaya dengan satu produk, maka tidak akan berpindah ke produk lain,” katanya.

Ditambahkan, acara tersebut juga diramaikan dengan talkshow bagi para orangtua dengan topik Alergi pada Anak, Makanan Anak Tanpa MSG, dan Cara Bisnis Online yang Prospektif. Tidak ketinggalan, anak-anak dapat mengikuti Kitchen Magic yang mengajak anak-anak membuat bento sendiri dan berbagai kegiatan seru lainnya. (ro)

Teks foto:

  • Titik Puspa dan Indy Barends saat hadir di Surabaya.
  • Kemasan So Klin dari masa ke masa.

Leave a Reply


*