Pangdam V/ Brawijaya Minta Tiga Pilar Sukseskan Pilkada

Pangdam V Brawijaya Minta Tiga Pilar Sukseskan PilkadaSurabaya, KabarGress.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar Seminar bertajuk Pilkada Serentak di Jawa Timur Berintegritas dan Bermartabat di Hotel Inna Simpang Surabaya, Jumat (18/9).

Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf mewakili Gubernur Jatim bertindak sebagai keynote speaker. Selain Wakil Gubernur Jatim, sebagai pembicara seminar antara lain, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sumardi, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Eddy Hariyanto, Ketua KPU Jatim Eko Sasmito, dan Ketua Bawaslu Jatim Sufyanto.

Dalam acara tersebut Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sumardi meminta dukungan sinergitas segenap komponen Pemerintah Daerah dan TNI Polri atau Tiga Pilar, termasuk kalangan media dalam menjaga keamanan menjelang Pilkada Serentak 9 Desember 2015 mendatang. Selain itu Pangdam menegaskan bahwa TNI dalam pelaksanaan Pilkada mendatang akan bersifat netral karena netralitas itu sebagai bukti nyata untuk menegakkan iklim demokrasi di Indonesia.

Lebih lanjut Pangdam menyampaikan langkah – langkah yang telah diambil Kodam V/Brawijaya beserta jajarannya yaitu dengan meningkatkan pembinaan wilayah melalui deteksi dini dan cegah dini yang dilaksanakan secara bersinergi tiga pilar mulai dari tingkat desa (Kepala Desa, Babinkamtibmas dan Babinsa).

Beberapa masalah menonjol di Jawa Timur yang masih terjadi yaitu adanya Radikalisme (Radikal Kanan dan Radikal Kiri) atau aliran garis keras dan konflik Sunni – Syiah di Sampang, demo buruh, kerusuhan Pilkada di Jatim, Narkoba, kultur barat menggeser kultur lokal dan Terorisme/ISIS. Faktor lain yang dapat menjadi pemicu konflik terjadi yaitu pada saat kampanye dan rekapitulasi penghitungan suara, ucap Pangdam.

Walaupun demikian, menurut Kapolri saat kunjungan di Jember, Jatim termasuk kategori sedang-sedang saja. Sedangkan menurut Bawaslu Jatim, ada 10 daerah rawan konflik karena hanya diikuti dua pasangan calon. Oleh karena itu Kodam V/Brawijaya siap membantu Polri (Back Up) dengan menyiapkan satuan-satuan kewilayahan, selain satuan kewilayahan Kodam V/Brawijaya juga menyiapkan satuan tempur jika sewaktu – waktu diminta, terang Pangdam.

Namun Pangdam tetap berharap Pilkada Serentak di Jatim dapat berlangsung dengan lancar, aman dan sukses tanpa adanya gesekan apapun. Kami yakin itu karena masyarakat di Jatim sudah sangat dewasa menghadapi ini.

Senada yang disampaikan Pangdam, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Eddy Hariyanto menyebutkan bahwa potensi kerusuhan biasanya terjadi pada keterlambatan distribusi logistik, hilangnya alat perlengkapan, bencana alam, sabotase, penghadangan, perusakan dan duplikasi surat suara. Selain itu, pelanggaran data seperti rekayasa daftar pemillih tetap (DPT) dan pemalsuan data juga menjadi faktor penentu.

Ditambahkan Wakapolda, tahapan kampanye juga berpotensi menimbulkan kerusuhan, seperti kampanye tak sesuai jadwal, waktu dan tempat, merusak atribut kampanye. Terkait pengamanan, Polda Jatim menyiapkan 21.143 personel untuk mengamankan pilkada serentak di Jatim, belum termasuk bantuan keamanan dari instansi lain, seperti Linmas. (hery)

Leave a Reply


*