22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Sopir Line F Tolak Disebut Dukung Pasangan Rasio-Lucy

sopir lynSurabaya, KabarGress.Com – Sehari menjelang pengumuman penetapan pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, sejumlah sopir Line F jurusan Joyoboyo-Pegirian menolak disebut sudah memberikan dukungan kepada pasangan Rasio-Lucy Kurniasari.

Sebelumnya, Rasio sempat menyambangi Terminal Joyoboyo dan memasang stiker di sejumlah angkutan kota (line) sebagai bentuk dukungan terhadap pasangan tersebut. Namun, hal itu dibantah para sopir yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Line F.

Ketua Paguyuaban Sopir Line F, Abdul Manaf menuturkan, pihaknya tidak pernah diajak biacara mengenai aksi dukungan tersebut. Untuk itu, para sopir Line F menolak dikatakan sudah mendukung pasangan tersebut. ”Kami melambaikan tangan dengan lima jari terbuka, itu artinya kami belum memberikan dukungan,” ujarnya seperti dituturkan Koodrinator Line dan Becak Surabaya, Hari Sumaryono.

Hari Sumaryono yang merupakan salah satu tim pemenangan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf saat Pilgub Jatim mengakui, tidak semua paguyuban sopir line mendukung pasangan tersebut. Alasanya, kata dia, tidak ada komunikasi yang baik antara tim pemenangan pasangan Rasio-Lucy dengan masyarakat yang menjadi basis suara. ”Terus terang kami kecewa, tim Rasio-Lucy belum kompak,” katanya.

Hari mengatakan, terjadi saling serobot antar tim pemenangan di internal pasangan Rasio-Lucy sehingga terjadi saling tabrakan. Dia menyontohkan, pemasangan stiker di Terminal Joyoboyo tidak ada komunikasi dengan pihaknya.

”Saya yang diserahi mandat untuk menangani para sopir line dan tukang becak tidak diajak bicara. Ingat, Pakde (Soekarwo) dan Rasio waktu Pilgub itu sudah satu paket, jika satunya jadi Gubernur maka Pak Rasio jadi Sekda, dan saya yang diserahi mandat untuk menangani Paguyuban Sopir Line dan Becak, tapi mereka main serobot,” katanya.

Dia mengaku tidak pernah diajak bicara dengan tim Rasio-Lucy untuk menggarap para sopir line dan tukang becak. ”Makanya, mereka sengaja memasang lima jari sebagai bentuk penolakan dukungan,” katanya. (tur)