26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Wagub Jatim Kunjungi Keluarga Korban Mina Mekah di Probolinggo

Wagub Jatim Saifullah Yusuf berdialog dgn Indah Nuraini dan Reny Ayu Rahmawati anak Bapak Nero, korban Jemaah Haji yang terjadi di MinaProbolinggo, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyempatkan diri mengunjungi rumah keluarga korban Mina  Mekah yang bernama Nero, jemaah haji asal Desa  Triwungan, Kabupaten Probolinggo, Jumat (25/9). “Kita masih harus menunggu informasi resmi sesuai prosedur yang ada, karena pemberitaan ini menyangkut nyawa seseorang. Namun kabar dari keluarga terdekat bisa lebih cepat daripada pemberitaan resmi, seperti keluarga Pak Nero masih berharap yang terbaik. Apapun kabar yang diperoleh nantinya keluarga harus bersiap, ikhlas, dan tabah menerima kabar tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan, pemerintah terus bekerja untuk bisa memperoleh kabar kepastian kondisi terakhir para jamaah haji asal Jatim khususnya kloter 48 yang berisi 450 calon jamaah haji asal Kota dan Kabupaten Probolinggo. “Melalui Kementrian Agama selalu melakukan komunikasi setiap detiknya dengan Pemerintah Arab Saudi. Sampai saat ini yang bisa dipastikan meninggal jamaah haji asal Indonesia hanya dua yakni satu dari Kalimantan dan dari Hamid Atwitarji asal Desa Muneng Kidul, Kota Probolinggo,” ujarnya..

Ia berharap, Pemerintah Arab Saudi bisa segera mengumumkan hasil investigasinya dan mengungkap penyebab utama terjadinya musibah yang memilukan itu. Ini penting agar rumor dan spekulasi yang berkembang di media-media sosial dan media internasional bisa dikoreksi. Utamanya jangan sampai tragedi seperti ini tidak akan terjadi lagi untuk musim haji tahun-tahun kedepan. “Kita ingin memastikan bahwa haji dikelola dengan baik, dan jamaah haji yang berasal dari Indonesia bisa merasa aman, nyaman, dan tenang saat melaksanakan ibadah haji,” tegasnya.

Kesimpangsiuran berita, menurutnya, merupakan hal wajar apalagi orang Indonesia banyak kemiripan nama. Namun laporan-laporan dari rombongan pada kloter yang sama merupakan informasi dan petunjuk awal. Khusus untuk pak Nero, pemerintah juga ikut bersyukur bahwa kabar wafatnya tidak benar. “Selain Pak Nero juga ada dua orang tenaga kesehatan dari kloter 48, yang belum kembali ke maktab. Namun banyak sekali korban yang luka-luka sudah mengabari keluarganya,” terangnya.

Ia berpesan kepada dua orang putri dari pak Nero untuk terus berdoa dan mengharap yang terbaik atas kondisi ayahnya. Kalaupun ayahnya wafat maka meninggalnya dalam kondisi syahid, dan jika sehat bisa pulang  kembali berkumpul dengan keluarga serta menjadi haji yang mabrur. “Saya yakin Alloh akan mendengar doa anak yang sholiha, apapun yang terjadi nanti adalah yang terbaik bagi pak Nero dan keluarga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Jawa Timur, Mahfud Shodar mengatakan korban luka seperti memar hampir semua jamaah haji di kloter 48 mengalaminya, namun ada yang dirawat di rumah sakit ada yang tidak. “Kami sekali lagi belum berani memastikan akan kondisi pak Nero, dalam beberapa waktu kedepan kita harapkan segera kita peroleh kabarnya. Dan saat ini jamaah yang luka memar sudah banyak yang kembali ke maktab,” terangnya.

Putri kedua korban yang bernama Reny Ayu Rahmawati mengatakan, keluarga mendapatkan kabar bahwa  Ayahnya sejak pukul 23.00 (Kamis). Namun pada pukul 14.00 (Jumat) keluarganya yang bekerja di Arab mengabari bahwa pak Nero masih dalam kondisi kritis dan belum meninggal. “Ayah saya usia 57 tahun, dan berangkat hajinya bersama ibu yang bernama Murtiningsih. Saat ini ayah infonya dirawat di RS Mina, dan ibu yang mengalami luka di kaki dirawat di RS Al-Aris,” jelas Reny. (hery)

Teks foto: Wagub Jatim, Saifullah Yusuf, berdialog dengan Indah Nuraini dan Reny Ayu Rahmawati anak Nero, korban Jemaah Haji yang terjadi di Mina, Madinah di rumahnya di Desa Triwungan Blok Krajan Kec. Kota Anyar Kab. Probolinggo.