24/10/2020

Jadikan yang Terdepan

SMK Jadi Andalan Hadapi MEA

gub jatim tinjau stand pemeran cipta karya SMK serta Mahasiswa dan job market fair 2015 di gedung JX Expo (2)Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menegaskan, bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi andalan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir 2015. Saat ini keberadaan SMK telah menjadi tujuan pertama dari anak muda Indonesia dalam menyongsong masa depan. “Anak-anakku di SMK, kalian adalah bagian yang disiapkan oleh pemerintah untuk menjadi pemenang dalam pertarungan menghadapi MEA. Kalian dibekali dengan jiwa petarung. Anak SMK adalah petarung yang hebat dan tidak kenal menyerah menghadapi petarungan,” ujarnya saat membuka Pameran Karya Cipta Siswa SMK/Mahasiswa dan Job Matching di JX Internasional, Surabaya, Kamis (17/9).

Ia mengatakan, suatu daerah bisa dikatakan kuat di dalam menghadapi pertarungan pasar bebas yang harus dibenahi salah satunya di sektor industri. Industri Jatim saat ini sebesar 29,97 % pada semester II. Bahkan, Jatim sudah dinobatkan sebagai provinsi industri. Akan tetapi, menurut Pakde Karwo kondisi ini akan melorot apabila tidak diimbangi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus. Kualitas SDM yang bagus seperti SMK inilah yang dicari oleh pengusaha. Tangan terampil dari kepala sekolah dan guru dalam membentuk skill dan keterampilan serta ditunjang oleh kedisiplin siswa akan menentukan kualitas lulusan SMK. Menurutnya, SMK harus menggandeng Badan Standarisasi Sertifikasi. Tujuannya, adalah agar lulusan SMK bisa masuk pada pasar tenaga kerja internasional. Saat ini, Jatim terus melakukan kerjasama dengan Bisnis Council, Osaka, Australia hingga atase pendidikan Jerman.

JpegPakde Karwo menjelaskan, setiap negara yang ingin meningkatkan kualitas SDM nya akan berupaya menggenjot keterampilan tingkat menengah, yakni membentuk politeknik dan SMK. Jatim sejak tahun 2010, ingin merubah komposisi sekolah yang awalnya 70 SMU : 30 SMK di ubah menjadi 70 SMK : 30 SMU. “Kami ingin merubah komposisi ini, disebabkan karena lulusan SD hingga SMU sama buta hurufnya dibidang keterampilan, sehingga mereka menjadi tenaga kerja informal. Oleh karena itu, komposisi ini harus dipecahkan dengan menempatkan 70 SMK : 30 SMU,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Pendidikan SMK harus terus disertifikasi dan distandarisasi. Itu yang harus dilakukan di Jatim. “Kita harus menjadi yang terdepan dalam membentuk tenaga pendidik dengan standar internasional (world class),” ungkapnya.

Di hadapan media, Pakde Karwo mengaku optimis lulusan SMK bisa bersaing dan menjadi andalan dalam pertarungan pasar bebas. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kerjasama antara SMK dengan Microsoft. “Saya sangat optimis, karena standarisasi yang dimiliki oleh salah satu siswa SMK dari IT ini bisa membuktikan diri. Anda bisa bayangkan perusahaan sekelas Microsoft sudah meminta dan melakukan kerjasama. Artinya, ada standart kualitas dan mutu yang tinggi dari siswa SMK kita telah diinginkan oleh Microsoft,” tegasnya.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Dr. Saiful Rachman MM, M.Pd mengatakan, latar belakang diadakan kegiatan ini adalah untuk mengantisipasi peningkatan migrasi tenaga kerja internasional dan mempertahankan peluang tenaga Indonesia di pasar kerja nasional yang dibentuk oleh perusahaan asing.

Ia mengatakan, Pemprov Jatim secara terus menerus melakukan upaya melalui sektor pendidikan kejuruan guna membangun dan meningkatkan kualitas daya saing tamatan SMK di pasar kerja tingkat regional maupun internasional.

Dijelaskannya, tujuan dari kegiatan ini yakni memberikan tempat berekspresi bagi siswa SMK dan mahasiswa untuk mengaktualisasikan potensi kreatifitas sekaligus menjadi ajang promosi hasil karya mahasiswa dan siswa SMK di Jatim. (ro/hery)