01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Fakultas Bisnis dan Program Pascasarjana UKWMS Selenggarakan The 8th National Conference Faculty of Business

“Crisis Management: Key to Sustainable Business Development”

Surabaya, KabarGress.com – Crisis Management merupakan aktivitas individu atau organisasi dalam mempersiapkan diri dan menanggapi kejadian yang tidak terduga secara bijak. Kejadian tersebut bisa berupa bencana alam, aksi terorisme, kejahatan di tempat kerja atau ancaman bom. Guncangnya perekonomian dunia tahun 1997 yang dampaknya masih terasa sampai sekarang, tidak hanya di negara berkembang bahkan negara-negara maju pun harus berhemat untuk menghadapi krisis Masih jelas dalam ingatan kita bagaimana tsunami 2004 memporakporandakan kehidupan di Aceh, runtuhnya menara kembar WTC di Amerika akibat terorisme tahun 2011, atau kejadian yang baru saja terjadi di tahun 2014 ketika pesawat Air Asia jalur penerbangan Surabaya – Singapura jatuh, banjir di Jakarta dan kota lainnya yang memberikan kerugian bagi masyarakat secara luas.

Tidak hanya masalah bencana yang memang sulit diantisipasi sebelumnya tetapi seringkali juga karena kesalahan dalam pengoperasian seperti halnya kebocoran nuklir di Rusia, dimana pemerintah Rusia waktu itu sangat menutup diri dan ketika terbuka di dunia sudah ribuan orang menjadi korban. Dampak dari sebuah krisis adalah keselamatan manusia dan reputasi, baik reputasi perusahaan maupun reputasi pemimpin.

Kesuksesan perencanaan crisis management dalam sebuah organisasi berkaitan erat dengan kecepatan dan ketepatan respon dalam menghadapi keadaan darurat, pemulihan keadaan atau reputasi dari bencana dan kemampuan untuk melanjutkan usaha. Pengendalian sebuah krisis tidak dapat dilakukan oleh seorang individu, organisasi atau bahkan sebuah negara sendirian. Perlu kerjasama sebagai sebuah kesatuan masyarakat dan kerja sama antara masyarakat, organisasi dan pemerintah agar penanganan dan pemulihan dari bencana dapat berjalan tanpa menimbulkan bencana yang lain serta memberikan penyelesaian yang baik bagi masyarakat luas.

Respon atas hal tersebut diwujudkan dalam proyek ‘aufgabe’ atau proyek yang tiada kunjung usai dari Fakultas Bisnis dan Program Pascasarjana UKWMS yang sudah sejak tahun 2007 menyelenggarakan perhelatan berupa konferensi nasional yang memasuki tahun ketujuh dengan mengangkat tema Towards a New Indonesia Business Architecture Sub tema: “Crisis Management : Key to Sustainable Business Development””pada tanggal 29 September 2015 di Auditorium Gedung Agustinus (A301) Lantai 3 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Jl. Dinoyo 42 – 44 Surabaya.

Menurut Rektor Unika Widya Mandala Surabaya, Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D., NCFB diharapkan menjadi forum akademik dan tradisi bagi perguruan tinggi yang mapan, sementara Dekan Fakultas Ekonomi Unika Widya Mandala Surabaya Dr. Lodovicus Lasdi, M.M. Fakultas Bisnis memiliki keinginan (melalui kegiatan ini) untuk mengambil peran lebih banyak sebagai penyeimbang dalam bidang penelitian dan pelayanan pada komunitas dan sosialnya, sehingga Konferensi berskala Nasional ini diharapkan dapat menjadi jembatan-antara, bagi perkembangan ilmu pengetahuan di satu sisi dan dunia bisnis di sisi yang lain dan kaitannya dengan crisis management.

Direktur Program Pascasarjana UKWMS, Prof. Anita Lie, Ed.D menambahkan bahwa krisis dapat dipandang sebagai bahaya di satu sisi dan peluang di sisi lainnya. Keberhasilan menangani krisis dengan belajar dari pengalaman narasumber diharapkan dapat membuat organisasi menjadi semakin matang.

Menambahkan keterangan di atas Ketua Pelaksana NCFB 2014 dan Colloquium, Dr. Diyah Tulipa, M.M. mengatakan manajemen krisis berkaitan erat dengan kecepatan dan ketepatan respon dalam menghadapi keadaan darurat, pemulihan keadaan atau reputasi dari bencana dan kemampuan untuk melanjutkan usaha. Diharapkan lewat NCFB ditemukan solusi-solusi praktis dalam penanggulangan masalah organisasi, baik secara makro maupun mikro.

Ruang temu ini diharapkan bersama-sama menemukan pemecahan, dialog dan diskusi berbagai hal di area ekonomi dan bisnis. Dengan begitu akan tercapai relasi yang saling membutuhkan dan menguntungkan untuk kedua belah pihak. Pada masa yang akan datang penelitian dan kajian ilmiah dari perguruan tinggi akan semakin meluas dan melebar sejalan dengan kebutuhan dunia bisnis yang semakin kompleks permasalahannya, namun dengan tetap menekankan esensi pada pengembangan dan penemuan teori-teori baru bagi pemecahan masalah-masalah secara praktik.

Digelarnya NCFB 2015 ini juga menandai peringatan Ulang Tahun Fakultas Bisnis yang ke-50. Pada tahun ini juga , Universitas yang memposisikan dirinya sebagai ‘a life improving University’ menginjak ulang tahun yang ke – 55. Bagi FB, kegiatan ini merupakan bentuk peran serta perguruan tinggi berpartisipasi dalam memecahkan persoalan masyarakat terutama berkaitan dengan manajemen crisis.

Menurut Dr. Diyah Tulipa, S.E., M.M. acara ini menghadirkan pembicara utama yaitu Bapak Marsekal Madya TNI Faustinus Henry Bambang Soelistyo, S.Sos – Kepala BASARNAS yang akan membagikan pengalaman beliau dalam menangani beragam bencana dengan mengacu pada apa yang harus dilakukan untuk mengendalikan dan memperbaiki serta bangkit kembali pasca crisis; Bapak Sunu Widyatmoko – Presiden Direktur Air Asia Indonesia yang akan memaparkan pengalaman beliau menghadapi krisis dalam rangka menjaga kepercayaan masyarakat serta Ibu Amalia E. Maulana, Ph.D. – Pakar dan Praktisi Branding yang akan membahas dari sudut pandang Branding yang dilakukan perusahaan jika mengalami krisis.

Disamping itu serangkaian sesi paralel yang terbagi atas bidang kajian aplikasi Akuntansi/Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Strategik dan Sistem Informasi, Pemasaran dan Ritel, serta Ekonomi dengan jumlah artikel yang dipaparkan sebanyak 43 buah. Pemakalah berasal dari beberapa Perguruan Tinggi se Indonesia Keragaman prespektif dari akademisi dan praktisi diharapkan memberikan warna penyelesaian yang dapat memperkecil perbedaan antara kedua prespektif.

Mengakhiri siaran pers ini, atas nama Organizing Commitee, mengundang teman-teman jurnalis hadir mengikuti jalannya NCFB 2015. Semoga kegiatan ini dapat menjadi bahan menarik untuk bahan peliputan atau reportase di media masing-masing. (ro)