29/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Kurangi Antrean, KAI Daop 8 Cetak Tiket Thermal

Surabaya, KabarGress.com – Selisih waktu pencetakan tiket kereta api (KA) dengan pemesanan tiket keberangkatan kerap menjadi sumber panjangnya antrean di loket stasiun. Namun kini, antrean yang selalu mengular disetiap pemesanan tiket bisa diminimalisir dengan penggunaan tiket baru yang menggantikan tiket dot matrix.

“Mulai, Selasa tanggal, 6 Oktober 2015, tiket KA Lokal kami ganti dengan penggunaan Tiket Thermal. Bentuknya lebih kecil, seukuran karcis parkir,” jelas Maganer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, Sumarsono, Kamis (1/10/2015).

Menurutnya, karcis thermal KA Lokal yang diberlakukan itu, terdapat nomor KA, waktu keberangkatan, yaitu tanggal dan jam, tarif, serta data petugas. Selain itu, di tiket thermal juga tertera loket penjualan dan jam pencetakannya serta menggunakan kertas khusus. “Setiap hari ada 44 perjalanan KA lokal yang akan menggunakan tiket thermal,” ingat Sumarsono.

Alasannya, penggantian cetak tiket dot matrix dengan tiket thermal di loket stasiun, sebagai upaya mempercepat pelayanan pemesanan tiket. Sebab, selama ini, penggunaan tiket lama dalam cetak dot matrix menjadi pemicu antrean penumpang yang memesan tiket keberangkatan di loket stasiun.

“Dengan pemberlakuan tiket KA thermal, maka pelayanan pembelian tiket KA Lokal bisa dipercepat pencetakannya. Karena biasanya, untuk KA lokal, masyarakat selalu membeli tiket menjelang KA berangkat atau go show,” kata Sumarsono.

Pelayanan pemesanannya? Sumarsono mengatakan, pemesanan tiket thermal dilayani pada hari, atau tanggal keberangkatan. Pemesanan tiket thermal ini, mulai buka 3 jam sebelum jam keberangkatan KA.

“Kalau tiket dot matrix membutuhkan pencetakan sekitar 14 hingga 15 detik per tiket. Tapi, dengan menggunakan tiket thermal, pencetakan tiket bisa lebih dipercepat, sekitar 0,5 hingga 1 detik per tiket. Dengan begitu, bisa mengurangi antrean,” ujarnya.

Sumarsono juga menjelaskan, aecara fisik, ukuran tiket KA Thermal menggunakan kertas berukuran 8 x 9 centimeter. Tiket ini, menyerupai tiket parkir elektronik atau struk belanja di supermarket.

“Sebagai pengaman, pada kedua sisi tiket thermal terdapat logo dan tulisan PT KAI berwarna dan mempunyai barcode atau kode batang,” paparnya.

Menurut Sumarsono, karcis thermal KA Lokal yang diberlakukan itu terdapat nomor KA, waktu keberangkatan, yaitu tanggal dan jam, tarif, serta data petugas. Selain itu, di tiket thermal juga tertera loket penjualan dan jam pencetakannya serta menggunakan kertas khusus. “Setiap hari ada 44 perjalanan KA lokal yang akan menggunakan tiket thermal,” ingatnya. (ro)

Teks foto: Gerbang pemeriksaan tiket di Stasiun Gubeng, Daop 8 Surabaya.