01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Monolog “Insiden Bendera” di Hotel Majapahit Ingatkan Generasi Penerus akan Luhurnya Simbol Negara

AnantoSurabaya, KabarGress.Com – dr. Ananto Sidohutomo, MARS, budayawan Surabaya, untuk ketiga kalinya akan melakoni Monolog Insiden Bendera di situs bersejarah menara bendera sisi utara Hotel Majapahit Surabaya (dulu bernama Oranje Hotel lantas Hotel Yamato Hoteru di era kolonialisme, red), Sabtu (19/9/2015).

“Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, monolog ini dalam rangka memperingati dan mengenang nilai-nilai kepahlawanan yang ditunjukkan Arek-Arek Suroboyo dalam ”Insiden Bendera”, 19 September 1945. Mengenang luhurnya simbol negara kita yaitu sang saka Merah Putih,” ungkap dr Ananto Sidohutomo MARS, saat konferensi pers, Jumat (18/9/2015).

Dengan melakukan Monolog ”Insiden Bendera’, Ananto berharap generasi penerus bisa belajar sejarah yang benar dan apa adanya. ”Sebab bila keliru memaknai sejarah , kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang maju. Hanya bisa berkali-kali tergelincir dan jatuh di lubang yang sama. Dan musuh terberat kita bukan dari luar sana melainkan dari dalam diri sendiri,” paparnya wanti-wanti.

JpegIsteri beserta ke 4 anak Ananto juga akan terlibat dalam mensukseskan monolog ini. Dan yang bakal heboh di gelaran monolog kali ini, panitia telah menyiapkan sound system berkekuatan 5 ribu watt. “Dengan sound system yang demikian besar kami berharap masyarakat akan lebih terbawa akan suasana bersejarah 70 tahun silam,” ujar Ketua Panitia, Bobbin Nila PY.

Pada gelaran monolog kali ini, beberapa seniman yang terlibat seperti musisi muda Muhammad Alim A. (17), dimana saat usia 15 tahun telah menciptakan lagu Ibu Pertiwi. Kemudian Fileski (biolist musikalisasi puisi), Rachmad Utojo S (seniman), Bokir G. Kalaribu (seniman), Deanandya, Arif A, Ariq A, juga Panji Walujo.

Acara monolog merupakan hasil kerja bareng antara Yayasan Jiwa Indah Bangsa, Komunitas Tunjungan Ikon Surabaya dan tentunya Hotel Majapahit Surabaya.

“Jadi awal pertempuran adalah tanggal 19 September 2015 setelah musuh melecehkan simbol negara yakni bendera merah putih,” tandasnya. (ro)