25/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Novel Otobiografi Jenderal asal Bali Mendadak Jadi Trending Topic

Casko Wibowo & Lusiana SanatoSurabaya, KabarGress.Com – Novel ‘Romantika Sang Jenderal’ hasil karya Lusiana Sanato dan Krisna Pabichara (penulis novel Sepatu Dahlan), mendadak jadi Trending Topic di tanah air. Berbagai media massa baik koran, radio, televisi juga online banyak menayangkan berita-berita dengan berbagai sensasinya.

“Saat ini novelnya masih dalam tahap revisi dan akan launching akhir tahun ini juga. Dan tahun depan akan mulai digarap film layar lebarnya,” ungkap produser sekaligus sutradara film Casko Wibowo, kepada awak media Surabaya, Minggu (27/9/2015).

Menurut Casko, film yang akan digarapnya tersebut akan menceritakan sosok seorang jenderal polisi kelahiran Bali. Namun siapa sosok yang dimaksud masih dirahasiakan. “Nanti pada saatnya akan kita umumkan sosok Sang Jenderal yang dimaksud,” tandas sutradara berusia 19 tahun ini.

Menariknya novel setebal 350 halaman ini, karena dilengkapi dengan film teaser berbentuk compact disc (CD) berdurasi 10 menit yang bertujuan membantu membawa imajinasi setiap pembacanya. Seperti membawa imajinasi dimana suasana masa-masa sang jenderal menjalani hidupnya, bahkan sejak kelahirannya dari sang ibu.

“Jadi ini yang pertama kalinya sebuah novel dilengkapi dengan teaser. Biasanya kan pembaca novel akan memiliki imajinasi berbeda-beda setelah membacanya. Nah, dengan teaser ini kita harapkan akan muncul kesamaan imajinasi dari setiap pembaca novel Romantika Sang Jenderal,” tandas mahasiswa semester 3 Universitas Mahendradata Denpasar ini.

Untuk membuat teaser syuting dilakukan di studio yang ada di rumahnya di Bali. Sejumlah artis yang terlibat dalam pembuatan teaser Novel “Romantika Sang Jenderal” yakni Ayudia Bing Slamet (berperan sebagai istri jenderal), Sandra Devi (sebagai ibu sang jenderal yang juga pemain FTV), Bima Darmawan (sebagai sang jenderal semasa muda).

Sementara itu, menurut Lusiana, dalam proses pembuatan novel ini benar-benar membutuhkan ketelitian bahan tulisannya. Sehingga diperlukan riset yang sangat menguras tenaga dan pikiran karena menggali data sebenarnya di lokasi-lokasi dimana sang jenderal pernah tinggal, seperti di Bali, Bengkulu, Palembang, Jakarta serta Sukabumi.

Kenapa tertarik menovelkan kisah sang jenderal, Lusiana yang merupakan pengusaha sukses di Bali, seorang penyanyi, juga penulis, menuturkan banyak tauladan yang bisa dipetik dari perjalanan sosok sang jenderal. “Terutama bagi para remaja dan ibu-ibu, sangat bagus mengambil tauladan beliau,” tandas istri Konsulat Jenderal Srilangka di Bali tersebut.

Bagaimana seorang anak transmigran bisa mengejar cita-citanya menjadi seorang pemimpin. Memberikan bukti untuk mencapai cita-cita tidak harus dari keluarga kaya, tidak harus mengeluarkan uang untuk membayar sesuatu yang tidak pada mestinya.

“Banyak hal yang kita petik dari pengalaman sang jenderal asal Bali ini. Bagaimana seorang anak miskin yang ingin bangkit dan sukses mengejar mimpinya menjadi pemimpin. Sayapun menulis juga ikut menangis,” ujar Lusiana yang saat ini sedang menempuh S3 Program Studi Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya Jakarta. (ro)

Teks foto: Casko Wibowo dan Lusiana Sanato.