01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Empat Galangan Telah Selesaikan Pengerjaan Kapal Perintis

Empat Galangan Telah Selesaikan Pengerjaan Kapal PerintisSurabaya, KabarGress.com – Empat galangan masing-masing PT Dumas Tanjung Perak Shipyards (Dumas), PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia, PT Mariana Bahagia, dan PT DOK Bahari Nusantara, telah menyelesaikan pengerjaan kapal perintis hingga peletakan lunas (keel laying). Keempat galangan tersebut mengerjakan 8 dari 190 unit kapal senilai total Rp11 triliun yang dipesan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk kontrak tender tahun 2015.

“Untuk investasi 8 kapal yang telah melakukan peletakan lunas, nilainya sekitar Rp400 miliar,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) di sela simbolisasi peletakan lunas 8 unit kapal perintis di galangan PT Dumas Tanjung Perak Shipyards, Rabu (23/9/2015).

Delapan kapal yang mereka kerjakan itu 6 kapal berukuran 750 Dead Weight Tonage (DWT) dan 2 unit kapal berbobot 500 DWT. “Tiga perusahaan membangun masing-masing dua kapal ukuran 750 DWT, yakni PT Dumas Tanjung Perak Shipyards, PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia dan PT Mariana Bahagia. Sedangkan PT Dok Bahari Nusantara membangun dua kapal ukuran 500 DWT,” rinci Bobby.

Menurutnya, keel laying tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kontrak pembangunan delapan kapal di kantor pusat Ditjen Hubla pada 11 Agustus 2015 lalu dengan masa pengerjaan selama 14 bulan. Proyek delapan kapal tersebut keseluruhan dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2015-2016.

“Rencananya kapal-kapal yang berukuran 750 DWT ditempakan dan dioperasikan di Pelabuhan Pangkal Makassar, Kendari, Bima, Tilamuta, Babang dan Sanana. Kapal yang berbobot 500 DWT dioperasikan di Pelabuhan Pangkal Sintete dan Kotabaru,” urai Bobby.

Berdasar spesifikasinya, kapal 750 DWT memiliki panjang 58,5 meter berkecepatan 12 knot dan berdaya angkut 265 penumpang dengan kapasitas angkut barang seberat 400 ton. Selanjutnya, spesifikasi kapal yang berukuran berat 500 DWT, panjangnya 51,8 meter dengan kecepatan 12 knot yang mampu mengangkut 250 orang dan berkapasitas angkut barang 240 ton.

“Pembangunan kapal perintis ini menjadi pendukung tol laut untuk percepatan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan konektivitas antar pulau terpencil guna menjamin tersedianya kebutuhan bahan pokok dan tumbuhnya pusat-pusat perdagangan maupun industri,” papar Bobby.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang hadir dalam acara itu meminta, kapal yang dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur, kamar mandi khusus penumpang cacat/disable serta ruang klinik dan ruang laktasi khusus untuk ibu menyusui ini dirancang sebaik mungkin dengan disertai kualitas bahannya.

Namun dia juga mengingatkan, yang paling penting dalam pembangunan kapal-kapal tersebut tetap mementingkan keselamatan (safety). “Jangan sampai dibuat dengan mesin bekas. Harus baru,” sentil Jonan.

Ditambahkan, proyek delapan kapal tersebut dilaksanakan dengan menggunakan sistem tender multiyears. Untuk itu, galangan harus memperhitungkan bahan baku, khususnya material baja ditengah melambatnya perekonomian dan melemahnya kurs rupiah atas mata uang asing.

“Tapi saya yakin harga baja sekarang hingga tahun depan masih murah. Saya tahu harganya, karena saya sering mengecek harga baja. Jadi, galangan nggak usah khawatir tentang keuntungannya. Karena, harga baja tidak bergerak,” lanjutnya sembari menambahkan agar pembuatan kapal ini bisa dipercepat hanya 12 bulan. “Kalau bayarannya dipersulit, telepon saya,” tandasnya. (bl/ro)