26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Risma-Whisnu Munculkan Tagline: ‘Now and Then’

Risma-WishnuSurabaya, KabarGress.Com – Tim pemenangan Risma-Whisnu all-out mempersiapkan pemenangan. Upaya kinerja selama lima tahun dan kesiapan memimpin kembali Surabaya, menjadi tujuan pemenangan calon dari PDI Perjuangan ini.

Kali ini, calon inkumben tersebut menggunakan tagline ‘Now and Then’ dalam keikutsertaan Pilkada Surabaya 2015. “Filosofi dipakainya adalah untuk menggambarkan situasi pasangan risma-whisnu memimpin surabaya kini dan nanti,” kata Juru Bicara Pemenangan Risma-Whisnu, Didik Prasetiyono, Jumat (25/9/2015).

Dikatakan Didik, makna dalam logo tagline memiliki arti dan filosofi tersendiri. Logo dengan icon satu “S” menunjukkan simbolisasi dwitunggal dan “S” juga melambangkan Surabaya yang hidup dalam semangat Risma dan Whisnu.

“Kenyataan bahwa rakyat surabaya bangga akan kepemimpinan incumbent selama ini dengan berbagai infrastruktur kota mulai taman, selokan dan pengelolaan saluran air untuk menghindari banjir diyakini tim risma-whisnu tidak bisa digoyahkan dengan cara apapun oleh lawan,” kata Dikdong (Sapaan Didik Prasetiyono).

Ia menegaskan, kepercayaan kembali rakyat diyakini akan menjadi modal utama kemenangan Risma-Whisnu di berbagai segmen pemilih. Menyoal Alat Peraga Kampanye (APK), ide yang digunakan, terang Dikdong begitu berbeda dari lainnya.

Seluruh file master bahan peraga akan ditempatkan di dalam google drive terbuka yang boleh didownload untuk dicetak dan dikreasikan secara bebas oleh siapapun, terutama bagi para relawan.

“Kampanye risma-whisnu tidak akan menggunakan baliho-spanduk seperti kampanye pada umumnya, lebih out-of-the-box dengan “crowd sourcing” yaitu melibatkan ide-ide terbuka dari publik lewat sosial media maupun gerakan kelompok yang bebas,” terang politisi yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Selain itu, kata Dikdong, tagline kedua pasangan ini adalah “Bikin bangga surabaya”. Tagline tersebut menggambarkan sebagai kemajuan Surabaya semasa Kepemimpinan Risma-Whisnu.”Karena kita Cinta Surabaya,” ucapnya. (tur)