02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Ideologi yang Tidak Tergoyahkan

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menjadi Irup Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Gedung Grahadi SurabayaSurabaya, KabarGress.com – Empat pilar kebangsaan sebagai idelogi bangsa Indonesia yang tidak tergoyahkan. Empat pilar kebangsaan terdiri dari Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu bangsa. “Empat pilar kebangsaan sebagai hal sangat mendasar dan esensial kehidupan berbangsa dan bernegara. Perkuatan komitmen terhadap empat pilar kebangsaan harus ditegakkan. Siapa yang mengganti Pancasila adalah musuh bangsa negara kita,” ujar Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo seusai Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2015 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Kamis (1/10).

Ia mengatakan, penerapan empat pilar kebangsaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun dalam hal ini, masyarakat menginginkan wujud konkretnya implementasinya dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, diterimanya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional juga membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila harus dijadikan landasan pokok dan landasan fundamental bagi penyelenggaraan bernegara sekaligus mengatur penyelenggaraan negara di segala bidang.

“Diperlukan upaya agar nilai-nilai Pancasila menjadi nilai strategis pendorong terwujudnya integritas, kerja keras, dan gotong royong. Upaya ini harus dilaksanakan sejak dini dan berkelanjutan guna memperkuat ikatan dalam kehidupan bermasyarakat, meneguhkan rasa cinta tanah air,” jelas Pakde Karwo sapaan lekatnya.

Lebih lanjut disampaikannya, masyarakat menginginkan adanya penerapan secara konkret terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila haruslah diejawentahkan dalam setiap aspek kehidupan.

Upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila diikuti anggota Korpri, Pelajar, Mahasiswa, TNI/Polri dengan Komandan Upacara, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Arisandi yang sehari-hari menjabat sebagai Kasubdit 1 Narkoba Polda Jatim. Perwira Upacara, Mayor Lek Eprit Repita yang sehari-hari menjabat Kepala Protokol Kogartap III/Surabaya ini berjalan tertib dan khidmad. Sebagai Inspektur Upacara (Irup) yakni Gubernur Jawa Timur.

Di mimbar kehormatan, nampak hadir Istri Gubernur Jatim Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf beserta Isteri Ny. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf, Sekdaprov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi, MM beserta Isteri Ny. Hj. Chairani Yuliati Akhmad Sukardi,S.Sos,  beserta jajaran Forpimda Jatim beserta isteri, pejabat, dan mantan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim.

Para undangan dan seluruh peserta mendengarkan dengan khidmad pembacaan ikrar oleh Wakil Ketua DPRD Jatim, Pembacaan UUD 1945 oleh Endah Puspaningrum Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya dan sebagai pembaca doa adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Drs. Machfud Sodar.

Pasukan upacara terdiri dari 1 unit Korsik Satpol. PP Prov. Jatim, 1 Kompi Korps Wanita TNI dan Polwan, 1 Pleton TNI AD, 1 Pleton TNI AL, 1 Pleton TNI AU, 1 Kompi Polri, 1 pleton Satpol PP, 1 Kompi Korpri (Dishub dan LLAJ, Dispenda, dan Dinas Pendidikan Prov. Jatim), 1 Pleton Resimen Mahasiswa, 1 Kompi Mahasiswa (Poltek Pelayaran, ATKP, Universitas Hang Tuah), 1 Kompi Ormas Kepemudaan (Tagana, Karang Taruna), 2 Kompi Pelajar SMU (SMK Kal. 2, SMA Indo Baruna, SMA IPIEMS Surabaya), dan 1 Kompi Pramuka. Tema Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2015, yakni “Kerja Keras dan Gotong Royong Melaksanakan Pancasila”. (hery)